5 Kebiasaan Orang Sukses yang Bisa Kamu Terapkan Sehari-hari
Menjadi pengusaha bukan hanya soal memiliki ide bisnis yang menarik atau modal yang cukup. Di balik bisnis yang mampu bertahan dan berkembang, ada kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dari hari ke hari.
Kesuksesan juga tidak selalu datang dalam bentuk pencapaian besar. Bagi sebagian pengusaha, keberhasilan bisa dimulai dari kemampuan menetapkan prioritas, terus belajar, menjaga hubungan dengan orang lain, hingga tetap konsisten ketika bisnis menghadapi tantangan.
Dunia kewirausahaan pun terus berubah. Perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen, hingga semakin banyaknya peluang bisnis membuat semakin banyak orang memilih untuk mengubah passion atau keahliannya menjadi sumber penghasilan.
Meski begitu, memiliki semangat dan optimisme saja belum tentu cukup. Ketika menjalankan bisnis, seseorang juga perlu membangun rutinitas yang dapat membantu menjaga fokus dan konsistensi dalam jangka panjang.
Lantas, kebiasaan apa saja yang bikin seseorang lebih sukses dalam usahanya? Berikut beberapa kebiasaannya yang juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Memulai hari dengan tujuan jelas
Pengusaha sukses tidak selalu memulai hari dengan daftar pekerjaan yang panjang. Mereka justru berusaha mengetahui hal apa yang paling penting untuk diselesaikan. Menentukan prioritas sejak pagi dapat membantu mengurangi distraksi sekaligus membuat aktivitas sepanjang hari lebih terarah.
Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah menuliskan tiga prioritas utama sebelum mulai bekerja. Setelah itu, fokus menyelesaikan pekerjaan tersebut sebelum beralih ke hal lain.
Direktur & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan sejumlah pemimpin terbiasa mengawali pagi dengan meninjau kembali tujuan mereka. Sebagian juga menggunakan waktu tersebut untuk berkomunikasi dengan klien, mitra, atau rekan kerja.
"Ketika memulai hari dengan tujuan yang jelas, setiap tindakan, sekecil apa pun, akan membawa kita semakin dekat dengan tujuan yang ingin dicapai," katanya dalam keterangannya.
2. Terus memiliki rasa ingin tahu dan belajar
Bisnis bergerak dalam lingkungan yang terus berubah. Apa yang berhasil hari ini belum tentu memberikan hasil yang sama beberapa tahun mendatang. Karena itu, Anda perlu memiliki rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus belajar.
Pengetahuan baru bisa diperoleh dari berbagai cara, mulai dari mengikuti pelatihan, berdiskusi dengan mentor, membaca, hingga mendengarkan masukan dari pelanggan. Kebiasaan belajar juga membuat pengusaha lebih siap menghadapi perubahan. Tantangan yang muncul tidak selalu harus dipandang sebagai hambatan, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk menemukan pendekatan baru.
Tidak perlu langsung mengalokasikan waktu berjam-jam. Meluangkan sekitar 30 menit setiap minggu untuk mempelajari sesuatu yang relevan dengan bisnis dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan tersebut.
3. Membangun hubungan, bukan sekadar transaksi
Hubungan yang baik tidak hanya dibangun ketika seseorang membutuhkan sesuatu. Menjaga komunikasi, mendengarkan, dan menunjukkan perhatian secara konsisten dapat membantu membangun kepercayaan. Seiring waktu, hubungan tersebut dapat berkembang menjadi komunitas yang saling mendukung dan memiliki tujuan bersama.
"Ketika kita mengutamakan hubungan sebelum transaksi, kita membangun loyalitas yang dapat bertahan jauh lebih lama daripada satu kali penjualan," kata Oktrianto.
4. Tetap konsisten saat menghadapi tantangan
Tidak ada bisnis yang selalu berjalan mulus. Pengusaha bisa menghadapi penjualan yang menurun, perubahan pasar, keraguan terhadap diri sendiri, hingga perubahan tujuan. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang merespons situasi tersebut.
Konsistensi bukan berarti bekerja tanpa henti. Konsistensi berarti tetap menjalankan komitmen dan melakukan langkah yang diperlukan meski hasilnya belum langsung terlihat. Upaya kecil yang dilakukan secara berulang dapat membangun kepercayaan, kredibilitas, dan hasil dalam jangka panjang.
Saat menghadapi masa sulit, pengusaha dapat mencatat aktivitas yang dilakukan setiap minggu. Misalnya, komunikasi dengan calon pelanggan, pertemuan, hingga pencapaian tertentu. Dengan begitu, perhatian tidak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang sudah dilalui.
5. Mengapresiasi setiap kemajuan
Memiliki target merupakan hal penting dalam menjalankan usaha. Namun, terlalu fokus pada tujuan akhir terkadang membuat berbagai pencapaian kecil selama perjalanan tidak terlihat. Padahal, kemajuan tidak selalu harus berupa peningkatan penjualan atau keuntungan. Mendapatkan pelanggan baru, menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, membangun relasi, atau menemukan solusi dari sebuah masalah juga merupakan pencapaian.
Mencatat satu keberhasilan dan satu pelajaran setiap akhir pekan dapat membantu pengusaha melihat perkembangan secara lebih jelas. Kebiasaan tersebut juga dapat menjaga motivasi, terutama ketika hasil besar yang ditargetkan belum tercapai.
(tis/tis)