Jangan Asal, Dokter Sebut 5 Kombinasi Buah Ini Bikin Perut Ngamuk

CNN Indonesia
Minggu, 30 Agu 2026 05:00 WIB
Ada beberapa kombinasi buah yang justru tidak disarankan oleh ahli nutrisi karena bisa bikin saluran cerna bermasalah.
Ilustrasi. Ada beberapa kombinasi buah yang justru tidak disarankan oleh ahli nutrisi karena bisa bikin saluran cerna bermasalah. (iStockphoto/margouillatphotos)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengkombinasikan beberapa buah ke dalam semangkuk salad atau smoothie sepintas terkesan menyehatkan. Namun, tak semua kombinasi buah bisa berjalan sempurna.

Ada beberapa kombinasi buah yang justru tidak disarankan oleh ahli nutrisi karena bisa bikin saluran cerna bermasalah. Apa saja?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter ahli gizi dari Vietnam Institute of Applied Medicine Toan Thi Ngoc Anh mengatakan, buah yang berbeda bisa dicerna dengan kecepatan berbeda.

"Akibatnya, kombinasi buah tertentu bisa mengganggu sistem pencernaan seiring waktu berjalan," ujar Anh, melansir VN Express.

Anh mengelompokkan buah berdasarkan katakteristiknya: buah asam (jeruk dan lemon), buah manis (pisang dan anggur), buah netral (pepaya dan apel), dan buah kaya air (semangka dan melon).

Setiap kelompok buah dicerna dengan kecepatan berbeda dan bekerja paling maksimal dalam kondisi pH lambung tertentu. Menggabungkan kelompok buah yang tidak kompatibel dapat memperlambat pencernaan, membuat makanan berfermentasi di lambung, hingga mengakibatkan kembung dan rasa tidak nyaman di perut.

Kombinasi buah yang tidak disarankan

Nah, untuk mendapatkan manfaat maksimal, hindari kombinasi buah di bawah ini.

1. Melon dan jenis buah lainnya

Melon dan semangka kaya akan air. Buah yang kaya akan air lebih cepat melewati saluran cerna.

Menggabungkan buah kaya air seperti melon dengan buah lain yang lebih lambat dicerna akan mengganggu pencernaan. Melon akan terfermentasi di dalam pencernaan dan memicu kembung serta rasa tidak nyaman.

Selain itu, melon juga memiliki enzim pencernaan sendiri yang dapat berbenturan dengan buah-buahan lain dan memperburuk gangguan pencernaan.

Anh menyarankan konsumsi melon secara terpisah, setidaknya 30 menit sebelum atau setelah mengonsumsi buah dan makanan lain.

2. Buah bertepung dan buah kaya protein

Buah seperti pisang relatif tinggi pati. Sementara buah lainnya seperti jambu, alpukat, dan kiwi mengandung lebih banyak protein. Jangan kombinasikan kedua jenis buah ini.

Menurut Anh, konsumsi keduaya secara bersamaan membuat tubuh memproduksi berbagai enzim pencernaan secara simultan. Hal ini dapat memperlambat pencernaan hingga memicu kembung.

3. Buah asam dan buah manis

Jangan kombinasikan buah asam seperti jeruk, stroberi, dan apel dengan buah yang manis secara alami seperti pisang atau anggur. Keduanya akan lebih mudah berfermentasi selama pencernaan jika dikonsumsi secara bersamaan.

Mengkombinasikan keduanya juga dapat memicu perubahan pH lambung secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat memicu mual, asidosis ringan, sakit kepala, dan kelelahan.

4. Pepaya dan lemon

Pepaya dan lemon sama-sama bergizi jika dikonsumsi secara terpisah. Namun, menggabungkan keduanya dapat mengganggu keseimbangan hemoglobin yang bisa memicu anemia.

Pada anak yang sistem pencernaannya belum sempurna, kombinasi pepaya dan lemon dapat memicu gangguan metabolisme atau reaksi alergi.

5. Buah dan sayuran

Buah dan sayuran sering dicampur menjadi satu dalam semangkuk salad. Namun, pilihan ini perlu dipertimbangkan kembali.

Buah kaya akan gula alami, sementara sayur kaya akan serat tak larut yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Mengonsumsi keduanya secara bersamaan dapat memperlambat seluruh proses dan mengurangi jumlah nutrisi yang sebenarnya bisa diserap tubuh.

Sebagai contoh, memadukan selada dengan nanas yang sering hadir dalam semangkuk salad.

Selain masalah kombinasi, porsi buah yang dimakan juga perlu diperhatikan. Konsumsi buah jumlah besar dalam waktu singkat dapat mengganggu pencernaan lantaran kandungan gula dan seratnya yang tinggi.

Anh juga menyarankan untuk mengonsumsi buah 1-2 jam sebelum atau setelah makan utama.

(asr)