Ini Ciri-ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengutamakan Quality Time

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 19:15 WIB
Ilustrasi quality time. (istockphoto/whitebalance.oatt)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah kesibukan sehari-hari, ada orang yang menganggap waktu bersama orang-orang terdekat sebagai sesuatu yang layak diprioritaskan. Kebiasaan ini dikenal dengan quality time.

Bagi mereka, sekadar bertemu untuk makan siang, berjalan sore, mengobrol setelah pulang kerja, atau sekadar duduk bersama bukanlah aktivitas sepele. Waktu yang dihabiskan bersama menjadi cara untuk menjaga kedekatan.

Orang-orang seperti ini tak selalu gemar berada di tengah keramaian atau memiliki lingkar pertemanan yang luas. Mereka bisa saja nyaman menghabiskan waktu dengan beberapa orang terdekat.

Dalam psikologi, kualitas interaksi berperan penting dalam kesejahteraan dan kepuasan seseorang terhadap hubungan.

Pertanyaannya, seperti apa ciri kepribadian orang yang memprioritaskan quality time dalam kehidupannya? Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.

1. Menghargai kedekatan interpersonal

Mereka cenderung memberi nilai tinggi pada interaksi langsung yang bermakna, bukan sekadar komunikasi biasa atau keberadaan fisik.

Yang dicari bukan banyaknya aktivitas bersama, melainkan rasa terhubung.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Personal Relationship menemukan, kualitas waktu bersama bukan sekadar bertambahnya jumlah waktu bersama, melainkan kepuasan hubungan dan tingkat stres yang lebih rendah.

2. Menyenangi perhatian yang utuh

Orang yang kerap memprioritaskan quality time biasanya tak suka jika ada orang yang justru sibuk menggulir ponsel saat bersama. Mereka cukup peka terhadap kualitas perhatian: apakah lawan bicara mendengarkan, terlibat dalam percakapan, atau justru sibuk dengan ponsel.

3. Cenderung relationship-oriented

Mereka tak bisa dikatakan sebagai seorang extrovert, tapi tidak juga bisa disebut introvert.

Alih-alih keduanya, mereka lebih cocok jika digambarkan dengan 'relationship-oriented'. Istilah terakhir merujuk pada kehidupan sosial dan kualitas hubungan yang punya tempat penting dalam kesejahteraan mereka.

Misalnya, seorang introvert yang senang menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terdekat.

4. Sensitif terhadap perubahan dalam hubungan

Karena memberi perhatian pada interaksi, mereka akan lebih cepat menyadari saat ada yang berubah di dalam hubungan.

Namun, bukan berarti mereka otomatis lebih sensitif secara emosional. Hanya saja, waktu dan interaksi bersama membuat mereka mampu merasakan kualitas hubungan.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK