8 Cara Melatih Anak untuk Tidur Sendiri, Lakukan secara Bertahap
Ketika usia anak terus bertambah, terlebih sudah memasuki usia sekolah, Anda sebaiknya mulai melatih si kecil untuk tidur sendiri di kamar terpisah. Tujuannya demi membangun kemandirian dan membentuk pola tidur yang teratur.
Akan tetapi, melatih anak untuk tidur sendiri tidaklah mudah. Anda mungkin membutuhkan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu sampai akhirnya si kecil mampu tidur secara mandiri.
Nah, agar prosesnya lebih mudah, berikut ini beberapa cara melatih anak untuk tidur sendiri yang efektif, seperti dirangkum dari berbagai sumber.
1. Pastikan orang tua sudah siap
Sebelum mulai mengubah kebiasaan tidur anak, sebagai orang tua, Anda juga harus siap secara mental. Mengutip Hand in Hand Parenting, perubahan yang akan terjadi mungkin membutuhkan kesabaran karena anak dapat menunjukkan penolakan atau rasa tak nyaman.
2. Jelaskan kepada anak
Cara melatih anak untuk tidur sendiri berikutnya, yakni dengan bicara kepada anak mengenai alasan Anda ingin dia mulai tidur di tempat tidurnya sendiri. Sampaikan dengan tenang dan hindari menunjukkan rasa kesal atau frustrasi.
Penjelasan yang diberikan secara konsisten dapat membantu anak memahami bila tidur sendiri merupakan kebiasaan baru yang sedang dibangun.
3. Persiapkan anak pada siang hari
Kedekatan dengan orang tua juga dapat dibangun sebelum waktu tidur. Anda bisa meluangkan waktu khusus untuk bermain dan melakukan aktivitas fisik bersama anak pada siang hari.
Kegiatan tersebut bisa mendorong anak merasa lebih dekat, terhubung, dan percaya diri. Hal ini pun bisa membantu anak menghadapi rasa takut atau cemas yang mungkin muncul ketika waktu tidur tiba.
4. Lakukan secara perlahan
Saat anak sudah berada di tempat tidur, beri tahu bahwa Anda akan berpindah ke tempat tidur sendiri. Namun jangan langsung pergi ketika anak mulai menunjukkan penolakan.
Tetap berada di dekatnya dan beri anak kesempatan untuk mengungkapkan perasaan. Proses ini dapat membantu anak menghadapi rasa takut terhadap perubahan dan kepergian orang tua secara bertahap.
5. Tetap dekat dan dengarkan
Ketika dalam prosesnya anak mulai menangis, tantrum, atau marah, cobalah untuk tetap tenang dan berada di dekatnya. Dengarkan apa yang ingin disampaikan anak tanpa langsung memarahinya.
Tantrum dapat menjadi cara anak melepaskan rasa takut atau emosi yang selama ini dirasakan. Melalui respons tersebut, orang tua mungkin dapat memahami hal yang membuat anak merasa tidak nyaman.
6. Berikan dukungan dan rasa aman
Saat sedang tantrum, anak biasanya belum dapat menerima nasihat atau penjelasan panjang dengan baik. Oleh karena itu, Anda tidak perlu banyak berbicara.
Cukup berikan kalimat sederhana seperti, "Mama/Papa di sini," "Kamu aman," atau "Mama/Papa akan memastikan kamu tetap aman." Kehadiran dan respons yang tenang dapat membuat anak merasa lebih nyaman.
7. Tunggu sampai anak tenang
Tantrum biasanya akan mereda secara perlahan. Setelah anak berhasil melewati emosinya, dia mungkin menjadi lebih tenang ketika orang tua mulai meninggalkan kamar dan lebih mudah tertidur.
Jika anak masih kesulitan, Anda dapat mengulangi langkah tersebut pada malam berikutnya. Proses ini mungkin membutuhkan beberapa kali percobaan sampai anak terbiasa tidur sendiri.
8. Berikan ruang untuk perasaan anak
Selama proses berlangsung, orang tua juga mungkin merasa lelah, putus asa, atau ikut terbawa emosi ketika mendengar anak menangis. Perasaan itu wajar muncul dan perlu diperhatikan.
Cobalah membicarakan perasaan tersebut kepada pasangan atau orang yang dipercaya. Dengan kondisi emosi yang lebih tenang, Anda akan lebih siap mendampingi anak membangun kebiasaan tidur sendiri.
Itulah beberapa cara melatih anak untuk tidur sendiri. Apakah anak Anda sudah siap untuk tidur di kamarnya sendiri?
(san/rti)