Ngobrol dengan Hewan Peliharaan Itu Normal Kok! Ini Kata Studi
Sering ngobrol panjang dengan kucing atau anjing di rumah? Padahal mereka tidak akan menjawab atau mungkin hanya mengeong atau menggonggong. Meski terlihat kurang waras tapi ternyata ini hal normal.
Meski hanya komunikasi satu arah, pemilik anabul tetap saja mencoba mengobrol dengan hewan peliharaannya. Mulai dari curhat soal pekerjaan, bertanya kenapa mereka belum makan, sampai memanggil dengan suara yang dibuat lebih tinggi.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manusia memang memiliki kecenderungan memperlakukan hewan sebagai bagian dari lingkungan sosialnya. Kalau kamu sering mengajak hewan peliharaan berbicara seperti teman sendiri, sebenarnya tidak perlu merasa aneh.
Penelitian dari University of Arizona menemukan sekitar 10 persen percakapan manusia yang terekam secara acak ditujukan kepada anjing atau kucing.
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang menggunakan Electronically Activated Recorder (EAR), perangkat yang merekam potongan suara secara acak ketika peserta menjalani aktivitas sehari-hari.
Cara bicaranya juga beragam, ada yang mengajak hewan peliharaan mengobrol seperti manusia biasa. Ada pula yang langsung menggunakan suara bernada tinggi, panggilan-panggilan menggemaskan, hingga menyebut dirinya sebagai "mama" atau "papa" si hewan.
Kebiasaan tersebut dikenal sebagai bagian dari anthropomorphism, yakni kecenderungan manusia memberikan karakteristik, emosi, atau maksud seperti manusia kepada makhluk nonmanusia.
Kenapa manusia suka mengajak hewan ngobrol?
Melansir studi dari Frontiers in Psychology, hewan dalam interaksi sehari-hari dapat mengambil posisi yang biasanya ditempati manusia sebagai lawan bicara. Ketika seseorang berbicara kepada kucing atau anjingnya, ia tidak selalu menganggap hewan tersebut benar-benar mampu berkomunikasi dengan cara yang sama seperti manusia.
Ada proses sosial yang terjadi. Hewan peliharaan sudah menjadi bagian dari lingkungan sosial seseorang sehingga manusia secara alami dapat memperlakukannya sebagai teman berinteraksi.
Hal ini juga berkaitan dengan kedekatan emosional. Mengutip jurnal Animals tentang human-animal bond, ada tiga hal yang banyak muncul dalam hubungan manusia dan hewan, yakni empati, keterikatan (attachment), dan anthropomorphism. Berbicara dengan hewan pun dapat menjadi salah satu cara manusia mengekspresikan perhatian dan membangun interaksi dengan hewan peliharaannya.
Secara ilmiah, kebiasaan itu justru bisa dipahami sebagai bagian dari cara manusia membangun hubungan sosial dengan hewan yang sudah dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
(anm/els)