Mitos atau Fakta: Minum Es Bisa Perparah Batuk Anak
Batuk dan pilek merupakan keluhan yang cukup sering dialami anak. Kondisi ini terjadi karena anak lebih mudah terpapar berbagai virus, terutama saat beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain.
Ketika anak sakit, orang tua biasanya menjadi lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman yang diberikan. Salah satu yang sering menjadi perhatian adalah minuman dingin. Lantas, bagaimana fakta di balik mitos minum es anak batuk? Benarkah minuman dingin bisa memperparah batuk?
Banyak orang tua mengaitkan minuman dingin dengan munculnya batuk atau pilek pada anak. Bahkan, sebagian memilih melarang anak minum es ketika sedang batuk karena khawatir kondisinya menjadi lebih parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, batuk pada anak tidak selalu berkaitan dengan makanan atau minuman yang dikonsumsi. Karena itu, penting bagi orang tua memahami fakta mengenai minuman dingin saat anak batuk agar tidak keliru.
Mitos minum es anak batuk
Dilansir dari Patient, sebagian besar batuk dan pilek disebabkan oleh virus yang menginfeksi hidung dan tenggorokan. Virus tersebut dapat menyebar melalui percikan yang keluar ketika seseorang batuk atau bersin.
Anak usia prasekolah dan sekolah dasar juga dapat mengalami batuk atau pilek beberapa kali dalam setahun. Gejalanya dapat berupa batuk, hidung berair, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, hingga tubuh terasa lelah. Batuk bahkan sering terasa lebih mengganggu pada malam hari.
Dengan demikian, minum es bukan penyebab utama batuk dan pilek pada anak. Pengecualian dapat terjadi jika minuman yang dikonsumsi terkontaminasi kuman.
Minuman dingin memang dapat membuat tenggorokan terasa kurang nyaman pada sebagian anak, terutama ketika tenggorokan sedang sensitif. Namun, rasa tidak nyaman tersebut berbeda dengan menyebabkan infeksi atau memperparah penyebab utama batuk.
Jadi, orang tua tidak perlu langsung menganggap minuman es sebagai penyebab anak mengalami batuk. Hal yang lebih penting adalah memastikan anak mendapatkan cukup cairan selama sakit.
Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jika anak merasa tenggorokannya lebih nyaman dengan minuman hangat, orang tua juga dapat memberikannya.
Cara meredakan batuk anak
Sebagian besar batuk dan pilek yang disebabkan oleh virus dapat membaik dengan sendirinya. Gejala biasanya terasa lebih berat selama dua hingga tiga hari pertama, kemudian berangsur membaik dalam beberapa hari berikutnya.
Meski demikian, batuk yang mengganggu dapat bertahan hingga dua sampai empat minggu setelah gejala lain menghilang. Selain memastikan anak cukup minum, istirahat yang cukup juga penting agar tubuh dapat melawan infeksi.
Untuk anak berusia lebih dari satu tahun, minuman hangat dengan madu dan sedikit lemon dapat membantu meredakan iritasi pada tenggorokan. Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah satu tahun karena berisiko menyebabkan botulisme pada bayi.
Orang tua juga sebaiknya memperhatikan kondisi anak. Jika batuk disertai kesulitan bernapas, demam tinggi atau menetap, anak tampak sangat lemas, sulit minum, atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Jadi, mitos minum es anak batuk tidak perlu membuat orang tua terlalu khawatir. Minuman dingin bukan penyebab utama batuk dan pilek karena kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi virus.
Selama anak merasa nyaman, yang terpenting adalah memastikan kebutuhan cairan dan waktu istirahatnya terpenuhi. Orang tua juga tidak perlu memaksakan minuman hangat jika anak justru lebih nyaman mengonsumsi minuman dingin.
(gas/tis)
