Lutut Tetap Sakit Setelah Diobati, Knee Replacement Perlu Dilakukan?
Nyeri lutut atau osteoartritis (pengapuran sendi) yang tak kunjung reda meski sudah menjalani beragam pengobatan bisa menjadi tanda bahwa kerusakan sendi perlu mendapat penanganan lebih lanjut.
Pada pasien dengan osteoartritis atau pengapuran sendi yang sudah berat, operasi penggantian sendi lutut atau knee replacement dapat menjadi salah satu pilihan.
Namun, keputusan menjalani operasi bukan perkara sederhana, terutama bagi pasien yang masih aktif bekerja maupun berolahraga. Karena itu, penting memahami kapan knee replacement diperlukan, termasuk pilihan metode robotik yang kini telah tersedia.
Dokter Marvin Pili, Sp.OT, Subsp. PL(K) dari Mayapada Hospital Kuningan, mengatakan knee replacement perlu diputuskan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien.
"Bila hasil pemeriksaan rontgen (x-ray) menunjukkan kerusakan sendi yang sudah berat (grade III-IV) dan mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga menurunkan kualitas hidup pasien, maka Knee Replacement dapat dipertimbangkan," terang dr. Marvin dalam keterangannya dikutip Senin (28/9).
Menurut dia, faktor usia juga menjadi salah satu pertimbangan. Pasalnya, prosedur knee replacement umumnya lebih banyak dilakukan pada pasien berusia lanjut.
Meski demikian, bukan berarti pasien berusia lebih muda dengan kerusakan sendi berat otomatis harus menjalani operasi penggantian lutut. Kerusakan pada usia muda dapat terjadi akibat penyakit tertentu maupun trauma.
"Dokter dapat mempertimbangkan pilihan tindakan lain terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan tindakan knee replacement," ujar dr. Marvin.
Dalam perkembangannya, knee replacement dapat dilakukan dengan teknologi robotik, seperti yang sudah digunakan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) dan Mayapada Hospital Kuningan (MHKN).
Prosedur knee replacement juga didukung oleh protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) yang mengoptimalkan perawatan sejak sebelum operasi hingga masa pemulihan untuk mengurangi stres operasi, mengurangi rata-rata lama rawat inap dari lima hari menjadi 1,6 hari, mempercepat pemulihan, serta menurunkan risiko komplikasi.
Protokol ERAS® telah diterapkan di MHSB dan MHJS melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin untuk mendukung pemulihan dan hasil klinis yang optimal. Hingga saat ini, Mayapada Hospital menjadi satu-satunya rumah sakit di Indonesia yang meraih sertifikasi ERAS® untuk prosedur knee replacement robotik.
Dokter Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT, Subsp. PL(K), dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, yang perlu dipahami, "operasi robotik" bukan berarti robot menggantikan dokter melakukan operasi.
"Dengan dukungan teknologi tersebut, dokter tetap menjadi pihak yang mengambil keputusan klinis dan melakukan tindakan operasi, sementara sistem robotik berperan sebagai alat bantu untuk mendukung dokter dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan prosedur secara lebih terukur," ujarnya.
Teknologi tersebut, kata dr. Sunaryo, juga membantu dokter meningkatkan presisi saat melakukan operasi, termasuk dalam penempatan implan yang disesuaikan dengan anatomi pasien.
"Bagi pasien, robotik knee replacement dapat membantu meningkatkan presisi operasi, mendapatkan stabilitas sendi yang lebih baik, serta penempatan implan yang dapat disesuaikan dengan anatomi pasien, meminimalkan trauma jaringan dan risiko perdarahan, mengurangi kekakuan lutut, serta mendukung pemulihan agar pasien berpotensi kembali beraktivitas lebih cepat," ungkap dr. Sunaryo.
Menurut dr. Sunaryo, banyak pasien dapat mulai latihan berdiri dan berjalan dalam waktu relatif cepat setelah operasi.
"Fisioterapis akan membantu pasien melatih kekuatan otot, menekuk lutut, berjalan, hingga naik-turun tangga secara bertahap. Setelah diperbolehkan pulang, sebagian besar pasien dapat melanjutkan pemulihan di rumah. Aktivitas sehari-hari dapat dilakukan kembali dalam beberapa hari, meskipun waktu pemulihan setiap pasien dapat berbeda," pungkas dr. Sunaryo.
Kini masyarakat tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapat penanganan advanced knee replacement. Sebab, semua layanan ini telah tersedia di dalam negeri, melalui Orthopedic Center Mayapada Hospital yang menyediakan layanan komprehensif untuk berbagai kondisi ortopedi.
Antara lain mulai dari deteksi dini, diagnosis, terapi dan tindakan, hingga perawatan pasca-tindakan, termasuk prosedur knee replacement dengan teknologi robotik, didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis ortopedi dalam Orthopedic Board yang berkolaborasi dalam inovasi layanan, pengembangan SDM, dan standardisasi layanan Orthopedic Center Mayapada Hospital.
Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, pasien dapat membuat jadwal konsultasi dokter melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau aplikasi MyCare dan Emergency Call 150990 untuk penanganan kasus kegawatdaruratan.
Berbagai informasi seputar Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Tips & Articles di MyCare, dan fitur fitur Personal Health untuk menghitung langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).
(inh)