Beras merupakan salah satu makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat di berbagai negara, terutama di Asia. Selain beras biasa, kini tersedia beras fortifikasi yang diperkaya dengan berbagai zat gizi untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Lantas, apa bedanya beras fortifikasi vs beras biasa?
Seiring berkembangnya teknologi pangan, beras kini hadir dalam berbagai jenis dan bentuk. Hal ini membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan beras yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Salah satunya adalah beras fortifikasi yang mulai dikenal sebagai produk pangan dengan nilai tambah tertentu. Dikutip dari Dayi Extruder Machine, berikut perbedaan beras fortifikasi dan beras biasa yang perlu diketahui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kandungan nutrisinya berbeda
Beras biasa umumnya mengandung karbohidrat sebagai sumber energi dan sejumlah kecil protein. Proses penggilingan dapat mengurangi sebagian vitamin dan mineral yang terdapat pada lapisan luar beras.
Sementara itu, beras fortifikasi mendapatkan tambahan zat gizi seperti zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin B12, zinc, vitamin B1, dan vitamin B3. Penambahan tersebut bertujuan meningkatkan kandungan mikronutrien pada beras.
2. Sumber zat gizinya tidak sama
Pada beras biasa, zat gizi berasal dari kandungan alami beras. Jumlahnya dapat berbeda tergantung varietas, kondisi tanah, hingga proses pengolahan.
Beras fortifikasi memperoleh tambahan nutrisi dari luar melalui proses produksi. Nutrisi tersebut biasanya dimasukkan ke dalam butiran beras fortifikasi yang kemudian dicampurkan dengan beras biasa dalam rasio tertentu.
3. Proses pembuatan
Beras biasa umumnya hanya melalui tahapan seperti penggilingan dan pemolesan sebelum dikonsumsi. Sebaliknya, beras fortifikasi membutuhkan proses tambahan untuk memasukkan atau menempelkan vitamin dan mineral.
Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, yaitu coating atau penyemprotan, dusting atau pelapisan dengan bubuk nutrisi, serta ekstrusi. Metode ekstrusi banyak digunakan karena nutrisi dapat berada di dalam butiran sehingga lebih tahan terhadap proses pencucian dan pemasakan.
4. Tampilan, rasa, dan tekstur
Perbedaan beras fortifikasi dan beras biasa tidak selalu mudah dikenali hanya dari penampilan. Butiran beras fortifikasi yang dibuat melalui proses ekstrusi dapat dirancang menyerupai beras biasa.
Beras fortifikasi berkualitas baik umumnya memiliki rasa dan tekstur yang hampir sama dengan beras biasa setelah dimasak. Namun, kualitas produk dan metode fortifikasi dapat memengaruhi tekstur maupun cita rasanya.
5. Cara mencuci beras
Ilustrasi. Beda beras fortifikasi dan beras biasa juga terletak pada cara mencucinya. (iStock/Pawel Kacperek) |
Beras biasa umumnya dapat dicuci seperti biasa sebelum dimasak. Pada beras fortifikasi, pencucian perlu dilakukan secara lebih hati-hati karena metode fortifikasi tertentu dapat membuat sebagian nutrisi lebih mudah larut atau terlepas.
Misalnya pada metode coating, vitamin dan mineral berada di permukaan butiran sehingga berpotensi berkurang ketika beras dicuci menggunakan banyak air. Karena itu, cara mencuci beras fortifikasi sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan produk.
6. Tujuan konsumsinya
Beras biasa terutama berperan sebagai sumber energi dari karbohidrat. Konsumsinya tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat apabila dikombinasikan dengan sumber protein, sayur, buah, dan makanan bergizi lainnya.
Sementara itu, beras fortifikasi dirancang untuk membantu meningkatkan asupan zat gizi mikro. Fortifikasi beras dapat menjadi salah satu strategi untuk membantu mengatasi kekurangan zat gizi tertentu di masyarakat.
Lihat Juga : |
7. Harga yang berbeda
Beras fortifikasi membutuhkan proses produksi tambahan serta bahan fortifikan berupa vitamin dan mineral. Karena itu, harganya dapat sedikit lebih tinggi dibandingkan beras biasa dengan kualitas yang setara.
Selain itu, beras fortifikasi termasuk produk pangan yang proses fortifikasinya perlu mengikuti standar keamanan dan kandungan zat gizi yang berlaku.
Nah, itulah bedanya beras fortifikasi dan beras biasa agar dapat memilih jenis beras yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan pola makan sehari-hari.
(gas/asr/bac)


