AC Pesawat Mati, 259 Penumpang Sengsara Terjebak 8 Jam di Kabin
Sebanyak 259 penumpang dari penerbangan maskapai Biman Bangladesh Airlines terpaksa menghabiskan waktu delapan jam di dalam pesawat dengan AC atau pendingin udara yang mati.
Pesawat dijadwalkan terbang pada tanggal 6 Agustus 2026 pukul 17.18 dari Bandara Internasional Toronto Pearson, Kanada.
Setelah sekitar delapan jam mengudara, pesawat mengalami masalah teknis dan melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Fiumicino, Roma, Italia pada 7 Agustus 2026 pukul 07.20 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama menunggu pihak maskapai mengatasi masalah teknis, 259 penumpang tetap menunggu di dalam pesawat dengan AC yang tidak berfungsi. Kondisi ini menyebabkan beberapa penumpang merasa tidak enak badan.
Melansir VN Express, seperti dilaporkan Daily Star, penerbangan itu akhirnya dibatalkan setelah pihak maskapai berusaha selama berjam-jam untuk mengatasi masalah teknis. Para penumpang diminta untuk turun dan dipindahkan ke terminal bandara.
Tim teknisi Biman Airlines yang dikirim dari Bangladesh ke Roma tiba sekitar pukul 23.15 waktu Bangladesh pada 8 Agustus 2026, lengkap dengan suku cadang dan peralatan yang dibutuhkan.
Penerbangan tersebut kemudian berangkat dari Roma menuju Dhaka, Bangladesh, pada hari yang sama.
Maskapai nasional Bangladesh tersebut tidak mengungkapkan secara detail masalah teknis yang terjadi hingga menyebabkan AC pesawat tak berfungsi. Menurut laporan Daily Sun, para teknisi telah memperbaiki pesawat sehingga layak untuk terbang kembali.
Masalah serupa juga sempat dialami maskapai Emirates yang terbang dari Dubai menuju Shanghai pada bulan Juli lalu.
Sebanyak 373 penumpang terjebak di dalam pesawat selama 10 jam tanpa AC. Hal ini terjadi akibat karena adanya masalah teknis dan operasional saat pesawat melakukan pendaratan di Hangzou akibat cuaca buruk.
(dsd/wiw)[Gambas:Video CNN]