Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia memiliki banyak destinasi wisata dengan pemandangan yang tidak kalah menarik dari tempat-tempat populer di luar negeri. Mulai dari danau yang dikelilingi pegunungan, hutan bambu, hingga lembah dengan tebing tinggi, sejumlah tempat di Tanah Air bahkan kerap disebut mirip destinasi di negara lain.
Kemiripan tersebut bukan berarti kondisi alamnya benar-benar sama. Biasanya, perbandingan muncul karena terdapat karakter lanskap yang serupa, seperti bentuk pegunungan, warna air, hamparan savana, atau suasana kawasan wisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa destinasi bahkan pernah dibandingkan secara langsung dengan tempat wisata luar negeri oleh media maupun tokoh publik. Ada yang disebut mirip Swiss karena memiliki panorama danau dan pegunungan, sementara destinasi lainnya terasa seperti di Jepang, Afrika, hingga Thailand.
Berikut tujuh destinasi di Indonesia yang bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mendapatkan suasana seperti sedang berlibur ke luar negeri tanpa harus pergi ke negara lain.
1. Danau Toba, Sumatera Utara
Terletak di Sumatera Utara, Danau Toba merupakan salah satu danau vulkanik terbesar di dunia. Kawasan ini memiliki bentang perairan luas yang dikelilingi perbukitan dan pegunungan, dengan Pulau Samosir yang berada di tengahnya.
Panorama Danau Toba pernah dibandingkan dengan pemandangan di Swiss, terutama ketika dilihat dari Huta Ginjang, Tapanuli Utara.
Dari ketinggian sekitar 1.095 mdpl, wisatawan dapat melihat kaldera Toba, Pulau Samosir, dan hamparan danau yang dikelilingi perbukitan.
Untuk menikmati Huta Ginjang pengunjung harus membeli tiket masuk sekitar Rp6 ribu per orang berdasarkan informasi pengelola yang dikutip BPODT.
2. Raja Ampat, Papua Barat Daya
Raja Ampat dikenal dengan gugusan pulau, laut jernih, pantai berpasir putih, serta panorama karst yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Kawasan ini juga merupakan wilayah penting bagi konservasi laut dan memiliki kawasan konservasi perairan yang luas.
Pemandangan kepulauan dan laut biru Raja Ampat kerap dibandingkan dengan Maladewa. Salah satu kawasan yang terkenal adalah Piaynemo, dengan pulau-pulau karst kecil yang tersebar di perairan biru.
Untuk tiket atau pungutan masuk kawasan, wisatawan lokal dikenakan biaya Rp500 ribu, sedangkan wisatawan mancanegara Rp1 juta. Tarif dapat mengikuti kebijakan terbaru pengelola.
3. Hutan Bambu Keputih, Surabaya
Hutan Bambu Keputih berada di Jalan Raya Marina Asri, Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.
Tempat ini memiliki jalan setapak yang diapit rumpun bambu tinggi dan rimbun sehingga menciptakan suasana seperti berada di kawasan hutan bambu Jepang.
Destinasi ini sering dibandingkan dengan Sagano Bamboo Forest di Kyoto, Jepang. Meski skalanya berbeda, deretan bambu yang membentuk lorong menjadi karakter yang membuat keduanya terasa serupa.
Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Wisatawan hanya perlu membayar parkir sekitar Rp2 ribu untuk sepeda motor dan Rp5 ribu untuk mobil.
Simak daftar selengkapnya di halaman berikutnya..
7 Destinasi di Indonesia Ini Bikin Kamu Serasa Liburan ke Luar Negeri!
Savana Bekol, Taman Baluran jadi salah satu tempat wisata di Indonesia yang disebut mirip dengan suasana di luar negeri. (Arsip Kemenparekfraf)
4. Savana Bekol, Jawa Timur
Savana Bekol merupakan bagian dari Taman Nasional Baluran di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Hamparan padang rumput luas dengan pepohonan yang tersebar dan keberadaan satwa liar membuat kawasan ini kerap mendapat julukan 'Africa van Java'.
Suasananya mengingatkan pada lanskap sabana Afrika, terutama ketika wisatawan melihat rusa atau satwa lainnya berada di area padang rumput.
Untuk memasuki Taman Nasional Baluran, tiket WNI saat ini Rp21 ribu pada weekdays dan Rp31 ribu pada weekend. Tarif kendaraan dikenakan terpisah, yakni Rp5 ribu untuk sepeda motor dan Rp10 ribu untuk mobil.
5. Patung Buddha Tidur Mojokerto, Jawa Timur
Patung Buddha Tidur berada di kompleks Maha Vihara Mojopahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Patung Buddha dalam posisi berbaring tersebut menjadi salah satu ikon wisata religi di kawasan Trowulan.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga masih menyebut kompleks ini sebagai kawasan wisata religi dengan ikon Patung Buddha Tidur pada 2026.
Patung tersebut kerap dibandingkan dengan patung Buddha tidur yang berada di Thailand karena sama-sama menampilkan Buddha dalam posisi berbaring.
Pengunjung Maha Vihara Mojopahit dikenakan sumbangan dana kebersihan sekitar Rp5 ribu untuk dewasa dan Rp3 ribu untuk anak-anak. Informasi kunjungan terbaru juga mencantumkan sekitar Rp5 ribu sebagai donasi atau biaya parkir.
6. Telaga Sarangan, Magetan
Telaga Sarangan terletak di Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Telaga yang berada di kawasan Gunung Lawu ini dikelilingi perbukitan hijau dan menawarkan suasana sejuk khas daerah pegunungan.
Pemandangannya pernah disebut mirip dengan danau di Swiss, khususnya Danau Geneva, karena perpaduan antara telaga, perbukitan, dan udara pegunungan.
Untuk tiket masuk, wisatawan dewasa dikenakan tarif sekitar Rp20 ribu, sedangkan anak-anak Rp10 ribu. Tarif tersebut sudah termasuk komponen asuransi.
7. Lembah Harau, Sumatera Barat
Lembah Harau, Sumatera Barat kerap disebut-sebut mirip dengan Lauterbrunnen di Swiss. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Lembah Harau berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Kawasan ini dikelilingi tebing-tebing granit terjal dengan ketinggian sekitar 100 hingga 500 meter, ditambah lembah hijau dan sejumlah air terjun.
Karakter tersebut membuat Lembah Harau kerap dibandingkan dengan Lauterbrunnen di Swiss, yang juga terkenal dengan lembah di antara tebing-tebing tinggi dan air terjun.
Bahkan, perbandingan Lembah Harau dengan Lauterbrunnen sudah muncul dalam tulisan mengenai lanskap Sumatera pada masa Hindia Belanda.
Untuk tiket masuk, informasi Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota mencantumkan retribusi sekitar Rp5 ribu, dengan biaya parkir yang tercantum terpisah.