Pindah ke 7 Negara Indah Ini, Kamu Bisa Dibayar Ratusan Juta Rupiah
Keinginan untuk menetap dan memulai hidup baru di luar negeri kini bukan lagi sekadar impian bagi pensiunan atau pekerja korporat eksekutif. Pesatnya tren kerja jarak jauh, pengusaha digital, hingga kreator konten telah mengubah peta imigrasi global.
Data penelitian MBO Partners mencatat sekitar 18,5 juta warga Amerika Serikat (AS) mengidentifikasi diri sebagai digital nomad pada 2025, melonjak lebih dari 150 persen dibandingkan 2019.
Melansir Veranda, fenomena ini memicu berbagai negara berlomba-lomba menggaet pekerja profesional independen demi menggerakkan roda ekonomi lokal mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi menarik minat para pendatang, sejumlah pemerintah negara dan otoritas daerah menawarkan insentif menarik. Bentuknya beragam, mulai dari hibah tunai, subsidi perumahan, kemudahan insentif pajak, dukungan bisnis rintisan (startup), hingga jalur residensi yang dipermudah.
Kendati menawarkan dana hingga ribuan dolar AS, program-program ini umumnya tetap memberi syarat bukti penghasilan yang sah serta komitmen untuk menetap dan berkontribusi pada ekonomi setempat.
Berikut adalah 7 negara indah yang menawarkan program insentif kepindahan untuk tahun 2027:
1. Italia
Insentif kepindahan di Italia berfokus pada revitalisasi kawasan pedesaan yang mengalami penurunan populasi. Wilayah seperti Calabria, Sardinia, dan Molise menawarkan insentif dana hingga 30.000 euro atau sekitar Rp620 juta bagi warga yang bersedia pindah ke kota kecil, membuka usaha, atau memulihkan ekonomi lokal.
Selain itu, program rumah seharga 1 euro atau sekitar Rp20 ribu di Sisilia dan Abruzzo juga menjadi daya tarik. Pembeli hanya diwajibkan berkomitmen melakukan renovasi properti sesuai batas waktu yang ditentukan.
2. Swiss
Desa Albinen yang terletak di kawasan Pegunungan Alpen Valais menawarkan dana bantuan hingga 25.000 Franc Swiss atau sekitar Rp556 juta per orang dewasa dan 10.000 Franc Swiss per anak.
Namun, program ini bukan jalur langsung untuk mendapatkan izin tinggal. Pemohon wajib memiliki izin tinggal sah di Swiss terlebih dahulu, berusia di bawah 45 tahun, serta berkomitmen untuk tinggal di Albinen minimal selama 10 tahun.
3. Spanyol
Wilayah pedesaan di Spanyol utara, seperti Asturias dan Galicia, menghadirkan kombinasi bantuan perumahan, dukungan lapangan kerja, insentif pajak, hingga hibah lokal. Untuk menikmati fasilitas ini, pendatang dapat memanfaatkan visa digital nomad atau izin tinggal berbasis kewirausahaan dan pensiun.
4. Yunani
Pemerintah daerah di pulau-pulau kecil Yunani tengah aktif menggaet keluarga dan pengusaha baru. Salah satu yang paling populer adalah Pulau Antikythera.
Keluarga terpilih yang bersedia pindah secara permanen bakal mendapatkan fasilitas rumah, tanah, serta tunjangan bulanan sebesar 500 euro atau sekitar Rp10,3 juta selama beberapa tahun.
5. Irlandia
Melalui inisiatif Our Living Islands, Irlandia berfokus merenovasi 23 pulau terpencil berpenghuni, seperti Kepulauan Aran dan Pulau Achill. Pemerintah menawarkan hibah renovasi hingga 84.000 euro atau sekitar Rp1,73 miliar bagi warga yang berkomitmen memugar rumah kosong dan menetap dalam jangka panjang.
6. Kroasia
Kroasia menawarkan izin tinggal digital nomad berdurasi satu tahun bagi pekerja jarak jauh luar negeri. Selain itu, beberapa pemerintah daerah di Kroasia juga memberikan bantuan pembiayaan atau subsidi renovasi rumah bagi pendatang yang bersedia menetap di wilayah pedesaan.
7. Estonia
Dikenal sebagai salah satu negara paling maju secara digital di Eropa, Estonia berfokus menggaet pengusaha dan pekerja sektor teknologi. Melalui program Startup Estonia dan Startup Visa, pendatang non-Uni Eropa diberikan kemudahan penuh untuk mendirikan dan mengoperasikan perusahaan berbasis teknologi di Tallinn.
(wiw)