Nyeri Lutut Berulang Tak Hanya Faktor Usia, Waspadai Osteoarthritis

Mayapada Hospital | CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 11:56 WIB
(Foto: dok Mayapada Hospital)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang menganggap biasa nyeri lutut setelah beraktivitas, terutama seiring pertambahan usia. Padahal, nyeri lutut yang muncul berulang juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti berat badan berlebih, riwayat cedera sendi, aktivitas berulang yang memberi tekanan pada sendi, maupun faktor genetik.

Nyeri yang datang dan pergi itu disertai lutut yang terasa kaku saat bangun pagi, atau lutut jadi tak nyaman setelah beraktivitas sederhana seperti naik turun tangga, dapat menjadi tanda osteoarthritis, yaitu salah satu penyakit sendi yang paling umum terjadi pada orang dewasa.

Kerap dikaitkan dengan usia lanjut, osteoarthritis bisa dialami oleh individu yang masih aktif.

dr. Fahresa Hilmy, Sp.OT dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan, osteoarthritis terjadi akibat kerusakan bertahap pada tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan antartulang.

"Akibatnya, permukaan tulang saling bergesekan sehingga menyebabkan nyeri, peradangan, dan keterbatasan gerak. Karena berkembang secara perlahan, banyak pasien baru mencari pertolongan ketika keluhan mulai mengganggu aktivitas," kata dr. Fahresa.

Pada tahap awal, osteoarthritis ditandai dengan nyeri saat beraktivitas, kekakuan sendi, pembengkakan ringan, hingga keterbatasan gerak.

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi kerusakan sendi yang menyebabkan nyeri berkepanjangan dan keterbatasan gerak, hingga memerlukan tindakan Total Knee Replacement (TKR).

Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyatakan bahwa standar baru dalam penanganan osteoarthritis kini tidak hanya berfokus pada keberhasilan operasi, tetapi juga pada kualitas pemulihan pasien.

Prof. Nicolas dikenal berkat kontribusinya dalam pengembangan teknologi robotik dan inovasi bedah penggantian sendi di tingkat dunia.

Ia menjelaskan, ketika osteoarthritis menyebabkan kerusakan sendi yang berat dan mengganggu fungsi gerak secara signifikan, prosedur TKR dapat membantu mengurangi nyeri dan mengembalikan fungsi sendi, mendukung pasien kembali bergerak dengan lebih nyaman.

"Dalam proses pemulihan, pasien bahkan dapat mulai dilatih untuk menekuk lutut dan berdiri sekitar 5 jam setelah operasi. Dukungan teknologi robotik juga membantu meningkatkan presisi tindakan sehingga mendukung hasil penanganan yang lebih optimal," tutur Prof. Nico.

Yang harus digarisbawahi, tidak semua kasus osteoarthritis memerlukan tindakan operasi. Menurut Prof. Nico, osteoarthritis yang dikenali dan ditangani sejak dini memiliki peluang besar untuk mempertahankan fungsi sendi dan menjaga kualitas hidup,

"Pada banyak kasus, gejala dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, latihan yang tepat, fisioterapi, pengelolaan berat badan, serta terapi medis sesuai kondisi pasien. Semakin dini osteoarthritis dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi sendi dan menjaga kualitas hidup," kata Prof. Nico.

Berhenti mengabaikan nyeri lutut yang muncul berulang. Sebelum mengganggu kualitas hidup, kenali gejala sejak dini dan lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sebagai bagian dari layanan kesehatan yang menyeluruh, pasien dengan keluhan pada tulang dan sendi dapat memeriksakan diri ke Orthopedic Center Mayapada Hospital.

Layanan ini mencakup penanganan berbagai gangguan muskuloskeletal, mulai dari nyeri otot dan sendi hingga pencegahan dan pemulihan cedera, dengan pemeriksaan komprehensif yang didukung teknologi diagnostik modern serta tim dokter multidisiplin yang berpengalaman.

Sementara guna membantu menjaga kesehatan dan fungsi sendi secara optimal, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) juga menyediakan layanan komprehensif, mulai dari skrining, pencegahan, hingga penanganan cedera, serta program peningkatan performa untuk aktivitas sehari-hari maupun olahraga.

Seluruh layanan ini didukung fasilitas lengkap yang menunjang program latihan secara optimal, seperti gym, VO2 Max, dan Body Composition Analysis.

Untuk meningkatkan kenyamanan bagi pasien internasional, MHKN juga memiliki layanan International Care Concierge yang meliputi koordinasi janji temu, pendampingan selama perawatan, hingga dukungan komunikasi selama menjalani pengobatan.

Informasi lebih lanjut bisa diperoleh lewat Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990 atau melalui aplikasi MyCare.

Kebuagaran tubuh juga dapat dipantau pada fitur Personal Health di MyCare, yang menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI) pengguna.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK