Jangan Dilakukan, 10 Kebiasaan Orang Tua Ini bisa Bikin Anak Minder
Anak terlihat tidak percaya diri dan tidak mau memulai hal-hal baru sendirian? Bisa jadi ini terjadi karena kebiasaan orang tuanya yang kurang baik.
Ternyata, ada beberapa kebiasaan orang tua yang membuat anak minder yang sering dilakukan. Apa saja?
Setiap orang tua tentu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Namun, beberapa kebiasaan yang dilakukan sehari-hari tanpa disadari dapat membuat anak meragukan kemampuan dirinya.
Contohnya seperti menuntut anak selalu sempurna hingga terlalu melindungi anak. Meski memiliki tujuan baik, ternyata hal ini bisa membuat anak merasa minder.
Berikut beberapa kebiasaan orang tua yang dapat memengaruhi rasa percaya diri anak.
1. Sering membandingkan anak dengan orang lain
Menukil laman Bambinos, kebiasaan orang tua yang membuat anak minder pertama adalah sering membandingkan anak.
Membandingkan anak dengan saudara, teman, atau anak lain dapat membuat mereka merasa tidak cukup baik. Kalimat seperti, "Kenapa kamu tidak bisa seperti kakak?" justru dapat membuat anak merasa kemampuannya selalu kalah dibandingkan orang lain.
Sebaiknya, orang tua membandingkan perkembangan anak dengan pencapaiannya sendiri. Perhatikan kemajuan yang sudah dibuat, bukan hanya hasil yang diperoleh orang lain.
2. Terlalu melindungi anak
Melindungi anak memang penting. Tapi, terlalu sering membantu atau menyelesaikan masalah mereka dapat membuat anak merasa tidak mampu melakukan sesuatu sendiri. Padahal, pengalaman mencoba dan melakukan kesalahan membantu anak membangun kepercayaan diri.
Berikan kesempatan kepada anak untuk melakukan hal-hal sederhana sesuai usianya, seperti menyiapkan perlengkapan sekolah atau mengambil keputusan kecil.
3. Lebih sering mengkritik daripada memberi apresiasi
Terlalu sering menunjukkan kesalahan dapat membuat anak merasa dirinya selalu melakukan sesuatu dengan buruk. Jika hal ini terus terjadi, kritik tersebut bisa menjadi suara dalam pikiran anak.
Ketika memberikan koreksi, fokuslah pada perilakunya, bukan kepribadiannya. Misalnya, daripada mengatakan "Kamu ceroboh," lebih baik katakan, "Tadi kamu lupa membawa buku."
4. Menuntut anak selalu sempurna
Situs Inspiration ATA juga menambahkan bahwa anak bisa minder jika selalu dituntut sempurna oleh orang tua.
Tuntutan untuk selalu mendapatkan nilai bagus, menang dalam perlombaan, atau tidak melakukan kesalahan dapat membuat anak takut gagal. Akibatnya, mereka mungkin enggan mencoba sesuatu yang baru karena khawatir hasilnya tidak sempurna.
Ajarkan bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Hargai usaha, ketekunan, dan keberanian anak untuk mencoba.
5. Tidak mau mendengarkan pendapat anak
Ketika anak berbicara tetapi sering dipotong, diabaikan, atau dianggap berlebihan, mereka bisa merasa pendapatnya tidak penting. Kondisi ini dapat memengaruhi keberanian mereka dalam menyampaikan pikiran dan perasaan.
Luangkan waktu untuk mendengarkan anak sampai selesai. Tunjukkan bahwa perasaan dan pendapat mereka tetap berharga meskipun orang tua memiliki pandangan yang berbeda.
6. Memberikan label negatif
Sebutan seperti "malas", "nakal", "pemalu", atau "keras kepala" dapat memengaruhi cara anak melihat dirinya sendiri. Anak bisa mulai menganggap label tersebut sebagai bagian dari identitasnya.
Sebaiknya, orang tua membicarakan tindakan yang dilakukan anak, bukan memberikan cap pada kepribadiannya.
7. Selalu menyelesaikan masalah anak
Orang tua yang terlalu cepat turun tangan dapat membuat anak kehilangan kesempatan untuk belajar mencari solusi. Padahal, kemampuan menyelesaikan masalah dapat membantu anak merasa lebih mampu dan mandiri.
Daripada langsung memberikan jawaban, orang tua bisa bertanya, "Menurut kamu, apa yang bisa dilakukan?". Dengan begitu, anak belajar percaya pada kemampuannya sendiri.
8. Hanya menghargai prestasi
Anak yang hanya mendapat pujian ketika mendapatkan nilai tinggi atau memenangkan sesuatu dapat merasa bahwa dirinya berharga hanya ketika berprestasi. Hal ini bisa menimbulkan tekanan dan ketakutan menghadapi kegagalan.
Berikan apresiasi juga terhadap sifat dan usaha mereka, seperti kejujuran, kebaikan, kreativitas, kerja sama, dan ketekunan.
9. Mengabaikan perasaan anak
Kalimat seperti "Jangan menangis" atau "Itu bukan masalah besar" mungkin dimaksudkan untuk menenangkan, tetapi dapat membuat anak merasa emosinya tidak penting.
Orang tua sebaiknya mengakui perasaan anak terlebih dahulu. Misalnya, "Kamu kelihatannya sedang kecewa." Setelah itu, bantu mereka memahami dan mengelola emosinya.
10. Memberikan ekspektasi yang tidak realistis
Setiap anak memiliki kemampuan dan minat yang berbeda. Memaksa anak unggul dalam semua bidang dapat membuat mereka merasa tidak mampu memenuhi harapan orang tua.
Kenali kelebihan dan minat anak, kemudian berikan dukungan sesuai kemampuannya. Rasa percaya diri tumbuh ketika anak merasa diterima, dipercaya, dan diberi kesempatan untuk berkembang.
Demikian adalah beragam kebiasaan orang tua yang membuat anak minder yang wajib diketahui semua orang tua. Semoga bermanfaat.
(sac/asr)