Bahaya Dicegah, Petugas ATC Sadar Ada 2 Pesawat Punya Call Sign Sama

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 11:15 WIB
Ilustrasi. Gara-gara call sign sama, dua pesawat ini nyaris tabrakan di udara. (istockphoto/nuttapong)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua pesawat American Airlines nyaris berada dalam situasi berbahaya di wilayah Phoenix, Amerika Serikat, pada Jumat lalu. Potensi insiden tersebut berhasil dicegah setelah seorang pengawas lalu lintas udara (air traffic controller) menyadari kedua pesawat menggunakan call sign yang sama.

Call sign adalah tanda panggil atau nama identifikasi unik berupa kombinasi kata, huruf, atau angka yang dipakai dalam komunikasi radio antara pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara. 

Kedua pesawat diketahui menggunakan call sign American 2482. Kondisi itu terjadi setelah salah satu penerbangan dari Chicago menuju Phoenix mengalami keterlambatan akibat gangguan cuaca.

Keterlambatan tersebut membuat jadwal kedua penerbangan bertumpang tindih. Akibatnya, pesawat yang baru berangkat dengan call sign American 2482 berada di area yang sama dengan pesawat pertama yang masih dalam perjalanan menuju Phoenix.

Melansir AP, situasi itu berpotensi membingungkan karena pengawas lalu lintas udara harus memberikan instruksi kepada dua pesawat dengan identitas penerbangan yang sama. Kesalahan identifikasi dapat menjadi masalah serius ketika kedua pesawat berada di jalur yang berdekatan atau berpotongan.

Beruntung, pengawas lalu lintas udara menyadari kondisi tersebut dan segera mengambil tindakan untuk menjaga jarak aman antara kedua pesawat.

Untuk membedakan keduanya, pengawas menyebut "American 2482 on the arrival" untuk pesawat yang sedang tiba dan "American 2482 on the departure" untuk pesawat yang baru berangkat.

Pengawas kemudian memastikan pesawat yang sedang tiba tetap berada di atas pesawat yang baru berangkat ketika jalur penerbangan keduanya mulai berpotongan.

Ia juga memastikan kedua pilot dapat melihat pesawat satu sama lain ketika masih berada beberapa mil jauhnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kesalahan identifikasi dan menjaga kedua pesawat tetap berada pada jarak aman.

Pasalnya, situasi dapat menjadi sangat berbahaya jika kedua pilot salah memahami instruksi dan mengira mereka diminta terbang pada ketinggian yang sama saat kedua pesawat bergerak saling mendekat.

Karena itu, pengawas lalu lintas udara harus memastikan instruksi yang diberikan dapat dipahami dengan jelas oleh masing-masing pilot, terutama ketika terdapat dua pesawat dengan call sign identik.

Pengawas yang menangani situasi tersebut bahkan mengaku belum pernah menemukan kejadian serupa selama 25 tahun bekerja.

"Saya sudah bekerja sebagai pengawas lalu lintas udara selama 25 tahun. Saya belum pernah melihat dua pesawat yang hampir bergabung dengan call sign yang sama. Itu sungguh luar biasa," ujar pengawas tersebut melansir The Independent.

(dsd/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK