5 Pengganti Susu Sapi Anak yang Tak Kalah Bergizi untuk Tumbuh Kembang
Susu sapi merupakan sumber protein, energi, kalsium, serta sejumlah vitamin dan mineral yang mendukung pertumbuhan anak. Sayangnya, tidak semua anak cocok dengan susu sapi, karena alergi atau intoleransi laktosa. Untungnya banyak pilihan pengganti susu sapi anak yang bisa dipertimbangkan oleh orang tua.
Memilih minuman pengganti susu sapi tidak cukup hanya berdasarkan rasa atau kesukaan anak. Namun, harus memiliki kandungan gizi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan hariannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang tua juga perlu memperhatikan usia anak dan kandungan nutrisi pada produk yang dipilih. Lantas, apa saja pengganti susu sapi yang dapat diberikan kepada anak?
Perlu dicatat, tidak semua jenis susu nabati atau susu dari hewan lain memiliki kandungan gizi yang sama. Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini beberapa pilihan pengganti susu sapi yang dapat dipertimbangkan untuk anak di atas 1 tahun.
1. Susu kambing
Ilustrasi. Susu kambing bisa jadi alternatif pengganti susu sapi anak. (Ampelsa/Antara Foto) |
Susu kambing mengandung kalsium, vitamin B6, vitamin A, dan kalium yang cukup tinggi. Namun, kandungan folat dan vitamin B12-nya lebih rendah dibandingkan susu sapi.
Pilih susu kambing yang sudah dipasteurisasi dan bila tersedia, diperkaya dengan vitamin serta mineral. Perlu diketahui, susu kambing tetap mengandung laktosa.
Jadi, susu ini bukan pilihan yang tepat untuk anak yang mengalami intoleransi laktosa. Anak yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi juga dapat mengalami reaksi terhadap susu kambing.
2. Susu domba
Susu domba dapat menjadi alternatif lain yang kandungan gizinya cukup mirip dengan susu kambing. Pastikan produk telah dipasteurisasi sebelum diberikan kepada anak.
Susu domba juga mengandung laktosa, sehingga tidak cocok untuk anak dengan intoleransi laktosa.
Selain itu, anak yang alergi terhadap protein susu sapi mungkin juga mengalami alergi terhadap susu domba. Oleh karena itu, penggunaannya perlu dipertimbangkan dengan saksama.
3. Susu kedelai
Susu kedelai yang sudah diperkaya atau fortifikasi merupakan salah satu pilihan yang cukup baik karena kandungan nutrisinya relatif mirip dengan susu sapi. Pilih produk tanpa tambahan gula dan perhatikan kandungan protein, kalsium, vitamin D, serta vitamin B12.
Namun, sebagian anak yang alergi terhadap susu sapi juga dapat mengalami alergi terhadap kedelai. Jika anak memiliki riwayat alergi, konsultasikan pilihan susu dengan tenaga kesehatan.
4. Susu oat
Susu oat umumnya mengandung energi lebih tinggi dibandingkan beberapa alternatif susu lainnya. Namun, kandungan proteinnya hanya sekitar setengah dari susu sapi, kambing, atau domba.
Oleh karena itu, susu oat sebaiknya tidak menjadi sumber nutrisi utama jika asupan protein anak masih rendah. Pastikan kebutuhan protein tetap dipenuhi dari makanan lain, seperti telur, ikan, daging, atau sumber protein nabati.
5. Susu kacang polong
Susu berbahan dasar kacang polong dapat menjadi pilihan karena kandungan proteinnya cenderung lebih tinggi dibandingkan beberapa susu nabati lainnya. Produk yang diperkaya juga dapat mengandung kalsium, vitamin B12, vitamin D, dan yodium.
Untuk anak, pilih produk tanpa gula tambahan dengan kandungan energi setidaknya 50 kkal per 100 ml.
Nah, itulah sejumlah rekomendasi pengganti susu sapi anak yang bergizi. Jadi, susu mana yang bakal dipilih oleh si kecil?
(gas/rti)
