Apa Pakai 2 Masker Lebih Efektif Lindungi dari Abu Vulkanik?
Masker kembali jadi primadona. Sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau memaksa orang kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar. Ada yang menyebut pakai dua masker dinilai lebih efektif melindungi dari abu vulkanik. Ternyata ini kata dokter paru.
Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau untuk mengenakan masker, setidaknya masker N95. Namun jika tidak ada masker tipe tersebut, ia menyarankan untuk mengenakan masker tipe apa pun untuk menutup hidung dan mulut.
Hanya saja, apa penggunaan dua masker bakal meningkatkan efektivitas masker?
"Di-double boleh. Tapi memang di dalam literatur-literatur itu belum ada studi menunjukkan kalau di-double bisa memfiltrasi berapa persen," ujar Agus seperti dilaporkan detikHealth.
Meski demikian, saran penggunaan masker N-95 bukan tanpa alasan. Masker ini mampu menyaring 95 persen partikel. Efektivitasnya jauh lebih tinggi ketimbang masker bedah yang 'hanya' mampu menyaring 50-60 persen partikel.
Masker dengan kemampuan penyaringan paling rendah ditempati masker kain. Agus berkata masker kain hanya bisa menyaring 10 persen partikel.
"Kecil sekali, bahkan dikatakan hampir sama seperti orang nggak pakai masker karena masker kain tidak di-setting untuk memfiltrasi terhadap partikulat halus," katanya.
Penggunaan dua masker diperbolehkan. Agus menyarankan dua masker bedah digunakan bersamaan.
"Anda lebih baik masker bedah di-double dua saja itu lebih bagus, karena sudah jelas satu masker 50 persen. Kalau dua masker mungkin naik," kata Agus.
Sementara itu, dia mengingatkan masker apa pun yang dikenakan harus diganti secara berkala. Masker yang terlalu lama dipakai bakal lembap akibat uap air pernapasan.
Hal ini pun berlaku pada masker N95 sekali pun. Agus berkata masker setidaknya diganti setiap 6 jam atau maksimal 8 jam.
(els/els)