Selalu Disalahkan? Ini 5 Cara Menghadapinya

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 03:00 WIB
Ilustrasi. Ada cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi orang yang selalu menyalahkan kita. (Takmeomeo/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selalu menjadi sasaran 'kambing hitam' tentu bukan hal yang menyenangkan. Orang yang kerap menyalahkan orang lain bisa ditemui dalam berbagai situasi, mulai dari hubungan percintaan, lingkungan kerja, hingga pergaulan.

Cara menghadapi orang yang selalu menyalahkan kita memang tidak mudah dan dapat memancing emosi. Namun, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan agar kita tetap tenang tanpa harus terus-menerus membela diri.

Terus-menerus menjadi sasaran kesalahan juga dapat perlahan mengikis kepercayaan diri. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan ketegangan dalam hubungan dan membuat komunikasi yang sehat semakin sulit terjalin.

Cara menghadapi orang yang selalu menyalahkan kita

Menghadapi orang yang selalu menyalahkan dapat membuat kita merasa harus terus membela diri. Jika berlangsung dalam waktu lama, hal ini bahkan bisa menyebabkan kelelahan emosional.

Merangkum sejumlah sumber, berikut cara menghadapi orang yang selalu menyalahkan kita:

1. Pahami pola pikirnya

Kamu bisa memulai dengan memahami pola pikir orang tersebut, dikutip dari Marriage. Cobalah melihat latar belakangnya, seperti pola pengasuhan, hubungan dengan orang tua, saudara kandung, atau anggota keluarga lainnya.

Kenali pula masalah emosional yang mungkin memicu kemarahan dan membuat mereka cenderung menyalahkan orang lain. Dalam beberapa kasus, kemarahan yang memuncak dapat berkaitan dengan perasaan tidak dicintai atau tidak dihargai. Menyalahkan orang lain kemudian menjadi salah satu cara untuk meluapkan rasa sakit tersebut.

Sebagai contoh, jika pasangan atau temanmu tumbuh dalam keluarga yang terbiasa saling menyalahkan ketika terjadi perdebatan, mereka mungkin mengulangi pola tersebut saat menghadapi konflik tanpa menyadarinya. Memahami latar belakang tersebut bukan berarti membenarkan perilakunya. Hal ini dapat membantumu merespons situasi dengan lebih tenang dan tidak langsung menganggap semua tuduhan sebagai kesalahan pribadi.

2. Ajukan pertanyaan untuk memahami sudut pandangnya

Jika memang ada bagian dari situasi yang menjadi kesalahanmu, cobalah menganggap percakapan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar. Tanyakan kepada lawan bicaramu bagaimana mereka melihat situasi tersebut dan bagian mana yang membuat mereka merasa kesal.

Sampaikan pula pandanganmu tanpa terdengar seperti sedang mencari-cari alasan. Misalnya, kamu bisa bertanya, 'Bisakah kamu ceritakan bagian mana dari situasi itu yang membuatmu merasa kesal?'

Pertanyaan seperti ini dapat membantu mengarahkan pembicaraan pada masalah yang sebenarnya, bukan sekadar saling menyalahkan.

3. Jangan bersikap defensif

Tetap tenang dan tidak terbawa emosi memang sulit dilakukan ketika seseorang terus menyalahkanmu. Namun, dikutip dari Twin&Tine, ketenangan bukanlah kelemahan, melainkan salah satu strategi untuk menghadapi situasi tersebut.

Ketika menanggapi dengan nada suara yang datar dan stabil, kamu menunjukkan bahwa tuduhan tersebut tidak mudah menggoyahkanmu. Perdebatan sengit justru dapat membuat situasi semakin panas.

Jika lawan bicara mulai meninggikan suara atau emosinya meningkat, cobalah menarik napas dan memberi jeda beberapa detik sebelum merespons. Setelah itu, berikan jawaban yang singkat, jelas, dan bernada netral.

4. Hindari perdebatan dan tidak perlu menjelaskan secara berlebihan

Berdebat dan terus-menerus memberikan penjelasan hanya akan menguras waktu serta energi, terutama jika perilaku menyalahkan tersebut sudah menjadi pola yang berulang.

Orang yang gemar menyalahkan orang lain belum tentu akan mengubah pandangannya meskipun sudah diberi penjelasan berkali-kali. Karena itu, kamu tidak harus terus membuktikan bahwa dirimu tidak bersalah.

Kamu bisa mengatakan, 'Saya tidak ingin menanggapi tuduhan atau sikap saling menyalahkan.' Pilihan lainnya, 'Menyalahkan saya tidak akan memperbaiki keadaan. Bisakah kita fokus mencari solusinya saja?'.

Kalimat tersebut dapat membantu mengalihkan pembicaraan dari siapa yang salah menuju langkah yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah.

Intinya, tidak semua konflik harus berakhir dengan menentukan siapa yang benar atau salah. Jika seseorang menolak membicarakan solusi dan terus mengulang tuduhan, percakapan tersebut mungkin memang tidak diarahkan untuk mencari jalan keluar.

5. Tetapkan batasan yang jelas

Menetapkan batasan merupakan salah satu langkah penting untuk jangka panjang. Batasan dibuat bukan untuk menghukum orang lain, melainkan untuk melindungi diri dan menjaga hubungan agar tetap sehat.

Setelah suasana mereda, sampaikan bagaimana perilaku tersebut memengaruhimu. Misalnya, 'Saya merasa sakit hati ketika terus dituduh seperti itu,' atau 'Saya merasa kehilangan motivasi ketika terus disalahkan.'

Ungkapkan perasaan tanpa menyerang balik. Setelah itu, jelaskan bahwa pola saling menyalahkan tidak produktif dan justru dapat merusak hubungan.

Jika orang tersebut peduli terhadap hubungan kalian, ia seharusnya dapat mendengarkan dan mempertimbangkan batasan yang kamu sampaikan. Namun, jika pola tersebut terus berulang dan tidak ada keinginan untuk berubah, kamu juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap dirimu sendiri.

Demikian cara menghadapi orang yang selalu menyalahkan kita. Ingat, kamu tidak harus terus-menerus membela diri untuk membuktikan bahwa dirimu berharga. Yang terpenting adalah tetap tenang, mengetahui batasan, dan mengarahkan percakapan pada solusi.

(glo/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK