Keajaiban 'Hutan Penyembuh' Berusia 400 Tahun, Simpan Khasiat Medis

CNN Indonesia
Rabu, 12 Agu 2026 09:00 WIB
Buçaco National Forest di Portugal, yang dijuluki hotel penyembuh. (iStockphoto/Antonio Correa d Almeida)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berjalan santai di tengah rindangnya pepohonan hutan terbukti memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Bagi kamu yang ingin merasakan efek penyembuhan secara maksimal, kawasan Hutan Nasional Buçaco di Portugal menjadi destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan.

Pada musim panas ini, lembaga sertifikasi asal Jerman, Healing Forest - International Certification Office, resmi menobatkan Hutan Nasional Buçaco seluas sekitar 105 hektar sebagai "hutan terapi" (therapeutic forest) keempat di dunia, menyamai status beberapa lokasi di Jerman dan Austria.

Berjarak sekitar satu jam 20 menit berkendara ke arah selatan dari Kota Porto, kawasan hijau ini menjadi rumah bagi lebih dari 250 spesies pohon dan semak belukar. Ekosistem tersebut menjadikannya salah satu koleksi dendrologi atau ilmu pepohonan terbaik dan paling kaya di benua Eropa.

Sertifikasi ini bekerja sama dengan International Society for Forest Therapy untuk mempromosikan praktik kesehatan berbasis bukti ilmiah melalui media alam.

Mengutip situs resmi lembaga tersebut, "hutan penyembuh yang terakreditasi dirancang secara spesifik untuk intervensi medis guna membantu proses pemulihan pasien dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk gangguan kardiovaskular, pernapasan, ortopedi, psikosomatis, hingga penyakit saraf."

Untuk mendapatkan sertifikasi ketat ini, sebuah kawasan hutan harus memenuhi kriteria ilmiah yang presisi, di antaranya:

- Tingkat kebisingan yang sangat rendah.
- Perlindungan alami dari paparan angin kencang.
- Ketersediaan jalur trekking dengan berbagai tingkat kesulitan.
- Area khusus relaksasi dan olahraga.
- Kehadiran layanan berkala dari terapis hutan profesional yang bersertifikat.

Hutan Nasional Buçaco menyimpan jejak sejarah panjang yang dimulai pada tahun 1628, ketika Ordo Katolik Discalced Carmelites mendirikan tempat ibadah di kawasan tersebut. Tak lama kemudian, dekrit kepausan terbit untuk melindungi isolasi kawasan hutan seiring para biarawan mulai menanam berbagai spesies pohon eksotis luar negeri, salah satunya cedar buçaco (cypress asal Meksiko).

Pada abad ke-19, kawasan ini diperluas dengan pembangunan danau, taman, hingga sebuah pondok berburu megah pesanan Raja Carlos I yang dirancang oleh arsitek Italia Luigi Manini, bangunan yang kini difungsikan sebagai hotel berbintang lima, Palace Hotel Bussaco.

Saat ini, pengunjung dapat menemukan berbagai landmark bersejarah di dalam hutan, seperti reruntuhan bekas biara, museum militer, Valley of the Ferns yang dipenuhi tanaman pakis raksasa, hingga Relic Forest-area hutan murni yang telah dilestarikan selama berabad-abad dan hanya dihuni oleh spesies tanaman asli setempat.

Melansir Travel and Leisure, sertifikasi hutan terapi bagi Buçaco ini berlaku hingga tahun 2031 sebelum nantinya akan menjalani proses evaluasi ulang.

Konsep terapi hutan atau mandi hutan (forest-bathing / shinrin-yoku) pertama kali dipelopori di Jepang pada dekade 1980-an. Praktik ini terbukti secara medis mampu menurunkan kadar stres dan kecemasan secara signifikan.

Studi ilmiah pada 2019 yang melibatkan 19.000 partisipan menunjukkan bahwa menghabiskan waktu minimal 120 menit seminggu di alam terbuka dapat meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan tubuh secara menyeluruh.

Setelah Portugal, lembaga Healing Forest kini tengah bersiap menyertifikasi sejumlah kawasan hutan baru di Jerman, Austria, serta kawasan Alpen Kranjska Gora di Slovenia.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK