Desa Wisata Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT terpilih sebagai salah satu lokasi utama syuting reality show petualangan legendaris asal Prancis, Pékin Express Musim 23.
Wae Lolos yang dijuluki sebagai Kawasan Seribu Air Terjun ini terletak sekitar 32 km dari Labuan Bajo, kawasan Pegunungan Mbeliling yang kaya air terjun, sungai jernih, dan hamparan sawah hijau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi ini dikembangkan melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan menjadi salah satu destinasi unggulan wisata alam NTT.
Sedangkan Pékin Express merupakan program dengan konsep balap lintas negara dengan anggaran sangat terbatas, yakni 1 euro per orang per hari. Mereka mewajibkan peserta menumpang kendaraan dan bermalam di rumah warga.
Musim ke-23 akan memiliki rute balap yang membentang dari Pantai Koka, Flores, melintasi Sumbawa, Lombok, Bali, hingga berakhir di Manila, Filipina.
Sehingga, Indonesia dipastikan mendapatkan porsi terbesar dengan enam episode. Syuting sudah berlangsung sejak akhir Agustus hingga Oktober 2026.
Ratusan kru dan peserta internasional tiba di Wae Lolos pada Jumat (4/9), mereka sudah siap menghadapi misi petualangan yang terinspirasi budaya dan alam setempat.
Robert Perkasa selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias yang aktif memajukan Desa Wisata Wae Lolos menyambut langkah itu sebagai peluang emas. Ia pun memiliki harapan besar atas kegiatan tersebut.
"Kehadiran Pékin Express di Wae Lolos diharapkan dapat mengangkat nama Desa Wisata Wae Lolos dan Kabupaten Manggarai Barat ke panggung internasional,"ujar Robert kepada CNNindonesia.com, Sabtu (5/9).
"Ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan."
Robert juga berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi mendorong masyarakat untuk semakin mencintai, melestarikan, dan menjaga keaslian alam serta budaya lokal sebagai modal utama pariwisata berkelanjutan.
"Dengan semangat gotong royong dan keterbukaan terhadap budaya baru, Indonesia siap menyambut wisatawan dari berbagai belahan dunia dan menjadi destinasi wisata yang mendunia," tambahnya.
Lebih lanjut kata dia selama syuting, penonton dilarang merekam untuk menjaga kerahasiaan konten. Acara tersebut baru akan tayang perdana di saluran M6, Prancis, pada musim semi 2027.
(lou/chri)
