CATATAN PERJALANAN

Cita Rasa Canggu dari Meja Makan yang Tak Terduga

Fersita Felicia Facette | CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 19:00 WIB

Translate this article

Beberapa hari di Canggu membawa saya mencicipi beragam sajian, dari kuliner lokal hingga Spanish-Mediterranean.
Beberapa hari di Canggu membawa saya mencicipi beragam sajian, dari kuliner lokal hingga Spanish-Mediterranean. (Foto: CNN Indonesia/Fersita Felicia Facette)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak cara mengenal sebuah tempat. Ada yang melakukannya dengan berjalan-jalan, ada pula yang duduk menikmati pemandangan matahari tenggelam di garis horizon.

Selama tiga hari berada di Canggu, saya mengenal kawasan ini dengan cara yang tak kalah menyenangkan, yakni lewat meja makan.

Begitu tiba di Holiday Inn Resort Bali Canggu, saya langsung diajak makan siang di restorannya bernama Roomah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Assistant Manager Marketing Kiki Desio mengatakan, pemilihan nama Roomah sengaja diambil dari kata "rumah" untuk menghadirkan kesan akrab seolah tamu sedang menyantap hidangan rumahan.

"Kami ingin tamu merasa seperti sedang makan di rumah sendiri, tapi tetap dengan sajian yang istimewa," ujar Kiki.

Hal tersebut tercermin dari hidangan khas Indonesia dan Asia, dipadukan dengan cita rasa global, lengkap dengan pilihan semi-buffet dan à la carte.

Selama beberapa hari berikutnya, Roomah menjadi jujukan pertama saya setiap hari. 


Dari Rempe Bali ke menu berbagai penjuru

wisata di Canggu, BaliRempe Bali sebagai kudapan pembuka di Roomah, resto milik Holiday Inn Resort Bali Canggu. (Foto: CNN Indonesia/Fersita Felicia Facette)

Makan pertama dibuka dengan Rempe Bali. Sekilas, ini mengingatkan saya pada rempeyek kacang buatan mertua. Namun, cara menikmatinya yang berbeda.

Di sini rempe disantap dengan selada romaine, lalu ditambah sedikit sambal tradisional. Cara makannya mirip cara makan bulgogi Korea.

Kemudian, menu pembuka satu per satu memenuhi meja. Ada Sakana Yuzu Nikkei dengan karakter rasa asam segar berpadu potongan ikan. Lalu Wasabi Prawn Tempura, hingga Chicken Spring Rolls dengan tekstur luar yang garing dengan isian yang gurih.

Tak berhenti di situ, lanjut ke hidangan utama, mulai dari Nasi Goreng Kampung Nelayan. Setiap bulir nasi menyerap sempurna dengan bumbu dan telur, memberikan rasa gurih yang menyatu di setiap suapan.

Toping-nya pun meriah. Ada prawn bakar, ikan fillet, crispy chicken strips, dan irisan telur dadar. Ini jadi salah satu favorit saya!

Disusul Sop Buntut dengan kuah hangat kaya rempah, serta Kung Pao Chicken yang menutup rangkaian menu utama dengan cita rasa pedas-manis khas Asia.

Sebagai pencinta makanan manis, saya tentu tak sabar menunggu bagian terakhir. Sepiring Mandarin cheesecake hadir bersama potongan mangga, buah naga, dan peach, dan es krim cokelat.

Terasa sekali bahwa setiap makanan sangat diperhatikan di resto resor ini. Dari pemilihan bahan, presentasi, hingga keragaman menu yang memadukan cita rasa lokal dan internasional, semuanya terasa dipikirkan dengan detail.

Kombinasi rasa, angin, dan laut

wisata di Canggu, BaliSantap siang di rooftop pool bar Holiday Inn Resort Bali Canggu. (Foto: CNN Indonesia/Fersita Felicia Facette)

Hari kedua saya makan siang di rooftop pool bar resor bintang lima ini. Berada di lantai 5, tempat ini seperti menawarkan pengalaman elevated dining. Semilir angin laut dengan panorama Pantai Ratu Bolong membuat santap siang terasa damai dan santai.

Ditemani dua rekan, kami mencicipi deretan menu western yang variatif. Edamame Cauliflower Fritters membuka sesi makan dengan tekstur renyah di luar namun lembut di dalam.

Berlanjut ke Flying Chicken Hot Louisiana yang membawa sensasi pedas khas Cajun, memberi kontras rasa di lidah dari hidangan sebelumnya.

Saya cicipi juga Crispy Prawn Tacos, isian potongan udang lembut dengan tortilla, kombinasi tekstur renyah dan lembut yang pas di tiap gigitan. Spaghetti aglio e olio pun tersaji sebagai penutup.

Sebagai pelengkap, saya memilih signature cocktail Watermelon Smash. Rasa manis yang tipis dari white rum sangat 'kawin' dengan semangka, asam lime juice, dan soda.

Minuman ini menjadi penutup yang pas untuk sesi makan siang santai sambil menikmati pemandangan laut yang memanjakan mata.

Rasa baru di Sazón

Perjalanan kuliner saya dilanjutkan dengan makan malam di Sazón. Lokasinya yang dekat, bisa sampai dengan berjalan kaki.

Sazón sendiri dalam bahasa Spanyol berarti seasoning atau bumbu. Nama itu seperti memberi sedikit gambaran tentang apa yang diracik di dalam.

Restoran ini mengusung konsep Spanish-Mediterranean dengan suasana yang cukup santai. Ada bar di bagian tengah yang membuat tempat ini terasa hidup, khususnya malam hari.

Pengelola bilang, setiap Kamis malam suasana di sini lebih meriah. Ada live DJ, dancers yang berkeliling, bahkan sajian nasi goreng yang dibuat secara langsung lalu diarak ke meja-meja pengunjung.

Sayangnya, saya datang pada hari Rabu. Mungkin, itu bisa jadi alasan untuk kembali lagi ke sini lain waktu.

Baca halaman selanjutnya...

Cita Rasa Canggu dari Meja Makan yang Tak Terduga BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2