Kebotakan pada pria sebenarnya bisa dideteksi secara dini. Sayangnya, kebanyakan pria sering tak menyadari tanda-tanda awal dan baru memeriksakan diri ke dokter setelah kebotakan sudah meluas.
"Banyak pria datang [ke dokter] ketika perubahan sudah terlihat, tetapi prosesnya mungkin sudah dimulai jauh lebih awal." kata Claudia Kim, ahli bedah kosmetik berbasis di New York, AS, seperti dilansir Men's Fitness.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penting untuk lebih jeli memeriksa kondisi rambut sejak awal. Soalnya, berbagai teknologi kesehatan rambut saat ini bisa mencegah kebotakan dengan catatan saat rambut masih ada.
Tanda awal kebotakan pada pria
Nah, berikut ini beberapa tanda awal kebotakan yang perlu Anda waspadai. Jika menemukan kondisi pada rambut Anda, segera konsultasikan dengan dokter:
1. Garis rambut mulai mundur
Salah satu tanda paling umum menurut Healthline, yaitu garis rambut yang mulai mundur di bagian depan dan samping kepala.
Kondisi ini sering membuat bentuk garis rambut menyerupai huruf 'M' karena rambut di sisi kepala menipis lebih cepat dibanding bagian tengah.
2. Pelipis menipis
Rambut yang menipis di area pelipis juga menjadi sinyal awal yang cukup jelas. Perubahan ini biasanya berlangsung bertahap, sehingga mudah terlewat jika tidak diperhatikan.
3. Rambut menipis di bagian atas kepala
Pada sebagian pria, tanda awal kebotakan justru muncul di bagian atas kepala, bukan di garis rambut depan. Kondisi ini membuat rambut di puncak kepala terasa makin tipis, walau sisi samping masih terlihat normal.
Pria Asia disebut lebih cenderung mengalami pola ini ketimbang penipisan di garis rambut.
4. Rambut rontok dalam jumlah banyak sekaligus
Ilustrasi. Rambut rontok itu normal, tetapi jika berlebihan, bisa jadi itu tanda awal kebotakan pada pria. (iStockphoto/ipopba) |
Rambut rontok itu normal. Setiap harinya kita bisa kehilangan 100-150 helai rambut. Namun, jika Anda melihat rambut rontok dalam bentuk gumpalan atau jumlah besar sekaligus, ini perlu diwaspadai.
Kerontokan seperti ini terkadang bisa menandakan masalah kesehatan tertentu, bukan sekadar proses kebotakan biasa. Jadi, sebaiknya segera periksakan diri ke tenaga medis.
5. Rambut tubuh ikut berkurang
Kebotakan pada pria tidak selalu terbatas di kulit kepala. Dalam beberapa kasus, rambut di bagian tubuh lain seperti lengan, kaki, atau area tubuh lain juga ikut menipis.
Anda bisa dengan mudah mendeteksinya ketika rambut tak tumbuh kembali setelah dicukur. Walau ini bisa terjadi karena faktor penuaan, kondisi ini terkadang juga berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu.
6. Kulit kepala lebih terlihat
Kebotakan bisa lebih mudah dideteksi ketika terjadi di satu spot tertentu. Namun jika terjadi di beberapa area kepala sekaligus, akan sulit untuk menyadarinya. Jadi, penting untuk mengamati kulit kepala.
Mengutip Vogue, kulit kepala yang mulai tampak lebih jelas bisa menjadi tanda rambut Anda makin menipis.
7. Muncul rambut tipis yang halus
Rambut pendek, tipis, dan halus juga bisa menjadi pertanda folikel rambut mulai mengecil. Jenis rambut ini sering muncul saat rambut mulai menipis.
Namun, tanda ini kadang disangka hanya rambut patah biasa, padahal bisa jadi sinyal awal kebotakan pada pria.
Apa yang harus dilakukan jika menemukan tanda-tanda ini?
Kim mengatakan jangan panik ketika Anda menemukan sejumlah tanda awal kebotakan. Ia menganjurkan tiga hal untuk dilakukan. Pertama, dokumentasikan.
"Ambil foto garis rambut, pelipis, dan ubun-ubun Anda dengan pencahayaan konsisten setiap beberapa bulan," kata Kim.
Kedua, pastikan mendapat diagnosis tepat dari dokter. Garis rambut yang mundur atau kerontokan setelah sakit, tentunya memiliki penyebab yang sangat berbeda.
Ketiga, buat rencana dari hasil diagnosis. Entah itu pengobatan, pilihan non-bedah, atau prosedur seperti ekstraksi unit folikel. Yang penting jangan tunggu sampai parah.
Kim mengatakan, banyak pria menghabiskan waktu berbulan-bulan menggunakan sampo dan suplemen saja, lalu menyesal karena tak memulainya sejak awal.
"Hasil terbaik didapatkan dengan memiliki rencana sebelum masalah menjadi lebih parah," ucap Kim.
(rti)

