Mindfulness untuk Menghindari atau Menghadapi Berita Buruk?

CNN Indonesia
Selasa, 15 Sep 2026 19:15 WIB
Ilustrasi. Pendekatan mindfulness justru bisa membantu kita menghadapi berita buruk, bukan dengan menghindarinya. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Baru-baru ini, unggahan video aktris Maudy Ayunda mengenai mindfulness in the age of bad news menuai kritik warganet. Ia mengatakan membatasi asupan informasi alias 'diet' berita buruk karena bisa membuatnya patah semangat dan disfungsional.

Warganet mengkritik opini Maudy sebagai tone deaf, karena berita buruk baginya merupakan realitas banyak warga yang tak bisa menghindarinya, seperti misalnya karhutla.

Pada Minggu (13/9), Maudy pun memberikan klarifikasi dan minta maaf melalui sebuah unggahan video. Ia menyadari menghindari berita buruk merupakan privilese yang belum tentu dimiliki semua orang.

Terlepas dari itu, menghindari berita buruk tak bisa dibilang sebagai salah satu cara mindful agar kita bisa lebih tenang. Paparan berita buruk hingga realitas kehidupan sehari-hari memang tak bisa kita hindari, tetapi mindfulness bisa mengubah cara kita menyikapinya.

Mindfulness justru membantu kita menghadapi berita buruk

Menurut Johns Hopkins Medicine, mindfulness adalah bentuk kesadaran di momen ini. Ketika kita sadar, kita memperhatikan apa yang terjadi di dalam tubuh dan dunia sekitar saat itu juga.

Dengan cara ini, kita bisa sepenuhnya hadir dan tidak berada dalam mode 'autopilot', yang mana perasaan dan tindakan kita lebih banyak dipengaruhi aspek eksternal.

Nah, ketika kita menghadapi paparan berita buruk, pendekatan mindfulness justru bisa membantu mengurangi dampak negatif dari berita buruk. Hal ini terbukti dalam sebuah studi Ya Yang et al. di jurnal Frontiers in Psychology pada Februari 2023.

Penelitian yang melibatkan 46 peserta ini, bertujuan untuk melihat pengaruh mindfulness di bidang media baru, terutama terhadap pengelolaan emosi dan sikap bawah sadar terhadap isu tertentu.

Peserta dibagi dalam tiga kelompok eksperimen, yakni kelompok dengan pendekatan mindfulness, kelompok plasebo, dan kelompok kontrol. Peserta yang sudah terpapar berita buruk dan merasakan emosi negatif diberi intervensi psikologis selama 14 hari berturut-turut.

Hasilnya menunjukkan, pendekatan mindfulness dapat meningkatkan kesadaran diri peserta secara keseluruhan. Peserta dapat mendeskripsikan perasaannya, sadar dalam bertindak, dan tidak mudah menghakimi. Efek negatif dari berita buruk pun berkurang.

Cara mindful menghadapi berita buruk

Ilustrasi meditasi mindfulness. (Istockphoto/miodrag ignjatovic)

Dari studi di atas, mindfulness terbukti malah bisa membantu kita lebih sadar dan tenang dalam menghadapi paparan berita buruk. Merangkum berbagai sumber, berikut ini cara yang lebih mindful ketika menghadapi berita buruk:

1. Akui emosi negatif yang muncul

Saat menerima berita buruk, wajar jika kita sedih atau kecewa. Menurut Medical News Today, jangan buru-buru menolak perasaan itu.

Menekan emosi justru bisa membuat stres makin besar. Cobalah mengakui apa yang kamu rasakan, lalu beri ruang untuk memprosesnya perlahan.

2. Jangan langsung menghindar

Banyak orang memilih menjauh dari berita buruk agar merasa aman. Padahal, terlalu menghindar justru sering membuat pikiran makin terpaku pada masalah tersebut.

Lebih baik hadapi dan baca artikel berita hingga akhir, lalu beri waktu untuk memahami isi berita dengan tenang.

3. Ubah sudut pandang

Cobalah melihat situasi dari sisi yang lebih seimbang. Teknik ini disebut cognitive reframing, yaitu mengubah cara berpikir agar tidak hanya fokus pada hal negatif.

Misalnya, dari suatu masalah kamu bisa mencari pelajaran, peluang, atau langkah yang masih bisa dilakukan.

4. Meditasi mindfulness

Meditasi mindfulness membantu kamu fokus pada saat ini, bukan tenggelam dalam kekhawatiran tentang masa depan. Dengan latihan ini, pikiran jadi lebih tenang dan emosi lebih mudah dikendalikan.

5. Lakukan tindakan kecil yang bermanfaat

Jika berita buruk membuatmu merasa tidak berdaya, lakukan hal kecil yang bisa membantu perubahan. Misalnya, berbagi informasi yang benar, memberi dukungan moral, berdonasi, atau ikut kegiatan sosial. Langkah kecil tetap berarti dan bisa memberi rasa tenang.

Menghadapi berita buruk secara mindful bukan berarti pasrah atau menghindar. Justru, ini adalah cara untuk tetap sadar, tenang, dan tidak mudah dikuasai emosi negatif.

(rti)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK