Asal Usul Bunga Tabebuya, Si Sakura Tropis Penghias Kota
Asal usul bunga tabebuya menarik untuk diketahui, terutama setelah pohon ini kerap menghiasi sejumlah ruas jalan di kota-kota Indonesia. Saat bunganya bermekaran, tabebuya dapat mengubah suasana jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan menjadi lebih semarak dengan warna merah muda, putih, hingga kuning.
Pemandangan seperti ini belakangan terlihat di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Deretan tabebuya yang sedang berbunga membuat ruas jalan tersebut tampak seperti lorong taman di tengah kota.
Dari sudut pandang yang lebih tinggi, tajuk bunga tabebuya terlihat membentuk kanopi di kedua sisi jalan. Pepohonan hijau, langit biru, serta bunga yang berguguran di sekitar trotoar menciptakan suasana yang berbeda dari wajah Jakarta yang identik dengan gedung, permukiman, dan lalu lintas padat.
Asal usul bunga tabebuya
Jika melihat asal usul bunga tabebuya, tanaman ini bukan berasal dari Jepang seperti sakura. Tabebuya berasal dari kawasan Amerika Selatan dan termasuk kelompok tumbuhan dari famili Bignoniaceae.
Tanaman yang dikenal dengan nama ilmiah Tabebuia ini banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis. Di sejumlah negara, kelompok tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena memiliki bunga berukuran cukup besar dengan warna yang mencolok.
Kemiripan tampilannya dengan sakura membuat tabebuya kemudian populer sebagai tanaman penghias jalan, taman, kawasan permukiman, hingga lingkungan kampus. Di Indonesia, keberadaannya semakin mudah ditemukan karena tanaman ini dapat tumbuh di lingkungan beriklim tropis.
Ciri-ciri pohon tabebuya
Tabebuya memiliki karakteristik yang cukup mudah dikenali ketika sedang berbunga. Pohonnya dapat tumbuh hingga sekitar 8-10 meter sehingga cukup sering dimanfaatkan sebagai tanaman penghias sekaligus peneduh di ruang terbuka.
Daunnya berwarna hijau dan tersusun menyirip. Ketika tumbuh lebat, daun tersebut membuat pohon tampak rimbun dan memberikan kesan hijau pada lingkungan sekitarnya.
Namun, daya tarik utama tabebuya tentu terletak pada bunganya. Bunga tabebuya berbentuk menyerupai terompet dan tumbuh secara bergerombol. Warnanya pun beragam, mulai dari merah muda, putih, kuning, hingga sejumlah variasi warna lainnya.
Melansir berbagai sumber, pada periode berbunga, bunga dapat memenuhi tajuk pohon sehingga tampilannya menjadi sangat mencolok. Bunga yang berguguran juga dapat menutupi permukaan jalan dan menciptakan pemandangan yang menjadi daya tarik tersendiri.
Jenis bunga tabebuya
Tabebuya memiliki sejumlah variasi warna bunga yang dapat ditemukan di berbagai tempat. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Tabebuya merah muda
Tabebuya dengan bunga merah muda termasuk yang paling mudah menarik perhatian. Warnanya yang lembut menjadi salah satu alasan tanaman ini sering disamakan dengan sakura. Ketika mekar secara bersamaan dalam jumlah banyak, bunga merah muda dapat membuat ruas jalan terlihat lebih cerah dan fotogenik.
2. Tabebuya kuning
Berbeda dengan varian merah muda, tabebuya kuning memiliki bunga berwarna kuning cerah. Warna tersebut memberikan kesan lebih ceria sehingga cocok digunakan untuk mempercantik ruang terbuka.
3. Tabebuya putih
Tabebuya putih menawarkan tampilan yang lebih sederhana dan lembut. Ketika ditanam dalam jumlah banyak, bunga putih dapat menciptakan kesan bersih dan menenangkan di lingkungan sekitarnya.
Tabebuya berbeda dengan sakura
Meski kerap disebut 'sakura tropis', tabebuya dan sakura sebenarnya merupakan tanaman yang berbeda. Dari sisi asal, tabebuya berasal dari kawasan Amerika Selatan, sedangkan sakura identik dengan Jepang dan kawasan Asia Timur. Perbedaan juga terlihat dari bentuk bunganya.
Bunga tabebuya memiliki bentuk menyerupai terompet, sementara bunga sakura memiliki lima kelopak yang menjadi ciri khasnya. Keduanya juga tumbuh pada kondisi iklim yang berbeda.
Tabebuya lebih sesuai dengan wilayah tropis dan subtropis, sehingga relatif cocok ditanam di Indonesia. Sementara itu, sakura lebih dikenal sebagai tanaman yang tumbuh di wilayah dengan empat musim, termasuk Jepang.
Perbedaan lain dapat dilihat dari pola pertumbuhannya. Tabebuya dapat tetap memiliki daun hijau, sedangkan pada sakura terdapat fase tertentu ketika bunga bermekaran sebelum kemudian disusul pertumbuhan daun.
(tis/tis)