Dukungan Emosional Jadi Bagian Penting dalam Perawatan Kanker

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 22:41 WIB
ilustrasi kanker payudara
Ilustrasi. Dukungan dari keluarga sekitar sangat penting untuk pengobatan pasien kanker. (iStockphoto/ljubaphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kanker bukan hanya menjadi persoalan kesehatan bagi pasien, tetapi juga dapat memengaruhi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Karena itu, dukungan emosional, informasi yang tepat, dan lingkungan yang suportif menjadi bagian penting dalam perjalanan menghadapi penyakit ini.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Onkologi Indonesia Cosphiadi Irawan mengatakan diagnosis kanker kerap menimbulkan tekanan psikologis yang berat bagi pasien dan keluarga yang mendampinginya.

"Begitu seseorang didiagnosis kanker, yang terbersit dalam pemikirannya adalah bahwa ini hukuman mati," kata Cosphiadi dalam keterangannya saat hadir di acara peluncuran Komunitas Harapan Indonesia yang bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Paru Sedunia 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, keberadaan support system dari keluarga, teman, dan lingkungan dapat membantu pasien menghadapi tekanan tersebut. Dukungan itu diharapkan dapat membuat pasien melihat bahwa masih ada harapan dan pilihan dalam menjalani pengobatan.

Selain dukungan psikologis, deteksi dan penanganan kanker sedini mungkin juga menjadi hal yang penting. Cosphiadi mengatakan kanker dapat disembuhkan apabila ditemukan pada stadium awal.

Sementara pada kanker stadium lanjut, pengobatan dapat diarahkan untuk mencapai masa bebas progresi penyakit. Perkembangan pengobatan kanker kini juga mencakup berbagai pilihan, mulai dari terapi sistemik, terapi target, imunoterapi onkologi, hingga terapi sel. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang menetap.

"Jika terdapat keluhan yang tidak kunjung membaik selama lebih dari tiga minggu, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.

Langkah tersebut penting karena sejumlah gejala kanker dapat menyerupai gangguan kesehatan lain. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Etana Biotechnologies Indonesia Nathan Tirtana mengatakan penanganan kanker membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya dari sektor kesehatan.

Menurut dia, pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, industri, komunitas pasien, dan masyarakat perlu bekerja bersama untuk memberikan dukungan yang lebih luas bagi pasien kanker.

"Kami percaya bahwa menghadirkan inovasi di bidang kesehatan saja tidaklah cukup. Inovasi harus berjalan berdampingan dengan kepedulian, empati, dan kolaborasi," kata Nathan.

Dukungan tersebut, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pengembangan terapi, tetapi juga penguatan komunitas pasien dan ekosistem kesehatan. Komunitas Harapan Indonesia sendiri mengusung semangat 'Spread Hope' melalui berbagai kegiatan, seperti edukasi kesehatan, health talk, seminar, diskusi bersama tenaga kesehatan, serta aktivitas komunitas.

Perjalanan menghadapi kanker tidak hanya membutuhkan pengobatan medis. Informasi kesehatan yang terpercaya, komunikasi yang baik dengan tenaga kesehatan, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan juga dapat menjadi bagian penting dalam membantu pasien menjalani proses pengobatan.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala kesehatan yang menetap, langkah yang paling tepat adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan tidak melakukan diagnosis sendiri. Semakin cepat keluhan diperiksa, semakin cepat pula penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi pasien.

(tis/tis)
placeholder