Mayapada Hospital Gandeng Lovepink Perkuat Penanganan Kanker Payudara

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 14:55 WIB
Mayapada Hospital Jakarta Selatan memperkuat penanganan kanker payudara melalui layanan terintegrasi dan kolaborasi dengan komunitas penyintas Lovepink. (Foto: CNN Indonesia/Angela Merici Keraf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mayapada Hospital Jakarta Selatan memperluas layanan kanker payudara melalui kolaborasi dengan komunitas penyintas dan pejuang kanker payudara, Lovepink.

Kerja sama ini mencakup edukasi, pendampingan, hingga pemantauan pasien setelah menjalani pengobatan.

Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Fiktorius Kuludong, mengatakan penanganan kanker tidak berhenti pada diagnosis atau tindakan operasi.

Pasien membutuhkan layanan yang terintegrasi sejak pemeriksaan awal, diagnosis, pengobatan, hingga pemantauan setelah terapi.

"Kalau kita lihat penanganan cancer itu semua harus terintegrasi, termasuk cancer payudara yang mulai dari screening, diagnosis, pengobatan," kata Fiktorius dalam acara kolaborasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Lovepink di Jakarta, Jumat (18/9).

Menurutnya, Mayapada Hospital Jakarta Selatan mengembangkan konsep comprehensive cancer care untuk menangani pasien secara terpadu.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan memperluas layanan kanker payudara melalui kolaborasi dengan komunitas penyintas dan pejuang kanker payudara, Lovepink. (Foto: CNN Indonesia/Angela Merici Keraf)

Pengembangan tersebut mencakup sejumlah fasilitas dan teknologi, termasuk mammografi 3D, PET scan, terapi nuklir, hingga teknologi robotik untuk operasi.

Fiktorius mengatakan kolaborasi dengan komunitas penyintas seperti Lovepink juga penting karena pasien kanker tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga informasi dan pendampingan selama menjalani proses pengobatan.

Lovepink sendiri merupakan komunitas yang beranggotakan penyintas kanker payudara maupun perempuan yang sedang menjalani pengobatan.

Kolaborasi antara rumah sakit dan komunitas juga dirasakan langsung oleh salah satu penyintas kanker payudara, Verita. Ia bercerita pertama kali menemukan benjolan kecil di payudara ketika berusia 40 tahun.

Meski awalnya benjolan tersebut dianggap tidak mengkhawatirkan, Verita memilih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ia kemudian didiagnosis mengalami kanker payudara stadium 4 pada 2023.

Saat itu, menurut Verita, akses terhadap sejumlah pemeriksaan belum semudah sekarang. Ia bahkan harus pergi ke Kuala Lumpur untuk menjalani PET scan karena harus menunggu sekitar satu bulan jika dilakukan di Indonesia.

Dalam kondisi tersebut, Verita mendapat informasi dan pendampingan dari komunitas Lovepink.

"Saya sangat bersyukur saya mendapat komunitas sehingga saya tahu langkah apa yang saya lakukan," kata Verita.

Setelah kembali ke Jakarta, Verita kemudian menjalani penanganan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Ia mengatakan mendapat penanganan dari sejumlah dokter dengan bidang keahlian berbeda, mulai dari bedah onkologi, onkologi ginekologi, dokter tulang, hingga dokter radiasi.

"Saya merasakan sendiri mereka berdiskusi, treatment apa yang saya harus dapatkan. Di situ saya tertangani dengan baik," ujarnya.

Verita juga mengatakan perhatian dari dokter dan perawat selama menjalani pengobatan menjadi hal yang berarti baginya. Setelah menyelesaikan rangkaian pengobatan, ia masih menjalani pemantauan terhadap kondisinya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya dukungan komunitas dan layanan kesehatan yang terintegrasi bagi pasien kanker payudara, baik ketika menjalani pengobatan maupun setelahnya.


Dilengkapi PET scan

Salah satu fasilitas yang dikembangkan Mayapada Hospital Jakarta Selatan adalah PET scan. Pemeriksaan ini selama ini banyak dikenal untuk membantu mendeteksi kanker dan melihat penyebarannya.

Fiktorius mengatakan PET scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan onkologi. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan dalam bidang kardiologi dan neurologi.

"Jadi kami ada tiga kategori, onkologi, kardiologi, neurologi," katanya.

Ia juga mengatakan pembacaan hasil PET scan dilakukan oleh dua dokter dari bidang yang berbeda, yakni dokter radiologi dan dokter kedokteran nuklir. Hasil pemeriksaan kemudian dapat dibahas bersama tim multidisipliner sesuai kondisi pasien.

"Semua modalitas dalam advanced therapy maupun advanced diagnosis di Mayapada itu melewati dari satu dokter untuk diskusi," ujar Fiktorius.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penanganan kanker secara terintegrasi. Pasien tidak hanya mendapatkan pemeriksaan atau tindakan secara terpisah, tetapi juga dapat dibahas dalam tim multidisipliner.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan juga mengembangkan layanan kanker melalui tim yang terdiri dari berbagai bidang, seperti bedah onkologi, radiologi, patologi anatomi, patologi klinik, hingga hemato-onkologi.

(anm/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK