Protein Anak Tak Harus Mahal, Ini Cara Penuhi Nutrisinya

CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2026 09:45 WIB
Ilustrasi. Memenuhi gizi keluarga tak perlu harga mahal. (iStock/AsiaVision)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memenuhi kebutuhan protein anak tidak selalu membutuhkan bahan pangan dengan harga mahal. Dengan pemilihan bahan yang tepat, keluarga dapat memanfaatkan beragam sumber pangan yang mudah ditemukan dan menyesuaikannya dengan kemampuan ekonomi rumah tangga.

Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani mengatakan pemenuhan protein merupakan bagian penting dari penerapan gizi seimbang pada anak. Namun, protein bukan satu-satunya zat gizi yang perlu diperhatikan.

Menurut Tara, orang tua perlu memastikan menu anak tetap lengkap dan beragam dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar.

"Definisi sehat adalah kita harus menerapkan gizi seimbang, lengkap, dan juga bervariasi. Itu yang paling penting," kata Tara dalam media forum bertema 'Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal' yang digelar Ngobras bersama Frisian Flag, mengutip Antara.

Tak harus bergantung pada satu sumber protein

Tara mengatakan keluarga tidak perlu bergantung pada satu jenis sumber protein tertentu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Beragam bahan pangan lokal dapat menjadi pilihan selama dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Pilihan tersebut juga dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi masing-masing keluarga. Artinya, keterbatasan anggaran tidak serta-merta membuat orang tua harus mengabaikan kebutuhan gizi anak.

Keberagaman makanan justru penting agar anak mendapatkan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Sumber protein dapat berasal dari pangan hewani maupun nabati yang tersedia dan terjangkau di lingkungan sekitar.

Karena itu, orang tua tidak hanya perlu mempertimbangkan harga ketika memilih makanan, tetapi juga kandungan gizi dan cara mengombinasikannya dalam menu sehari-hari.

Menurut Tara, pemahaman mengenai nutrisi menjadi salah satu kunci dalam menentukan makanan untuk anak. Literasi gizi membantu orang tua mengenali kebutuhan anak sekaligus memilih bahan pangan yang sesuai dengan kondisi keluarga.

"Perlu lebih mindful, perlu lebih mengerti, dan punya literasi gizi," ujarnya.

Dengan pengetahuan tersebut, orang tua dapat menyusun menu secara lebih bijak tanpa harus terpaku pada anggapan bahwa makanan bergizi selalu mahal.

Literasi gizi juga membuat orang tua lebih mudah mengenali berbagai alternatif bahan pangan. Dengan begitu, satu bahan makanan yang harganya sedang meningkat dapat digantikan dengan sumber nutrisi lain yang lebih terjangkau.

Hal yang tidak kalah penting, kebutuhan nutrisi anak perlu disesuaikan dengan usia dan tahap tumbuh kembangnya. Jumlah dan jenis makanan yang diberikan pun perlu diperhatikan agar asupan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mendukung pertumbuhan.

Pilihan makanan memengaruhi kualitas konsumsi keluarga

Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) I Dewa Gede Karma Wisana mengatakan pilihan makanan dalam rumah tangga turut memengaruhi kualitas konsumsi pangan keluarga. Perhatian terhadap kualitas makanan perlu dilakukan agar kebutuhan nutrisi seluruh anggota keluarga, termasuk anak, tetap terpenuhi.

Kondisi ekonomi rumah tangga memang dapat memengaruhi pilihan makanan. Namun, keputusan dalam berbelanja dan menyusun menu juga berperan dalam menentukan kualitas konsumsi keluarga. Karena itu, pengelolaan anggaran pangan perlu dilakukan secara cermat. Keluarga dapat mengutamakan bahan makanan yang bernutrisi, mudah diperoleh, dan sesuai dengan kemampuan finansial.

"Memenuhi kebutuhan protein anak tidak selalu identik dengan pengeluaran besar. Dengan mengenali berbagai sumber pangan, memiliki literasi gizi, dan menyusun menu yang lengkap serta beragam, keluarga tetap dapat mendukung tumbuh kembang anak meski dengan anggaran terbatas," katanya.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK