Viral Roller Coaster Halilintar Macet, Dufan Sebut Video Lama

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 11:15 WIB
Ilustrasi roller coaster Halilinter di Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta Utara. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Dunia Fantasi (Dufan) Ancol memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan wahana rollercoaster Halilintar berhenti saat menaiki jalur tanjakan.

Pengelola Dufan menegaskan rekaman tersebut merupakan insiden lama yang terjadi pada 11 September 2026, bukan peristiwa baru.

Pengelola menjelaskan gangguan operasional tersebut terjadi Jumat (11/9) sekitar pukul 14.34 WIB. Kereta Halilintar terhenti secara otomatis di area tanjakan awal lantaran sistem keselamatan wahana bekerja secara presisi saat mendeteksi adanya sensor gangguan.

Sistem keselamatan otomatis tersebut dirancang untuk menghentikan kereta di jalur dan titik aman terukur, sehingga proses evakuasi penumpang dapat dilakukan secara terkontrol.

Merespons penghentian otomatis tersebut, petugas operasional langsung menerjunkan tim pendamping untuk mengevakuasi sebanyak 20 pengunjung yang berada di dalam gerbong kereta.

"Proses evakuasi berlangsung selama lima menit terhadap 20 orang pengunjung dengan didampingi beberapa petugas berjalan dengan aman dan kondusif," tulis manajemen Dufan dalam keterangan resminya, seperti dikutip Detik.

Pihak Dufan memastikan seluruh pengunjung berada dalam kondisi baik dan tidak mengalami cedera usai dievakuasi dari lokasi tanjakan.

Setelah proses evakuasi rampung, tim teknis Dufan langsung melakukan inspeksi menyeluruh untuk memastikan kelayakan serta keamanan sistem mekanis maupun elektronik pada wahana tersebut.

Usai dinyatakan steril dan aman untuk beroperasi kembali, wahana Halilintar langsung dibuka kembali bagi para pengunjung pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB.

Manajemen Dufan menegaskan bahwa keselamatan serta kenyamanan pengunjung merupakan prioritas utama dalam setiap operasional. Setiap gangguan teknis yang timbul dipastikan ditangani sesuai prosedur standar keselamatan (Standard Operating Procedure/SOP) yang ketat.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK