Kepercayaan diri anak tak selalu terlihat dari seberapa berani ia tampil di depan orang lain. Lantas, bagaimana tanda anak yang kurang percaya diri?
Rasa kurang percaya diri pada anak dapat terlihat dari berbagai perilaku sehari-hari. Misalnya, saat si kecil mengatakan tidak bisa sebelum mencoba atau takut melakukan kesalahan. Beberapa anak juga memilih diam saat sebenarnya mereka memiliki pendapat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal-hal di atas sering kali luput dari perhatian karena anak tak selalu mengatakan bahwa dirinya tidak mampu. Rasa tidak percaya diri itu ditunjukkan melalui cara anak berbicara, mengambil keputusan, hingga berinteraksi.
Lantas, apa saja tanda anak kurang percaya diri? Berikut beberapa perilaku yang bisa jadi petunjuk, merangkum berbagai sumber.
1. Tidak berani mencoba
Anak pada umumnya akan penasaran pada banyak hal baru. Namun, rasa penasaran yang sama boleh jadi tak muncul pada anak dengan rasa percaya diri rendah.
Alih-alih mencoba sesuatu yang baru, mereka justru memilih menghindar. Mereka akan menghindari tugas atau tantangan anyar bahkan sebelum mencobanya sama sekali.
Menukil laman Healthy Children, hal ini kerap menandakan rasa takut akan kegagalan atau tidak berdaya.
2. Bersikap mengontrol
Anak yang kurang yakin pada kemampuan dirinya merasa lebih aman saat sesuatu berjalan sesuai rencana. Sikap mengontrol menjadi bentuk perilaku kompensasi dari rendahnya kepercayaan diri.
Anak bisa saja sering mengontrol aturan permainan saat bersama teman atau situasi di sekitarnya.
American Psychological Association (APA) mencatat, siswa dengan harga diri rendah kerap mencoba mengontrol perilaku anak lain untuk mengurangi rasa tidak berdaya yang mereka rasakan.
3. Malas bermain bersama berteman
Ilustrasi. Ada beberapa tanda anak kurang percaya diri. (iStockphoto) |
Pertemanan jadi hal yang paling disukai anak. Bermain selepas jadwal sekolah boleh jadi hal yang paling ditunggu-tunggu.
Tapi, alih-alih menantikan jadwal bermain bersama teman, anak yang kurang percaya diri lebih memilih untuk menarik diri.
4. Mengkritik diri sendiri
Kepercayaan diri berkaitan dengan bagaimana anak memandang kemampuan dirinya
Anak yang kurang percaya diri sering kali mengkritik diri sendiri. Mereka kerap berbicara tentang hal-hal negatif tentang dirinya. Misalnya:
"Aku tak pernah bisa melakukannya dengan benar."
"Aku jelek."
"Teman-teman di sekolah tak menyukaiku."
Saat si kecil sering merendahkan dirinya, perkataannya dapat menunjukkan bahwa ia tidak melihat dirinya sebagai seseorang yang mampu atau kompeten.
5. Terlalu khawatir akan pendapat orang lain
Anak mungkin takut dianggap bodoh, jelek, berbeda, atau melakukan sesuatu yang memalukan. Ia juga bisa sering membandingkan dirinya dengan teman.
Terlalu sensitif atau terlalu khawatir terhadap penilaian orang jadi salah satu tanda anak kurang percaya diri.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of School Psychology menemukan, rasa cemas berkaitan dengan self-efficacy dan academic self-concept yang rendah.
Self-efficacy sendiri merujuk pada keyakinan atau kepercayaan seseorang terhadap kemampuan dirinya sendiri untuk menyelesaikan sesuatu.
(asr)


