Tips Memilih Popok Bayi yang Aman, Mama-Papa Perhatikan 5 Hal Ini
Popok adalah produk yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi. Bayi bahkan dapat menghabiskan beberapa popok sekali pakai dalam sehari.
Untuk itu, orang tua perlu mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan produk yang digunakan. Lantas, bagaimana cara memilih popok bayi yang aman?
Memilih popok sekali pakai tidak hanya mempertimbangkan merek, harga, atau desain yang menarik. Bahan yang digunakan atau terkandung dalam popok juga seharusnya diperhatikan.
Mengingat, kulit bayi lebih tipis dan jauh lebih sensitif ketimbang kulit orang dewasa. Hal tersebut membuat kulit bayi lebih mudah menyerap zat atau bahan kimia, seperti dari popok.
Untuk itu, orang tua juga perlu memperhatikan bahan yang terkandung dalam popok. Pasalnya, beberapa kandungan dalam popok telah dikaitkan dengan gangguan hormon, dampak terhadap sistem saraf, hingga reaksi pada kulit, seperti dikutip dari CNN.
Berikut tips memilih popok bayi yang aman agar terhindar dari risiko kesehatan.
1. Pilih popok tanpa pewangi
Pewangi atau fragrance menjadi salah satu bahan tambahan yang sebaiknya dihindari ketika memilih popok. Sebab pewangi bukanlah komponen utama yang diperlukan untuk popok.
Karena itu, orang tua dapat mempertimbangkan popok tanpa pewangi, terutama jika ingin mengurangi bahan tambahan yang tidak penting.
Label seperti "light scent" juga perlu diperhatikan karena istilah tersebut sering kali tidak menjelaskan secara rinci bahan yang digunakan untuk menghasilkan aroma.
2. Hindari pewarna
Desain dengan warna-warni memang membuat popok terlihat lebih menarik. Namun, pewarna dan tinta yang digunakan untuk mencetak gambar pada popok dapat mencetus iritasi atau ruam pada kulit.
Orang tua dapat mempertimbangkan popok yang polos dan tidak menggunakan banyak pewarna, terutama untuk mengurangi bahan tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan.
3. Perhatikan wetness indicator
Sebagian popok memiliki wetness indicator atau indikator yang berubah ketika popok sudah basah. Fitur ini dapat membantu orang tua mengetahui kapan popok perlu diganti.
Namun, keberadaan indikator ini juga dapat menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan.
Indikator tersebut umumnya menggunakan tambahan senyawa tertentu sehingga bayi dengan kulit sensitif sebaiknya tidak menggunakannya karena khawatir paparan bahan kimia yang ditimbulkan.
4. Cek informasi bahan pada kemasan
Jangan hanya melihat klaim yang tertera di bagian depan kemasan. Perhatikan juga informasi mengenai bahan atau komponen yang digunakan.
Sering kali label popok menggunakan istilah umum seperti "adhesive", "color", "fragrance", atau "light scent".
Namun, istilah tersebut belum tentu memberikan gambaran lengkap mengenai bahan yang digunakan. Untuk memastikannya, cek daftar komposisi yang dicantumkan produsen pada balik kemasan, termasuk keterangan mengenai pewangi, pewarna, perekat, dan bahan tambahan lainnya.
5. Sesuaikan popok dengan kondisi kulit bayi
Kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif sehingga bahan yang bersentuhan langsung dengan kulit perlu menjadi perhatian orang tua. Apalagi, popok digunakan dalam waktu cukup lama dan menutupi area kelamin dan kulit yang cukup luas.
Jika bayi menunjukkan tanda ketidaknyamanan atau iritasi setelah menggunakan popok tertentu, orang tua dapat mengganti produk dan memperhatikan bahan yang terkandung di dalamnya.
Demikian beberapa tips memilih popok bayi yang aman. Selalu perhatikan komposisi produk yang dibeli. Apabila memungkinkan, pilih popok tanpa pewangi serta pewarna. Yang terpenting, pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit si kecil.
(fef)