Pernah melihat wajah seseorang berubah sangat merah setelah berlari, yoga, atau latihan di gym? Pada sebagian orang, kemerahan bahkan bisa terlihat sangat jelas meski olahraga baru berlangsung beberapa menit.
Wajah yang memerah setelah berolahraga sebenarnya merupakan bagian dari cara tubuh mengatur suhu. Mengutip dari Cleveland Clinic, ketika tubuh menghasilkan lebih banyak panas, pembuluh darah di kulit melebar dan aliran darah ke permukaan kulit meningkat untuk membantu melepaskan panas tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berolahraga, otot bekerja lebih aktif sehingga menghasilkan panas. Semakin lama dan berat aktivitas dilakukan, semakin banyak pula panas yang terbentuk. Tubuh kemudian perlu menjaga suhu inti agar tetap berada dalam rentang yang aman. Salah satu caranya adalah meningkatkan aliran darah menuju kulit.
Pembuluh darah di dekat permukaan kulit akan melebar. Akibatnya, lebih banyak darah yang membawa panas dari dalam tubuh mengalir ke permukaan kulit. Panas tersebut kemudian dilepaskan ke lingkungan, salah satunya melalui keringat.
Ulasan yang dipublikasikan dalam Physiological Reviews mengatakan, respons tersebut merupakan bagian dari sistem termoregulasi tubuh saat berolahraga, terutama ketika suhu inti mulai meningkat. Pelebaran pembuluh darah kulit tidak selalu langsung terjadi sejak awal olahraga.
Pada fase awal aktivitas, tubuh justru dapat mengalami penyempitan pembuluh darah kulit sementara untuk mempertahankan aliran darah ke otot yang sedang bekerja. Setelah suhu inti tubuh meningkat melewati ambang tertentu, aliran darah ke kulit kemudian meningkat untuk membantu proses pendinginan.
Kenapa ada yang mukanya merah banget?
Respons tubuh terhadap olahraga tidak sama pada setiap orang. Ada yang hanya terlihat sedikit kemerahan, sementara orang lain bisa memiliki wajah yang sangat merah setelah aktivitas yang sama.
Kebugaran, hidrasi, usia, serta kemampuan tubuh beradaptasi dengan panas dapat memengaruhi respons aliran darah ke kulit selama olahraga.
Orang yang rutin berolahraga juga dapat mengalami berbagai adaptasi tubuh terhadap panas. Menurut penelitian dalam Experimental Physiology, latihan dapat mengubah cara sistem pembuluh darah kulit merespons aktivitas dan panas.
Kedua, suhu dan kelembapan lingkungan. Berolahraga di ruangan yang panas atau lembap membuat tubuh lebih sulit melepaskan panas ke lingkungan. Aliran darah ke kulit dapat meningkat untuk membantu proses tersebut. Itulah sebabnya wajah seseorang bisa terlihat lebih merah ketika berolahraga di gym yang pengap dibandingkan saat melakukan aktivitas yang sama di ruangan yang lebih sejuk.
Jadi, warna wajah bukan ukuran tunggal untuk menentukan seberapa berat olahraga yang dilakukan. Kemerahan pada wajah setelah olahraga pada dasarnya merupakan respons normal tubuh terhadap peningkatan panas.
Yang lebih penting adalah memperhatikan gejala lain yang menyertai kemerahan.Jika wajah merah disertai pusing, lemas berat, kebingungan, mual atau muntah, sakit kepala berat, sesak napas, nyeri dada, atau merasa akan pingsan, aktivitas sebaiknya dihentikan. Gejala tersebut perlu mendapat perhatian lebih karena bisa menunjukkan tubuh yang kesulitan menghadapi panas atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan.
(anm/asr)
