Warlok Protes Turis Nakal, 2.000 Rumah di Shinjuku Dilarang Disewakan

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 16:00 WIB
Pemandangan di sudut Distrik Shinjuku, Tokyo, Jepang. (istockphoto/Starcevic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Distrik Shinjuku di Tokyo, Jepang, bersiap melarang operasional lebih dari separuh penginapan sewa jangka pendek, termasuk akomodasi pada platform Airbnb-menyusul lonjakan keluhan warga lokal (warlok) terkait perilaku buruk turis asing.

Sebagai salah satu pusat hiburan dan komersial paling sibuk di Jepang, Shinjuku menampung sekitar 4.000 unit sewa jangka pendek, atau menyumbang nyaris 10 persen dari total penginapan privat di seluruh Jepang, mengutip situs resmi distrik tersebut.

Namun, maraknya turis yang membuang sampah sembarangan, merokok di area terlarang, hingga memicu kegaduhan suara membuat warga yang tinggal di
kawasan pemukiman Shinjuku kian geram.

Seorang pejabat pengawas penginapan privat Shinjuku mengonfirmasi kepada AFP pada Senin (7/9) bahwa pihak otoritas setempat tengah merevisi peraturan daerah untuk melarang total penginapan sewa di zona pemukiman serta kawasan sekitar sekolah.

Melansir VN Express, lebih dari 50 persen penginapan sewa jangka pendek di Shinjuku terancam larangan operasi di bawah aturan baru ini. Kebijakan tersebut berpotensi menutup sekitar 2.000 unit properti sewa yang ada saat ini.

Jepang, yang sempat dinobatkan sebagai destinasi terfavorit di dunia versi Condé Nast Traveler Readers' Choice Awards, telah menyambut lebih dari 24,5 juta turis pada tujuh bulan pertama tahun ini.

Negara tersebut menargetkan kedatangan 60 juta turis asing pada 2030. Kendati demikian, fenomena overtourism kini berubah menjadi ancaman serius bagi kenyamanan warga lokal di berbagai kota besar, termasuk Kyoto dan Tokyo.

Di Shinjuku, laporan keluhan masyarakat terkait penginapan privat melonjak hingga 40 persen pada tahun fiskal yang berakhir Maret lalu.

"Sebagian besar keluhan berkaitan dengan pelanggaran aturan pembuangan sampah, sementara laporan lainnya mencakup perilaku merokok sembarangan dan pelanggaran batas wilayah privat," ujar pejabat distrik tersebut.

Salah seorang warga Shinjuku berusia 70-an, Masaru Sato, mendukung penuh langkah tegas pemerintah daerah tersebut.

"Banyak warga asing, termasuk para pengelola penginapan privat, yang tidak mematuhi aturan lokal. Wilayah ini menjadi kotor karena cara mereka membuang sampah sangat berantakan," tutur Sato.

(wiw/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK