Liburan Santai dan Bermakna Kini Lebih Dipilih Turis Asia

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 15:30 WIB
Liburan Santai dan Bermakna Kini Lebih Dipilih Turis Asia
Ilustrasi turis di destinasi wisata. (Sofia Sforza/StockSnap)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perilaku wisatawan atau turis di kawasan Asia-Pasifik kini mengalami pergeseran mendasar. Para pelancong mulai meninggalkan tren liburan serba cepat atau fast travel dan beralih ke gaya perjalanan yang lebih santai serta bermakna atau slow travel.

Melansir VN Express, perubahan tren ini terungkap dalam laporan Travel Happiness Index 2026 yang dirilis oleh Booking.com. Riset yang digelar pada Mei 2026 tersebut melibatkan 10.136 responden berusia 21 tahun ke atas dari 10 pasar utama Asia-Pasifik.

Hasil riset menunjukkan bahwa agenda perjalanan yang terlalu padat justru memicu beban mental. Sebanyak 79 persen wisatawan Korea Selatan, 71 persen wisatawan India, dan 64 persen wisatawan Jepang mengaku kerap merasa cemas dan tertekan selama bepergian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara keseluruhan, hampir tiga dari 10 wisatawan Asia-Pasifik merasa lelah setelah menjalani liburan. Selain itu, satu dari lima responden merasa tertuntut untuk memanfaatkan setiap momen tanpa jeda istirahat yang cukup.

Untuk menghindari kelelahan, sebanyak 73 persen wisatawan kini memilih memperlambat tempo perjalanan dengan menikmati satu destinasi lebih lama ketimbang berpindah-pindah lokasi.

Sumber kebahagiaan utama saat berlibur kini bergeser pada aktivitas menikmati pemandangan alam, mencicipi kuliner lokal, dan menghabiskan waktu bersama keluarga (59 persen).

Selain itu, lebih dari sepertiga responden memilih menginap di akomodasi unik milik warga lokal demi mendapatkan pengalaman yang lebih autentik.

Meski dihadapkan pada ketidakpastian cuaca dan kenaikan biaya, sembilan dari 10 wisatawan memilih beradaptasi dengan mengubah jadwal, memperpendek durasi perjalanan, atau mencari destinasi alternatif.

Dukungan teknologi juga memegang peranan vital. Sebanyak 84 persen responden mengandalkan perangkat digital untuk mempermudah perencanaan perjalanan, sementara 88 persen merasa lebih percaya diri saat memanfaatkan platform pemesanan terpercaya.

(dsd/wiw)
placeholder