Gejala Asam Lambung Mirip Kanker Limfoma, Dokter Jelaskan Bedanya
Keluhan nyeri ulu hati, dada terasa penuh, hingga sesak napas kerap dianggap sebagai masalah lambung. Padahal, keluhan serupa juga dapat muncul akibat kondisi lain, termasuk pembesaran kelenjar getah bening di dalam tubuh.
Hal itu dialami Naya Nika Mulyani (30), perempuan asal Tangerang yang sempat mengira nyeri punggung hingga ulu hati dan sesak napas yang dialaminya merupakan asam lambung.
Kecurigaannya berubah setelah muncul benjolan keras dan tidak nyeri di ketiak kiri. Naya kemudian didiagnosis mengalami limfoma stadium 4.
"Aku Naya Nika, cancer survivor lymphoma stadium 4 yang udah metastase ke otak. Jadi, gejala yang aku alami itu aku tuh ada benjolan di ketiak sebelah kiri. Itu benjolan dadakan, gak nyeri, dan keras", kata Naya dalam unggahan akun instagram miliknya.
Dokter spesialis penyakit dalam, Ario Perbowo Putra mengatakan keluhan seperti yang dialami Naya memang bisa muncul pada pasien limfoma, terutama ketika terjadi pembesaran kelenjar getah bening di dalam rongga dada atau perut.
Kondisi tersebut bukan berarti limfoma menyebabkan asam lambung. Keluhan terasa mirip karena adanya tekanan dari pembesaran jaringan di area yang berdekatan dengan organ pencernaan atau saluran pernapasan.
"Keluhan nyeri ulu hati, dada terasa penuh, nyeri menjalar ke punggung, atau sesak napas sebenarnya tidak selalu berasal dari asam lambung," kata Ario kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/8).
"Jika pembesaran berada di dada, massa dapat menekan saluran napas atau struktur di sekitarnya sehingga menimbulkan sesak, batuk, nyeri dada, atau rasa tertekan," sambungnya.
Sementara itu, pembesaran kelenjar atau limpa di rongga perut dapat menekan lambung. Akibatnya, muncul keluhan yang lebih dekat dengan masalah pencernaan.
"Jika berada di perut, pembesaran kelenjar atau limpa dapat menekan lambung sehingga menyebabkan nyeri ulu hati, cepat kenyang, mual, atau perut terasa penuh," ujar Ario.
Keluhan tersebut akhirnya dapat terasa seperti gangguan lambung meski penyebabnya berbeda.
Keluhan lambung tak selalu limfoma
Ario menekankan bahwa kemiripan gejala tidak berarti setiap orang yang mengalami nyeri ulu hati atau gangguan pencernaan perlu mencurigai limfoma.
Menurutnya, keluhan tersebut bersifat tidak spesifik dan jauh lebih sering disebabkan berbagai masalah kesehatan yang umum.
"Bisa terjadi tumpang tindih, tetapi istilah yang lebih tepat adalah 'limfoma dapat meniru keluhan lambung', bukan bahwa gejala asam lambung merupakan gejala khas limfoma," katanya.
Hal serupa berlaku pada benjolan di ketiak. Benjolan tidak otomatis menandakan kanker atau limfoma karena dapat muncul akibat infeksi, peradangan, kelainan payudara, maupun kondisi lainnya.
"Adanya benjolan di ketiak kiri juga menjadi petunjuk penting, walaupun benjolan ketiak tidak otomatis berarti limfoma," ujar Ario.
Karena itu, keluhan seperti nyeri ulu hati, mual, hingga sesak perlu diperhatikan apabila menetap atau semakin berat, terlebih jika muncul bersamaan dengan tanda lain seperti benjolan.
"Keluhan seperti nyeri ulu hati, dada tidak nyaman, mual, cepat kenyang, dan sesak memang tidak spesifik. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa seseorang dengan keluhan asam lambung kemungkinan besar menderita limfoma," jelas Ario.
(anm/fef)