7 Cara Ampuh Redakan Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik tak jarang menimbulkan keluhan rasa tak nyaman di tenggorokan. Mulai dari berdahak, gatal atau perih, hingga batuk jadi respons yang umum terjadi.
Abu vulkanik bukan debu biasa. Partikelnya sangat halus dan bisa terhirup cukup dalam. Akibatnya, timbul iritasi di saluran napas hingga meningkatkan produksi mukus yang bekerja untuk menangkap serta mengeluarkan partikel.
Center for Disease and Prevention Control (CDC) Amerika Serikat (AS) bahkan secara spesifik mencatat batuk berdahak sebagai keluhan yang paling sering dikeluhkan.
Sayangnya, keluhan di saluran napas bisa terasa tak nyaman. Batuk yang menerus hingga kehadiran dahak akan terasa mengganggu.
Jika kamu mengalaminya juga, coba lakukan beberapa cara meredakan iritasi tenggorokan berikut ini, melansir Healthline.
1. Kumur-kumur air garam
Berkumur dengan garam dapat membantu meredakan tenggorokan yang gatal. Garam menarik lendir keluar dari jaringan yang membengkak atau meradang serta membantu meredakan rasa tidak nyaman.
Coba campurkan 1/2 sendok teh garam dapur dengan segelas air hangat. Aduk hingga garam larut, lalu berkumur selama beberapa detik dan buang. Lakukan kumur-kumur air garam beberapa kali dalam sehari.
2. Hisap permen pelega tenggorokan
Permen pelega tenggorokan dapat meningkatkan produksi air liur dan menjaga tenggorokan tetap lembap. Namun, permen tidak akan meredakan sakit tenggorokan.
Permen pelega tenggorokan yang dijual bebas mengandung mentol, bahan yang bisa meredakan jaringan tenggorokan.
3. Minum teh madu
Madu dapat membantu meredakan nyeri tenggorokan dan menekan intensitas batuk. Studi juga menunjukkan, madu bersifat antimikroba yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.
Teh hangat yang diberi pemanis madu dapat menenangkan tenggorokan yang teriritasi. Teh juga menjaga tubuh tetap terhidrasi, yang membantu meredakan sakit tenggorokan.
4. Konsumsi makanan berkuah
Menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi bagian penting dari mengatasi iritasi tenggorokan. Saat dehidrasi, tubuh tak bisa memproduksi cukup air liur dan lendir untuk menjaga tenggorokan tetap terlumasi dengan baik. Kondisi ini dapat memperburuk pembengkakan dan peradangan pada tenggorokan.
Selain air putih, kamu juga bisa memanfaatkan makanan berkuah seperti sup.
5. Gunakan humidifier
Jika ada, nyalakan humidifier yang ada di rumah. Menghirup udara lembap dapat membantu meredakan pembengkakan jaringan di hidung dan tenggorokan.
Namun, pastikan humidifier bersih. Taruh agak jauh dari dinding dan furnitur yang ada di rumah.
Lihat Juga : |
6. Mandi uap atau air hangat
Jika tidak ada humidifier, kamu juga bisa coba mandi dengan air hangat cenderung panas. Uap dari air hangat dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri tenggorokan.
Hirup uap dari air. Tarik napas dalam-dalam selama beberapa menit, dan ulangi seperlunya untuk meredakan sakit tenggorokan.
7. Jaga kepala tetap tegak
Saat saluran napas tersumbat, sebisa mungkin jaga agar kepala tetap tegas. Saat tidur, coba gunakan dua bantal agar kepala berada di posisi lebih tinggi.
Ketinggian dapat membantu kamu bernapas lebih mudah. Ketinggian juga membantu lendir mengalir ke bagian belakang tenggorokan alih-alih hanya menumpuk.
Kapan harus ke dokter?
Iritasi tenggorokan usai kemungkinan paparan abu vulkanik adalah hal yang normal. Dalam banyak kasus, keluhan bisa mereda dengan sendirinya bahkan tanpa obat-obatan resep.
Namun, ada kondisi tertentu yang membuat kamu perlu mempertimbangkan untuk memeriksakan diri ke dokter.
Lakukan konsultasi dokter jika kondisi tak membaik atau bahkan memburuk setelah beberapa hari. Berikut beberapa tanda kamu perlu memeriksakan diri ke dokter:
- nyeri hebat saat menelan,
- demam tinggi,
- mual dan muntah.