Italia Bangun Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Membentang 3,7 Km

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 13:00 WIB
Proyek pembangunan jembatan gantung terpanjang di dunia, Strait of Messina Bridge di Italia.(www.webuildgroup.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Italia resmi memberi lampu hijau untuk proyek pembangunan jembatan gantung terpanjang di dunia, Strait of Messina Bridge.

Jembatan ikonik ini akan menghubungkan Kota Messina di Pulau Sisilia dengan kawasan Calabria di daratan utama Italia.

Melansir Mirror, megaproyek infrastruktur ini diperkirakan menelan biaya investasi hingga 11,5 miliar pound sterling atau sekitar Rp251 triliun, dengan target penyelesaian pada rentang 2032-2033.

Jembatan ini dirancang memiliki panjang bentang mencapai 3.666 meter (sekitar 3,7 kilometer) yang dilengkapi enam lajur kendaraan bermotor dan dua jalur kereta api.

Secara teknis, struktur jembatan terpanjang ini diproyeksikan mampu menampung lintasan hingga 6.000 kendaraan per jam dan 200 kereta api per hari.

Kehadiran jembatan ini bakal memangkas durasi perjalanan antara Sisilia dan daratan utama Italia secara signifikan, sekaligus menggantikan ketergantungan masyarakat pada moda penyeberangan kapal feri.

Selama ini, akses penyeberangan Selat Messina menggunakan layanan feri Caronte & Tourist. Berdasarkan tarif per Agustus 2026, biaya sekali penyeberangan feri untuk mobil (maksimal lima penumpang) mencapai 43 euro (sekitar Rp817 ribu), sedangkan sepeda motor dikenakan 18,20 euro (sekitar Rp346 ribu) dan pejalan kaki 2,50 euro (sekitar Rp47,5 ribu).

Saat jembatan resmi beroperasi, pengendara kendaraan bermotor diperkirakan hanya perlu membayar tarif melintas sekitar 4 hingga 7 euro (Rp76 ribu hingga Rp133 ribu) per sekali lewat.

Pendapatan tarif melewati jembatan tersebut nantinya digunakan untuk menutup biaya konstruksi, operasional, serta pemeliharaan berkala selama masa konsesi.

Selain skala investasi yang besar, proyek ini menghadapi tantangan kondisi geografis yang ekstrem. Selat Messina berada tepat di atas zona pertemuan Lempeng Afrika dan Eurasia yang sangat aktif secara seismik.

Kawasan ini mencatat sejarah kelam pada 1908 ketika gempa bumi magnitudo 7,5 yang disusul tsunami setinggi 12 meter menewaskan hampir 200 ribu orang.

Mengantisipasi risiko geologi tersebut, rancangan teknis Strait of Messina Bridge dibuat khusus agar mampu bertahan dari guncangan gempa bumi hingga kekuatan magnitudo 7,1.

(dsd/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK