Dari Atas Bus Atap Terbuka Menyusuri Jejak Masa Lalu Jakarta

Angela Merici Keraf | CNN Indonesia
Minggu, 16 Agu 2026 18:40 WIB
Pengalaman sejumlah pengunjung ketika merasakan Open Top Tour of Jakarta dari Transjakarta. (CNN Indonesia/ Angela Merici Keraf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah kebayang enggak, Jakarta, kota yang tiap harinya identik dengan kemacetan, gedung perkantoran, dan orang-orang yang terburu-buru, justru menawarkan pengalaman jalan-jalan seru dari atas bus.

Jakarta memang sering kali lebih akrab dengan rutinitas. Berangkat kerja, berdesakan di transportasi umum, lalu pulang ketika langit mulai gelap. Tapi, bagaimana kalau kali ini Jakarta dilihat dari sudut yang berbeda?

Bukan dari balik jendela mobil atau kereta, melainkan dari atas bus tingkat atap terbuka. Pengalaman itu bisa dicoba lewat Open Top Tour of Jakarta dari Transjakarta, layanan wisata yang mengajak penumpang berkeliling ibu kota sambil menikmati pemandangan dari lantai atas bus. Kali ini, CNNIndonesia.com mencoba salah satu rutenya, Jakarta Heritage, pada Sabtu (7/8) pukul 19.00 WIB.

Mulai dari check-in di Pos Bloc

Untuk rute Jakarta Heritage, perjalanan dimulai dari Pos Bloc atau Gedung Filateli. Sebelum naik bus, penumpang harus melakukan check-in terlebih dahulu di lounge Open Top Tour of Jakarta.

Prosesnya sederhana, setelah menunjukkan tiket, penumpang mendapat gelang sebagai tanda masuk sekaligus voucher yang bisa digunakan untuk membeli kopi di tenant sekitar Pos Bloc pada hari yang sama.

Tak perlu khawatir pula kalau harus menunggu sambil berdiri. Area tunggunya cukup nyaman dengan tempat duduk yang tersedia. Sekitar lima menit sebelum keberangkatan, penumpang sudah mulai diarahkan untuk bersiap.

Dari lounge, penumpang diarahkan menuju lantai tiga bus Transjakarta. Di sana, setiap orang mendapat headphone yang nantinya digunakan untuk mendengarkan penjelasan selama perjalanan. Tas juga bisa dititipkan di lantai dua sebelum penumpang naik ke bagian paling atas bus.

Di lantai atas, tidak ada kaca yang membatasi pandangan. Penumpang bisa rasakan langsung angin malam Jakarta, ditemani lampu-lampu kota yang menyala di sepanjang jalan. Kalau biasanya naik TransJakarta identik dengan berdesakan saat jam pulang kerja, kali ini rasanya sedang jalan-jalan.

Menyusuri Jakarta Sambil Mendengar Cerita

Khusus pencinta sejarah, Jakarta Heritage bisa menjadi rute pilihan yang tepat. Rute ini melewati sejumlah bangunan dan kawasan yang punya cerita panjang tentang Jakarta. Mulai dari Gedung Filateli, kemudian melewati Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, hingga kawasan Istana Negara.

Setiap kali melewati bangunan tertentu, suara pemandu terdengar melalui headphone. Informasi sejarah dan fakta-fakta menarik tentang tempat yang dilewati disampaikan sepanjang perjalanan.

Begitu bus mulai berjalan, tak bisa dipungkiri, posisi duduk maupun berdiri di lantai atas membuat penumpang harus sedikit lebih peka dengan keadaan sekitar.

Sesekali bus terasa berguncang ketika melewati jalan yang tidak rata. Di beberapa titik, pemandu bahkan mengingatkan penumpang untuk sedikit menunduk karena ada kabel yang melintang di atas bus. Semua arahan itu terdengar lewat headphone, jadi di tengah asyiknya melihat-lihat Jakarta, tetap ada momen harus sedikit sigap.

Setelah merasa cukup aman dengan posisi duduk, mata mulai sibuk mencari sudut terbaik untuk memotret. Bagian depan bus menjadi salah satu sudut favorit untuk menikmati pemandangan pun berswafoto. Kalau ingin mendapatkan angle yang lebih tinggi, penumpang juga diperbolehkan berdiri di atas kursi, dengan catatan alas kaki harus dilepas.

Tak terasa, sekitar 40 menit berlalu, bus kemudian berhenti di kawasan Monas dan penumpang diberi waktu untuk mengambil foto. Pemandu pun siap membantu mengabadikan momen, termasuk bagi penumpang yang datang sendirian atau sengaja jauh-jauh dari luar kota untuk mencoba tur ini.

Setelah beberapa jepretan, perjalanan kembali dilanjutkan hingga bus tiba kembali di titik keberangkatan.

Rute Lain Bus Open Top Tour

Jakarta Heritage bukan satu-satunya rute pilihan. Open Top Tour of Jakarta menyediakan tiga rute tematik lain yang bisa disesuaikan dengan suasana Jakarta yang ingin dilihat.

Ada Jakarta Skyline yang membawa penumpang menikmati panorama kawasan Sudirman dan MH Thamrin. Ada pula Jakarta Seaside yang memperlihatkan sisi Jakarta di kawasan pesisir, termasuk Pantai Indah Kapuk. Sementara Jakarta Batavia menawarkan pengalaman menyusuri jejak sejarah Batavia dari kawasan Sarinah menuju Kota Tua.

Jadwal keberangkatan tersedia setiap hari dengan beberapa pilihan sesi, mulai dari sunset hingga malam hari, pukul 16.00-20.30 WIB. Titik check-in juga menyesuaikan dengan rute yang dipilih.

Cara membeli tiket Open Top Tour Jakarta

Kalau sudah tertarik mencoba, sebaiknya jangan menunggu terlalu dekat dengan hari keberangkatan. Tiket Open Top Tour of Jakarta terbilang cukup diminati sehingga bisa cepat habis. Sebaiknya tiket dibeli sekitar dua hari sampai seminggu sebelum jadwal yang diinginkan.

Untuk mengikuti perjalanan ini, tiketnya dibanderol Rp75 ribu per orang dan bisa dibeli melalui aplikasi TJ: Transjakarta.

Pembeliannya juga cukup mudah:

1. Buka aplikasi TJ: Transjakarta, masuk ke menu Ticket, lalu pilih Open Top Tour.
2. Pilih rute, tanggal, dan jam keberangkatan.
3. Isi identitas berupa nama, email, dan nomor telepon.
4. Lanjutkan ke pembayaran.

Kalau biasanya Jakarta hanya dilewati untuk menuju tempat tujuan, Open Top Tour of Jakarta menawarkan cara berbeda untuk menikmatinya. Duduk di lantai atas bus, ditemani angin malam, lampu kota, musik, dan cerita dari pemandu membuat jalan-jalan di kota sendiri terasa seperti pengalaman baru.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK