Pria Habiskan Rp24 M Demi Kunjungi 233 Destinasi dalam 33 Tahun

CNN Indonesia
Sabtu, 19 Sep 2026 08:00 WIB
Ilustrasi pergi keliling dunia. (Schaeffler/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pria asal China bernama Chen Jinwei berhasil mewujudkan impiannya setelah menghabiskan 33 tahun untuk mengunjungi 233 negara, destinasi, dan kawasan di berbagai penjuru dunia.

Sosok yang merupakan pengusaha asal Zhuji, Provinsi Zhejiang, China. Dikutip dari South China Morning Post, Chen yang kini berusia 53 tahun telah menghabiskan sekitar 10 juta yuan atau sekitar Rp24 miliar, selama perjalanan panjangnya.

Chen adalah pemilik perusahaan yang bergerak di bidang mesin atau manufaktur. Meski memiliki bisnis yang harus dijalankan, ia tetap menyempatkan diri melakukan perjalanan ke berbagai negara.

Seperti dilansir VN Express, ia bahkan memiliki pola dengan menghabiskan sekitar satu bulan di rumah untuk mengurus pekerjaan sebelum kembali bepergian selama sekitar satu bulan.

Perjalanan Chen dimulai pada 1993 ketika ia mengunjungi Singapura, Malaysia, dan Thailand. Saat itu internet belum banyak digunakan sehingga ia ingin melihat langsung seperti apa dunia di luar China.

Sejak perjalanan pertama tersebut, Chen memiliki target untuk mengunjungi seluruh negara dan wilayah di dunia. Ia juga sengaja mendahulukan destinasi yang dianggap sulit, terutama tempat dengan aturan visa rumit atau kondisi alam yang ekstrem.

Salah satu perjalanan yang penuh tantangan adalah saat Chen mencoba mencapai Antarktika. Pada November 2015, perjalanan pertamanya menggunakan kapal ekspedisi Prancis Le Boréal mengalami masalah setelah kapal kehilangan daya.

Namun, satu bulan kemudian Chen mencoba kembali dan berhasil mencapai Antarktika pada Januari 2016. Tokelau, wilayah kepulauan yang berada di bawah Selandia Baru, juga menjadi salah satu destinasi tersulit bagi Chen.

Perjalanannya pada 2019 harus dibatalkan karena keadaan darurat kesehatan di Selandia Baru. Ia baru berhasil mengunjungi wilayah tersebut setelah tujuh tahun kemudian.

Selama menjelajahi dunia, Chen juga pernah mengalami malaria di Afrika dan gempa bumi di Yunani. Menurutnya, menghadapi situasi tersebut mengajarkan dirinya untuk tetap tenang dan mencari solusi ketika menghadapi masalah.

Bagi Chen, traveling bukan sekadar mengunjungi tempat wisata dan mengumpulkan foto. Ia berusaha tinggal selama mungkin di setiap destinasi untuk mengenal budaya serta kehidupan masyarakat setempat.

Pada Mei 2023, Baidu melaporkan bahwa Chen mendapat gelar "Xu Xiake Kontemporer ke-10" di China. Gelar tersebut merujuk pada Xu Xiake (1587-1641), seorang penjelajah terkenal dari Dinasti Ming yang dikenal sebagai salah satu penulis perjalanan pertama di China.

Untuk menghormati Xu Xiake, Chen mengumpulkan uang kertas dari 198 negara dan wilayah kemudian disumbangkan ke Xu Xiake Memorial Hall di Lijiang.

Tak hanya menjelajahi berbagai negara di dunia, Chen juga menyusuri negaranya sendiri. Setelah pandemi pada 2020, ia menjadi orang pertama yang mengunjungi seluruh 318 destinasi wisata tingkat 5A di China. Perjalanan tersebut ia selesaikan dalam waktu dua tahun.

Setelah menyelesaikan perjalanan keliling dunianya, Chen kini ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak dan orang tuanya. Ia juga berencana mewawancarai 100 tokoh dari industri pariwisata dan petualangan luar ruang untuk mendokumentasikan kisah hidup mereka.

Perjalanan Chen disebut menjadi perhatian di media sosial China. Laporan South China Morning Post menyebut hanya sekitar 70 orang di China yang sebelumnya telah mengunjungi 233 negara, wilayah, dan kawasan tersebut.

Di luar aktivitas traveling, Chen juga menyumbangkan lebih dari US$745.000 atau sekitar Rp12 miliar untuk sekolah, pembangunan jalan, dan bantuan bencana.

Atas kegiatannya tersebut, ia mendapat penghargaan sebagai salah satu tokoh olahraga dan rekreasi terkemuka di Zhejiang.

(dsd/wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK