Wajah Terpapar Abu Vulkanik? Begini Cara Bersihkan Makeup

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 17:00 WIB
Ilustrasi. Begini cara membersihkan wajah yang terpapar abu vulkanik. (iStockphoto/stock_colors)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paparan abu vulkanik tidak hanya dapat mengganggu pernapasan. Partikel abu yang menempel di wajah juga bisa menyebabkan kulit mengalami iritasi, terlebih jika bercampur dengan makeup.

Keinginan untuk segera mengusap atau membersihkan wajah setelah terkena abu vulkanik memang wajar. Namun, membersihkan wajah dengan cara menggosoknya saat abu masih menempel justru dapat meningkatkan gesekan pada kulit.

Mengutip United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik memiliki sifat abrasif karena partikelnya dapat memiliki permukaan yang tajam. Ketika bersentuhan dengan kulit, abu dapat memicu iritasi dan kemerahan.

Karena itu, abu yang menempel pada kulit sebaiknya dibersihkan dengan cara dibilas, bukan digosok. Prinsip yang sama berlaku ketika wajah sedang menggunakan makeup.

Jangan langsung dilap

Ketika abu vulkanik menempel di wajah yang sudah menggunakan foundation, cushion, bedak, atau sunscreen, jangan buru-buru membersihkannya dengan tisu, kapas, atau tangan dalam kondisi kering.

Gesekan tersebut dapat membuat partikel abu yang masih berada di permukaan makeup bergesekan dengan kulit. Kondisi ini berisiko memperparah iritasi, mengingat abu vulkanik bukan sekadar debu biasa.

Abu vulkanik dapat mengandung lapisan garam dan senyawa asam yang terbentuk ketika material vulkanik bersentuhan dengan gas vulkanik. Pada abu yang masih segar, lapisan tersebut dapat mengiritasi kulit dan mata. Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengurangi partikel abu dari permukaan wajah dengan cara yang minim gesekan.

Bilas dulu, baru bersihkan makeup

Jika wajah terkena abu vulkanik, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah membilasnya menggunakan air bersih. Cara ini membantu mengangkat partikel abu yang masih berada di permukaan kulit maupun makeup.

Setelah sebagian besar abu terangkat, makeup dapat dibersihkan menggunakan produk pembersih yang biasa digunakan. Untuk makeup yang cukup tebal atau tahan air, produk seperti cleansing balm, cleansing oil, atau micellar water tetap dapat digunakan.

Namun, hindari menggosok wajah berulang kali, terutama jika masih terdapat banyak partikel abu. Setelah makeup terangkat, wajah dapat kembali dibersihkan menggunakan pembersih wajah yang lembut. Kemudian, bilas hingga bersih dan keringkan dengan cara menepuk-nepuk wajah secara perlahan menggunakan handuk atau kain bersih.

Tak perlu langsung scrub wajah

Membersihkan wajah setelah terkena abu vulkanik bukan berarti kulit harus langsung dieksfoliasi atau dibuat terasa kesat dengan scrub.

Menggunakan scrub ketika kulit baru terpapar abu justru tidak disarankan. Pasalnya, abu vulkanik sendiri sudah memiliki sifat abrasif sehingga tambahan gesekan dari proses eksfoliasi tidak diperlukan.

Setelah wajah benar-benar bersih, gunakan pelembap jika kulit terasa kering atau tertarik. Untuk sementara, penggunaan produk yang berpotensi menyebabkan iritasi juga dapat dikurangi jika kulit terasa lebih sensitif dari biasanya.

Iritasi ringan dapat membaik setelah paparan abu dihentikan dan kulit dibersihkan. Namun, kondisi kulit tetap perlu diperhatikan. Jika wajah terasa terbakar, sangat merah, bengkak, atau muncul luka setelah dibersihkan, jangan abaikan keluhan tersebut.

Begitu juga jika iritasi tidak kunjung membaik. Dalam kondisi tersebut, sebaiknya periksakan kulit kepada tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

(anm/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK