Obesitas Rendah, Indonesia Masuk 10 Besar Negara Paling Bugar di Dunia
Sejumlah negara tercatat memiliki prevalensi obesitas dewasa yang rendah sehingga masuk dalam daftar negara paling bugar di dunia. Indonesia turut berada dalam daftar tersebut, bahkan masuk 10 besar negara paling bugar di dunia.
Melansir data Seasia Stats yang mengacu pada World Obesity Atlas 2025, prevalensi obesitas dewasa di Indonesia tercatat sebesar 11,52 persen, angka ini membuat Indonesia berada di urutan ke-6 sebagai negara paling bugar di dunia.
Jepang di posisi teratas
Jepang menempati posisi pertama dengan prevalensi obesitas dewasa sebesar 5,57 persen. Pola makan menjadi salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan kondisi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menu masyarakat Jepang secara tradisional banyak menggunakan ikan, sayuran, nasi, serta makanan fermentasi. Makanan juga umumnya disajikan dalam porsi yang relatif moderat.
Aktivitas sehari-hari turut menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jepang. Kebiasaan berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum membuat aktivitas fisik lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas.
Korea Selatan berada di posisi kedua dengan prevalensi obesitas dewasa 7,24 persen. Pola makan masyarakatnya banyak menggunakan sayuran, makanan laut, serta makanan fermentasi seperti kimchi.
China kemudian menempati posisi ketiga dengan angka 8,37 persen. Di tengah urbanisasi dan perubahan gaya hidup yang berlangsung cepat, China masih mencatat prevalensi obesitas dewasa yang relatif rendah dibandingkan banyak negara lainnya.
Indonesia masuk enam besar
Indonesia berada di posisi keenam dengan prevalensi obesitas dewasa sebesar 11,52 persen. Posisi tersebut membuat Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk dalam daftar delapan negara dengan prevalensi obesitas dewasa terendah tersebut.
Masuknya Indonesia dalam daftar ini menarik untuk dicermati di tengah perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat yang terus berkembang. Angka Indonesia berada sedikit di atas Taiwan yang mencatat 11,27 persen.
Sementara itu, Prancis menjadi negara Eropa dengan posisi tertinggi dalam daftar, yakni peringkat keempat dengan prevalensi 10 persen. Swiss berada di posisi ketujuh dengan 12,47 persen. Gaya hidup aktif, termasuk aktivitas di luar ruangan, menjadi salah satu karakteristik yang banyak ditemukan di negara tersebut.
Denmark melengkapi daftar delapan besar dengan prevalensi 13,55 persen. Budaya bersepeda dan penggunaan transportasi aktif membuat aktivitas fisik menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Meski kerap disebut sebagai daftar negara paling bugar, perlu dicatat bahwa pemeringkatan tersebut menggunakan prevalensi obesitas dewasa sebagai salah satu indikator. Angka obesitas yang lebih rendah tidak otomatis berarti seluruh masyarakat di negara tersebut memiliki tingkat kebugaran fisik yang lebih tinggi.
Kebugaran seseorang dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti aktivitas fisik, pola makan, kualitas tidur, kondisi kesehatan, hingga lingkungan tempat tinggal. Karena itu, posisi dalam daftar tersebut sebaiknya dipahami sebagai gambaran berdasarkan indikator prevalensi obesitas dewasa, bukan ukuran tunggal untuk menentukan tingkat kebugaran suatu negara.
Berikut delapan negara dengan prevalensi obesitas dewasa terendah berdasarkan data tersebut:
1. Jepang - 5,57 persen
2. Korea Selatan - 7,24 persen
3. China - 8,37 persen
4. Prancis - 10 persen
5. Taiwan - 11,27 persen
6. Indonesia - 11,52 persen
7. Swiss - 12,47 persen
8. Denmark - 13,55 persen
(anm/tis)