Bukan Cuma Genetik, 4 Kebiasaan Ini Bantu Anak Tumbuh Tinggi

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 17:00 WIB
Ilustrasi. Selain genetik, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar tinggi badan anak tumbuh optimal. (iStockphoto/saiyood)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tinggi badan anak sering kali dianggap sepenuhnya dipengaruhi faktor genetik. Orang tua bertubuh tinggi diyakini akan memiliki anak yang tinggi, sementara orang tua bertubuh pendek kerap khawatir anaknya akan mengalami hal serupa.

Padahal, gen bukan satu-satunya faktor yang menentukan pertumbuhan anak. Perubahan tinggi badan antargenerasi di sejumlah negara menunjukkan bahwa lingkungan tempat anak tumbuh, termasuk asupan gizi, aktivitas fisik, kesehatan, dan kualitas hidup, juga berperan.

China dan Korea Selatan menjadi dua contoh menarik. Anak-anak dan remaja di kedua negara tersebut mengalami peningkatan tinggi badan yang cukup signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Temuan tersebut tercatat dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada 2020. Studi itu menganalisis tren tinggi badan dan indeks massa tubuh (BMI) anak usia sekolah hingga remaja di 200 negara dan wilayah.

Peneliti menggunakan data lebih dari 65 juta peserta yang dikumpulkan selama 34 tahun. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan tinggi badan yang cukup signifikan di sejumlah negara Asia Timur, terutama China dan Korea Selatan.

Kisah pertumbuhan anak di kedua negara tersebut bukan berarti orang tua bisa mengubah faktor genetik anak begitu saja. Gen tetap berperan dalam menentukan potensi tinggi badan seseorang. Namun, potensi tersebut perlu didukung lingkungan yang memungkinkan anak tumbuh secara optimal.

Ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang dapat diperhatikan orang tua untuk mendukung proses tersebut, berikut beberapa kebiasaannya:

1. Pastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi

Parenting and child development coach Hitesh M mengatakan pertumbuhan tinggi badan membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Karena itu, pola makan sehari-hari menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua.

"Ketika Anda memberikan protein, zat besi, zinc, dan kalsium kepada anak, nutrisi tersebut sangat membantu pertumbuhan mereka," kata Hitesh seperti dikutip dari Times of India.

Protein bisa diperoleh dari telur, produk susu, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Sementara itu, zat besi dapat ditemukan dalam sayuran hijau, lentil, kacang-kacangan, dan daging.

Zinc antara lain terdapat dalam produk susu, biji-bijian, daging, serta gandum utuh. Adapun kalsium bisa diperoleh dari susu, yoghurt, keju, ragi, dan biji wijen.

2. Jangan biarkan anak terlalu banyak duduk

Anak juga membutuhkan aktivitas fisik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Hitesh mengatakan kebiasaan bergerak menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan orang tua.

"Aktivitas bergerak penting untuk tinggi badan anak," ujarnya.

Aktivitas fisik membantu menjaga kekuatan tulang dan otot sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kebiasaan bermain di luar rumah juga dapat menjadi cara sederhana untuk membuat anak lebih aktif.

3. Manfaatkan waktu di luar ruangan

Aktivitas di luar ruangan memberikan manfaat lain, yakni membantu tubuh mendapatkan vitamin D melalui paparan sinar matahari.

"Sinar matahari adalah sumber vitamin D yang paling alami bagi anak-anak. Sayangnya, anak-anak India sekarang tidak lagi banyak bermain di bawah sinar matahari. Artinya, banyak anak India yang mengalami kekurangan vitamin D," kata Hitesh.

Meski demikian, bermain di luar ruangan bukan berarti anak harus berlama-lama di bawah terik matahari. Aktivitas fisik yang sesuai usia dan paparan sinar matahari secara wajar dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

4. Jangan abaikan waktu tidur

Hal lain yang tak kalah penting adalah tidur. Orang tua mungkin lebih sering memperhatikan apa yang dimakan anak daripada jam tidurnya. Padahal, tidur merupakan salah satu periode penting dalam proses pertumbuhan.

Hormon pertumbuhan (growth hormone) terutama dilepaskan saat tidur. Karena itu, kebiasaan tidur terlalu larut atau waktu tidur yang tidak cukup dapat mengganggu proses yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Perubahan tinggi badan anak-anak di China dan Korea Selatan memberikan satu pelajaran penting: pertumbuhan tidak hanya berkaitan dengan apa yang diwariskan orang tua melalui gen.

Nutrisi yang baik, aktivitas fisik, tidur yang cukup, vitamin D, kesehatan, dan lingkungan hidup yang mendukung dapat membantu anak mencapai potensi pertumbuhannya.

Meski begitu, tinggi badan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan tumbuh kembang anak. Anak yang lebih tinggi belum tentu lebih sehat, lebih pintar, atau lebih unggul dibandingkan anak lainnya.

Setiap anak juga memiliki pola dan waktu pertumbuhan masing-masing. Yang terpenting adalah memastikan anak mendapatkan lingkungan yang sehat dan kebutuhan tumbuh kembang yang terpenuhi.

(anm/tis)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK