Selama ini makanan kerap disalahkan ketika tekanan darah naik. Padahal, pola makan atau jenis makanan tertentu bukanlah satu-satunya faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah.
Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang mungkin tampak sepele juga bisa menaikkan tekanan darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kebiasaan ini diabaikan, maka dapat meningkatkan risiko penyakit hipertensi dan kardiovaskular.
Lantas, kebiasaan apa saja yang tanpa disadari dapat memicu kenaikan tekanan darah? Berikut daftarnya.
1. Kurang tidur
Dikutip dari Verywellhealth, kebiasaan tidur kurang dari tujuh jam dapat mengganggu keseimbangan hormon dan mengaktifkan respons stres tubuh yang berperan dalam meningkatkan tekanan darah.
Seseorang yang mengalami gangguan tidur kronis, terutama yang berkaitan dengan kondisi seperti sleep apnea, juga dikaitkan dengan hipertensi yang sulit dikendalikan.
2. Sering merasa stres
Ilustrasi stres bisa memicu kenaikan tekanan darah. (Foto: iStock/Edwin Tan) |
Stres kronis akibat pekerjaan, hubungan, atau masalah keuangan dapat memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit dan detak jantung meningkat sehingga tekanan darah ikut naik.
Mengelola stres dengan olahraga rutin, tidur cukup, menghindari rokok, membatasi alkohol, serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai dapat membantu tubuh lebih rileks dan mencegah kenaikan tekanan darah.
3. Kurang minum air putih
Jangan abaikan kondisi tubuh dehidrasi. Ditambahkan dari laman Health, dehidrasi ringan sekalipun dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah dan berpotensi meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu.
Untuk itu, penting menjaga tubuh tetap terhidrasi membantu mempertahankan aliran darah yang sehat. Sebagian besar ahli menyarankan pria untuk minum setidaknya 3,7 liter air per hari dan wanita setidaknya 2,7 liter per hari.
4. Mengonsumsi suplemen atau obat herbal
Beberapa obat bebas dan suplemen dapat meningkatkan tekanan darah. Obat stimulan, obat dekongestan seperti pseudoephedrine dan phenylephrine, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kortikosteroid, hingga sejumlah suplemen herbal dapat menaikkan tekanan darah.
Suplemen yang mengandung ginseng, ginkgo, atau akar manis (licorice) juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan tekanan darah.
5. Kebanyakan minum kopi dan alkohol
Konsumsi kafein berlebihan dapat memicu kenaikan tekanan darah pada sebagian orang. Sementara itu, konsumsi alkohol secara berlebihan atau dalam jumlah banyak dalam satu waktu dapat meningkatkan tekanan darah, baik secara akut maupun jangka panjang.
6. Merokok
Setiap isapan rokok dapat menyebabkan tekanan darah meningkat sementara karena nikotin merangsang sistem saraf simpatik dan membuat pembuluh darah menyempit.
Jika kebiasaan merokok tak dihentikan, tekanan pada sistem kardiovaskular dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang, membuat pembuluh darah menjadi kaku dan meningkatkan risiko hipertensi.
7. Terlalu banyak duduk
Kurangnya aktivitas fisik dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan bahkan mengganggu kesehatan pembuluh darah.
Sebaliknya, aktivitas aerobik secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian menunjukkan olahraga kardio teratur dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolik rata-rata sekitar 5-7 mmHg.
Menjaga tekanan darah tidak hanya soal membatasi makanan tertentu. Kebiasaan lain seperti kurang tidur, stres, hingga konsumsi kafein dan obat-obatan tertentu juga dapat memicu kenaikan tekanan darah.
(fef)

