Kapal pinisi Yukai tenggelam di perairan Tanjung Sture, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/9) pagi.
Kapal wisata tersebut karam akibat menabrak gugusan karang dangkal saat mengangkut 13 orang wisatawan atau turis menuju lokasi menyelam atau snorkeling.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, menjelaskan bahwa insiden bermula sekitar pukul 06.30 WITA ketika kapal berlayar dari titik tambat Pulau Kelapa menuju kawasan Pulau Bidadari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan laut ini diduga dipicu oleh kelalaian nakhoda yang kurang memahami jalur pelayaran serta mengabaikan rambu navigasi di ujung tanjung saat kondisi air laut sedang surut. Benturan keras dengan karang dangkal menyebabkan kerusakan fatal pada struktur bawah kapal.
Lambung kapal yang bocor membuat air laut dengan cepat membanjiri ruang dalam. Kondisi tersebut memaksa kapal kehilangan keseimbangan dalam waktu singkat sebelum akhirnya tenggelam ke dasar perairan.
"Dalam hitungan menit kapal mulai miring secara ekstrem dan perlahan tenggelam," ujar Leonardo, seperti dilansir Detik.
Situasi darurat tersebut dengan cepat direspons oleh dua kapal wisata yang melintas di sekitar lokasi kejadian, yakni KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran. Kedua kapal tersebut langsung mendekat untuk mengevakuasi para penumpang menggunakan sekoci darurat.
Usai menerima laporan pada pukul 06.35 WITA, tim SAR gabungan yang terdiri dari 21 personel lintas instansi-termasuk Satpolairud Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri, KSOP, dan Basarnas Labuan Bajo-langsung diterjunkan ke lokasi.
Petugas mengerahkan lima unit rigid inflatable boat (RIB) serta satu kapal interceptor untuk menyisir area kabin hingga ruang mesin guna memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Proses evakuasi berjalan lancar hingga seluruh penumpang dan kru berhasil dibawa ke dermaga daratan Labuan Bajo sekitar pukul 08.15 WITA. Setibanya di dermaga, para korban langsung menjalani pemeriksaan fisik dasar dan penanganan pendampingan psikologis singkat sebelum didata oleh petugas.
Total 19 orang yang berada di atas kapal-meliputi tujuh wisatawan mancanegara, enam wisatawan domestik, serta enam awak kapal termasuk nakhoda-dinyatakan selamat tanpa mengalami cedera. Kendati tidak menelan korban jiwa, kecelakaan laut ini diperkirakan memicu kerugian material mencapai Rp1 miliar.
(wiw)