Liburan ke Jepang Main di Disneyland, Siap-siap Bayar Lebih Mahal
Jika berencana melancong ke Jepang dan mengunjungi taman hiburan di Negeri Sakura, ada baiknya kamu menyisihkan anggaran yang sedikit lebih besar.
Sebab, sejumlah taman hiburan populer di Jepang saat ini telah menaikkan harga tiket masuknya. Jepang dikenal punya sederet destinasi taman hiburan kelas dunia, seperti Tokyo Disneyland, Tokyo DisneySea, dan Universal Studio Jepang.
Perusahaan riset Teikoki Databank, melakukan riset pada tahun 2026. Hasilnya, sebanyak 32 dari 101 taman hiburan di Jepang telah menaikkan biaya masuk hingga Juli 2026.
Banyak taman hiburan kini menggunakan sistem dynamic pricing, yaitu sistem perubahan harga tiket yang dipengaruhi beberapa faktor, yakni hari pemesanan tiket, musim, serta tingkat permintaan pengunjung.
Perubahan ini juga terjadi di beberapa taman hiburan paling populer di Jepang. Universal Studios Japan (USJ) yang terletak di Osaka mengubah sistem penetapan harga tiket masuknya.
Seperti dilansir Asia One, mulai 1 Juli 2026, harga tiket USJ akan disesuaikan setiap hari berdasarkan tingkat permintaan. USJ menyarankan pengunjung untuk membeli tiket sedini mungkin agar berkesempatan mendapatkan harga yang lebih murah.
Apabila membeli tiket di tanggal yang sama dengan tanggal kunjungan, maka harga tiket dapat meningkat seiring waktu apabila permintaannya tinggi.
Sementara itu, untuk Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea, banyak pengunjung merasa harga tiket kedua taman hiburan terkenal itu kian mahal.
Tokyo Disney Resort sudah lebih dulu menggunakan sistem dynamic pricing sejak tahun 2021. Pada Juli 2026, operator Tokyo Disney Resort, Oriental Land, mengumumkan bahwa harga maksimum tiket dewasa satu hari akan dinaikkan hingga 1.500 yen atau sekitar Rp168 ribu pada Oktober nanti.
Dengan ketentuan tersebut, harga tiket taman hiburan itu dapat mencapai 12.400 yen atau sekitar Rp1,38 juta. Kebijakan ini merupakan kenaikan harga pertama Tokyo Disney Resort dalam tiga tahun terakhir.
Faktor lainnya juga memengaruhi harga tiket Tokyo Disney Resort, yaitu hari kunjungan, musim, dan tingkat permintaan.
Seorang juru bicara Oriental Land mengatakan jika kenaikan harga tiket bertujuan untuk mengurangi beban perusahaan terhadap meningkatnya biaya tenaga kerja dan biaya administrasi.
Kenaikan harga tiket juga sejalan dengan hasil survey Teikoku Databank yang dikaitkan dengan meningkatnya biaya operasional, termasuk biaya listrik dan tenaga kerja.
Teikoku Databank juga memperkirakan bahwa harga tiket rekreasi di Jepang akan terus meningkat setelah 2026. Namun, kenaikan di masa depan kemungkinan tidak selalu berupa kenaikan harga yang sama untuk semua pengunjung.
Diperkirakan, operator taman hiburan akan semakin mengandalkan strategi harga yang lebih fleksibel.
Strategi tersebut berupa memperbanyak pilihan tiket dengan harga lebih tinggi, menerapkan harga yang berubah-ubah sesuai permintaan, serta menawarkan harga khusus kepada wisatawan.
Teikoku Databank menilai strategi tersebut dapat membantu taman hiburan menjaga profitabilitas di tengah kenaikan harga operasional.
(dsd/wiw)