Studi: Selain Mental, Gula Darah Pasien Skizofrenia Juga Perlu Dijaga
Pengobatan skizofrenia tidak berhenti pada upaya menjaga gejala kejiwaan tetap terkendali. Kondisi fisik pasien, termasuk berat badan dan kadar gula darah, juga perlu mendapat perhatian.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pasien yang menjalani terapi antipsikotik. Obat tersebut dibutuhkan untuk membantu menjaga kestabilan kondisi mental, tetapi di sisi lain pasien dapat menghadapi risiko kenaikan berat badan berlebih hingga kadar gula darah yang melonjak tinggi.
Ketika kedua kondisi tersebut muncul bersamaan, perawatan pasien pun perlu melihat kesehatan secara lebih menyeluruh. Gambaran mengenai hal itu terlihat dalam studi HISTORI yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian tersebut melihat penanganan masalah metabolik pada pasien skizofrenia yang menjalani terapi antipsikotik serta mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dan prediabetes.
Dalam penelitian tersebut, peserta mendapatkan penanganan dengan inovasi GLP-1 RA Novo Nordisk atau plasebo sebagai pembanding. Selama penelitian berlangsung sekitar tujuh bulan, peserta tetap melanjutkan pengobatan antipsikotik yang selama ini mereka konsumsi.
Hasilnya menunjukkan perubahan pada kondisi metabolik peserta yang mendapatkan GLP-1 RA. Kelompok tersebut mengalami penurunan berat badan dan perbaikan kadar gula darah jangka panjang yang lebih baik dibandingkan kelompok pembanding.
Bahkan, mayoritas peserta yang mendapatkan terapi berhasil mengembalikan kadar gula darah mereka ke rentang normal. Perubahan positif juga terlihat pada kondisi fisik. Peserta melaporkan peningkatan kebugaran serta merasa lebih nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.
Namun, ada hal lain yang tidak kalah penting dalam penelitian tersebut. Perbaikan pada berat badan dan kadar gula darah tidak disertai perburukan gejala skizofrenia selama masa penelitian. Kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan mental peserta juga tetap stabil.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kondisi kejiwaan ketika masalah kesehatan fisik pasien skizofrenia ikut ditangani. Meski demikian, penelitian ini bukan berarti menunjukkan bahwa GLP-1 RA dapat menyembuhkan skizofrenia.
Terapi tersebut dalam penelitian ditujukan untuk membantu menangani kelebihan berat badan dan risiko gula darah tinggi pada pasien dengan kondisi yang sesuai kriteria penelitian. Dari sisi keamanan, keluhan yang paling sering dialami peserta berkaitan dengan saluran pencernaan. Sebagian besar peserta juga berhasil menyelesaikan masa penelitian.
Pengobatan tetap harus dalam pengawasan dokter
Studi HISTORI juga menunjukkan bahwa penanganan pasien skizofrenia membutuhkan perhatian yang lebih luas daripada sekadar mengendalikan gejala kejiwaan.
Perubahan berat badan maupun kadar gula darah selama menjalani pengobatan sebaiknya dibicarakan secara terbuka dengan dokter. Pasien juga tidak disarankan menghentikan atau mengubah dosis obat antipsikotik secara mandiri demi mengatasi persoalan berat badan ataupun gula darah.
Penanganan masalah metabolik juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan medis masing-masing pasien dan berada di bawah pengawasan dokter. Dalam perawatan yang menyeluruh, psikiater, dokter penyakit dalam, ahli gizi, dan tenaga kesehatan lainnya dapat berkolaborasi untuk membantu menangani kesehatan mental sekaligus kondisi fisik pasien.
Dengan demikian, menjaga kestabilan pasien skizofrenia bukan hanya tentang bagaimana gejalanya terkendali, tetapi juga bagaimana kesehatan fisiknya tetap diperhatikan selama menjalani pengobatan.
(tis/tis)