Gadis AS Muntah Hebat, Dokter Temukan Gumpalan Rambut 1,5 Kg

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 20:45 WIB
Fallen hair tangled in a white brush, isolated against a plain white background. A strong visual representation of hair loss and scalp issues. Perfect for illustrating hair care problems, or hygiene.
Ilustrasi. Gumpalan rambut. (iStock/Sony Herdiana)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun di Amerika Serikat harus menjalani penanganan medis setelah mengalami muntah-muntah hebat selama sehari.

Pemeriksaan dokter kemudian mengungkap penyebab yang tidak biasa. Di dalam perutnya terdapat gumpalan rambut berukuran besar dengan berat mencapai 1,5 kilogram.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut disebut trichobezoar, yakni penumpukan rambut yang tertelan di dalam saluran pencernaan. Jika gumpalan rambut memanjang dari lambung hingga usus, kondisi langka ini dikenal sebagai sindrom Rapunzel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muntah-muntah hingga dilarikan ke IGD

Kasus bermula ketika remaja tersebut mengalami muntah-muntah sepanjang hari. Ia kemudian dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk mencari tahu penyebab keluhannya.

Dokter melakukan sejumlah pemeriksaan, termasuk CT scan, untuk melihat kondisi saluran pencernaannya. Hasil pemindaian menunjukkan adanya massa berukuran besar yang memenuhi bagian lambung.

Massa tersebut kemudian dicurigai sebagai trichobezoar, atau gumpalan rambut yang menumpuk di saluran pencernaan. Kasus ini cukup sulit dikenali sejak awal karena tidak terdapat tanda fisik yang biasanya dapat mengarahkan dokter pada kondisi tersebut. Remaja itu juga tidak mengalami kebotakan atau alopesia yang terlihat.

"Pasien kami tidak memenuhi kriteria untuk gangguan suasana hati apa pun, serta mencapai tahapan perkembangan yang normal dan tetap sepenuhnya tanpa gejala hingga terjadi penyumbatan total pada saluran gastrointestinal," tulis tim dokter dalam laporan medisnya, seperti dikutip dari detikHealth.

Kebotakan sebenarnya dapat menjadi salah satu petunjuk adanya trichotillomania, yakni dorongan berulang untuk mencabut rambut sendiri. Namun, remaja tersebut tidak menunjukkan tanda tersebut dan tidak memiliki riwayat gangguan mental maupun masalah perkembangan yang dilaporkan dalam kasus ini.

Kasus tersebut baru terungkap ketika penumpukan rambut sudah menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Ukuran gumpalan yang terlalu besar membuat dokter tidak dapat mengeluarkannya melalui endoskopi.

Tim medis akhirnya melakukan operasi untuk mengangkat massa tersebut dari dalam perut pasien. Hasilnya cukup mengejutkan. Dokter mengeluarkan gumpalan rambut berukuran sekitar 21,2 x 15,8 x 7,7 sentimeter dengan berat mencapai 1,5 kilogram.

Ternyata berlangsung selama dua tahun

Hal yang membuat kasus ini semakin sulit terdeteksi adalah kebiasaan pasien yang selama ini tersembunyi. Setelah menjalani operasi, remaja tersebut mengaku telah memiliki kebiasaan mencabut sekaligus menelan rambutnya selama sekitar dua tahun.

Kebiasaan tersebut tidak mudah diketahui orang-orang di sekitarnya karena dilakukan dengan frekuensi yang relatif jarang. Ia disebut hanya mencabut sekitar tiga helai rambut dalam satu waktu dan melakukannya sekitar sekali dalam sepekan.

Jumlah tersebut membuat rambut di kepalanya tidak sampai terlihat menipis atau mengalami kebotakan. Akibatnya, tidak ada tanda fisik yang mencolok yang mengarah pada kebiasaan tersebut.

Tanpa disadari, rambut yang tertelan terus menumpuk di dalam lambung. Berbeda dengan makanan, rambut sulit dicerna tubuh sehingga dapat berkumpul dan membentuk gumpalan yang semakin besar.

Memiliki riwayat migrain

Pasien juga tidak memiliki riwayat stres berat, trauma, kekerasan, maupun penelantaran yang diduga berkaitan dengan kebiasaannya. Ia diketahui memiliki riwayat migrain yang disertai muntah siklik sejak kecil hingga harus menjalani homeschooling.

Dokter menjelaskan, stigma dan rasa malu terkait trichotillomania atau kebiasaan mencabut rambut serta trichophagia atau menelan rambut dapat membuat sebagian penderita berusaha menyembunyikan perilaku tersebut.

"Penting untuk tidak mengabaikan kemungkinan diagnosis ini pada remaja perempuan yang mengalami mual, muntah, atau nyeri perut, meskipun tidak terdapat kerontokan rambut yang terlihat maupun gangguan kejiwaan yang menyertai," kata dokter dalam laporan tersebut.

Setelah gumpalan rambut berhasil diangkat, pasien kemudian menjalani evaluasi dan perawatan psikiatri secara menyeluruh. Ia mendapat resep sertraline untuk membantu menangani gejala kecemasan, depresi, atau obsessive-compulsive disorder (OCD).

Pasien juga dirujuk untuk menjalani terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Kasus ini menunjukkan bahwa trichobezoar dapat berkembang tanpa tanda yang mudah dikenali, terutama ketika kebiasaan menelan rambut dilakukan secara tersembunyi dan dalam jumlah kecil.

Karena itu, mual, muntah, atau nyeri perut yang berulang pada remaja perlu diperhatikan, terutama jika keluhan tersebut tidak memiliki penyebab yang jelas.

Baca selengkapnya di sini

(anm/tis)
placeholder