Terdampak Abu Erupsi Anak Krakatau? Menkes Berikan 3 Saran Ini

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 12:45 WIB
Ilustrasi. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin lewat unggahan di Instagram berikan tiga saran hadapi paparan abu erupsi Gunung Anak Krakatau. (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah wilayah terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan tiga saran dalam menghadapi hujan abu vulkanik.

Hingga Senin (7/9) pagi, BMKG menyebut abu bergerak ke arah tenggara hingga barat laut mencakup Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya pada lapisan rendah (permukaan 15.000ft/4.57 km).

"Pada ketinggian ini, sebaran abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak," demikian laporan BMKG.

Lewat sebuah unggahan video di akun pribadinya, Menkes Budi Gunadi Sadikin memaparkan beberapa saran bagi warga yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dia menyarankan warga untuk tidak panik, senantiasa melindungi mata, dan tidak sembarangan menyapu abu vulkanik.

1. Jangan panik

Budi menegaskan agar warga tidak panik. Jika tidak ada hal mendesak, kata dia, sebaiknya tidak keluar rumah agar tidak berpeluang menghirup abu vulkanik.

"Kalau toh pun harus keluar, jangan lupa pakai masker. Utamakan pakai masker dengan tipe KN-95," kata dia.

Dia menambahkan jika tidak memungkinkan memakai masker tipe KN-95, sebaiknya pakai masker tipe apa pun untuk menutup hidung dan mulut saat berada di luar rumah.

2. Lindungi mata

Selain masker untuk melindungi jalan napas, Budi juga menyarankan untuk memberikan perlindungan buat mata. Partikel abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Abu vulkanik dapat mengganggu organ mata dan penglihatan.

Disarankan untuk menggunakan kacamata (goggle glass) yang melindungi mata dari semua sisi.

3. Jangan sembarangan menyapu abu vulkanik

Hujan abu vulkanik tak pelak membuat area rumah lebih kotor dari biasanya. Namun jangan langsung menyapu abu seperti kamu menyapu debu atau kotoran biasa.

"Abunya disemprot dulu dengan air agar basah, supaya abunya tidak terbang ke mana-mana saat kita bersihkan. Baru sesudah basah dan lembap, kita bersihkan," ujarnya.

(els)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK