Kopi Manis vs Kopi Pahit, Lebih Suka yang Mana?
Merayakan Hari Kopi Internasional, apa kopi favoritmu? CNNIndonesia.com merilis polling soal kopi favorit. Antara kopi manis dan kopi pahit, rupanya 57 persen responden menyukai kopi manis.
Selamat merayakan Hari Kopi Internasional! Saatnya menikmati kopi favoritmu hari ini. Ada banyak ragam menu kopi yang bisa ditemui di kedai kopi.
Jika dikelompokkan, pada dasarnya ada kopi manis atau kopi dengan bahan tambahan seperti gula, susu, sirup, atau krim kocok. Kemudian ada kopi pahit alias kopi tanpa bahan tambahan. Biasanya kopi hitam hadir dalam bentuk espresso, americano, kopi tubruk, atau kopi saring (filtered coffee).
Dari kedua tipe minuman kopi ini, rupanya kopi manis menang tipis dari kopi pahit berdasarkan polling yang diinisiasi CNNIndonesia.com.
Dari sebanyak 3.745 responden, sebanyak 57 persen memilih kopi manis, sedangkan 43 persen memilih kopi hitam.
Plus minus kopi manis dan kopi pahit
Baik kopi manis maupun kopi pahit punya efek berbeda terhadap tubuh meski keduanya sama-sama menggunakan kopi sebagai bahan utama.
Kopi manis
Asal dikonsumsi dalam jumlah wajar, kopi manis sebenarnya dapat memberikan beberapa manfaat sebagai berikut.
- Meredakan peradangan, campuran antioksidan dan protein alami susu memberikan efek antiinflamasi yang kuat.
- Meningkatkan energi, kafein membantu menjaga energi dan fokus.
- Nutrisi tambahan, campuran susu memberikan asupan nutrisi tambahan berupa protein, kalsium, dan lemak sehingga kamu merasa kenyang lebih lama.
- Ramah buat lambung, punya masalah lambung? Kopi manis terutama dengan campuran susu mampu menurunkan tingkat keasaman kopi sehingga lebih aman dikonsumsi pada orang dengan pencernaan sensitif.
Di sisi lain, kamu perlu berhati-hati sebab kopi manis juga bisa membawa dampak negatif seperti,
- diabetes, kopi manis kekinian banyak menggunakan gula, sirup, atau kental manis sehingga kandungan gulanya tinggi;
- obesitas, segelas kopi manis dengan kombinasi susu, krimer, gula, dan bahan lain mengandung kalori sangat tinggi. Hati-hati risiko obesitas.
- Masalah pencernaan dan lambung, kopi dengan campuran krimer atau susu full cream dapat berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat.
Kopi pahit
Kopi pahit tanpa bahan tambahan apa pun digadang-gadang lebih baik ketimbang kopi manis. Berikut beberapa manfaat kopi pahit.
- Menambah energi dan fokus, manfaat ini diperoleh berkat kandungan kafein.
- Menekan risiko diabates tipe 2, asam klorogenat (jenis antioksidan pada kopi) membantu tingkat respons gula darah.
- Menjaga mood, kafein dapat menjaga mood kamu seharian.
- Menjaga berat badan, tidak ingin menambah berat badan? Lebih baik minum kopi pahit sebab rendah kalori.
- Memperkuat daya ingat, kopi membantu menjaga fungsi otak dan mencegah risiko penurunan fungsi kognitif.
Seperti kopi manis, kopi pahit juga perlu dikonsumsi secara wajar. Terlalu banyak konsumsi kopi pahit berarti terlalu banyak kafein masuk tubuh. Beberapa efeknya antara lain,
- cemas, kafein berlebihan dapat memicu rasa cemas, gelisah, jantung berdebar,
- insomnia, konsumsi berdekatan dengan jam tidur bisa membuatmu susah tidur bahkan insomnia,
- menaikkan tekanan darah, pada sebagian orang, kafein akan menaikkan tekanan darah,
- terus-terusan buang air kecil, kopi membuatmu ingin buang air kecil terus-menerus,
- masalah pencernaan, kopi pahit sifatnya asam sehingga bagi yang punya pencernaan sensitif bisa merasakan mual, maag, mulas, atau kekambuhan pada GERD.