7 Stasiun Kereta Terindah di Dunia 2026, Ada 2 di Arab Saudi
Stasiun identik dengan aktivitas penumpang yang datang dan pergi. Namun, sejumlah stasiun di berbagai negara menawarkan pengalaman berbeda lewat desain arsitektur yang menarik.
Tahun ini, penghargaan arsitektur Prix Versailles kembali mengumumkan daftar stasiun kereta api yang dinilai memiliki desain paling menonjol. Sebanyak tujuh stasiun masuk dalam daftar World's Most Beautiful Stations 2026. Ketujuh stasiun tersebut tersebar di Australia, Prancis, Italia, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.
Prix Versailles merupakan penghargaan arsitektur yang digelar setiap tahun sejak 2015 di kantor pusat UNESCO di Paris. Penilaian dilakukan oleh juri internasional yang terdiri atas arsitek, desainer, seniman, dan tokoh publik. Mereka mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari keunggulan arsitektur dan inovasi hingga kesesuaian dengan konteks budaya serta keberlanjutan.
Ketujuh stasiun tersebut dianggap sebagai finalis yang setara, bukan peringkat dari posisi pertama hingga ketujuh. Tiga di antaranya nantinya akan mendapatkan gelar tambahan berupa World Title, Prix Versailles Interior, atau Exterior dalam seremoni yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026.
Berikut tujuh stasiun kereta terindah di dunia versi Prix Versailles 2026:
1. Town Hall Station, Melbourne, Australia
Town Hall Station di Melbourne, Australia, masuk dalam daftar karena desain ruang bawah tanahnya yang menyerupai katedral. Area concourse dibangun di bawah City Square dan memiliki delapan kolom besar berbentuk menyerupai pohon. Kolom-kolom tersebut menopang bagian atas ruangan sekaligus memberikan kesan seperti berada di dalam katedral.
Stasiun ini juga memiliki langit-langit berkubah dengan nuansa warna tembaga yang berada sekitar 10 meter di atas peron. Area peron yang luas membuat ruang bawah tanah tersebut terasa lebih terbuka.
2. Lyon Part-Dieu Station, Lyon, Prancis
Lyon Part-Dieu Station merupakan salah satu stasiun dengan aktivitas perpindahan penumpang yang tinggi di Eropa. Stasiun ini kemudian diperluas hingga ukurannya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya.
Proyek tersebut dikerjakan oleh firma arsitektur AREP dan L'AUC. Selain meningkatkan kapasitas, pengembangan stasiun juga mempertimbangkan fungsi kawasan tersebut sebagai jalur penghubung masyarakat yang berpindah dari satu bagian kota ke bagian lainnya.
Kini, Lyon Part-Dieu tidak hanya menjadi stasiun kereta regional, nasional, dan internasional, tetapi juga pusat transportasi multimoda yang menghubungkan berbagai kawasan di Lyon. Penambahan akses masuk dan jalur lintasan membuat stasiun ini semakin terintegrasi dengan lingkungan di sekitarnya.
3. Colosseo - Fori Imperiali Station, Roma, Italia
Colosseo - Fori Imperiali Station di Roma menawarkan pengalaman berbeda karena desainnya berkaitan erat dengan sejarah dan peninggalan arkeologi kota. Area menuju peron dibuat seolah-olah membawa penumpang dalam perjalanan menelusuri sejarah Roma.
Salah satu bagian yang menjadi daya tarik adalah bukaan seperti jendela atau oculus yang memungkinkan penumpang melihat Colosseum dari area stasiun. Desain stasiun juga menggunakan unsur sumur kuno serta permainan cahaya dan bayangan untuk memperlihatkan lapisan batuan di bawah Kota Roma. Karena itu, perjalanan menuju peron terasa seperti menyusuri situs arkeologi.
4. Monte Sant'Angelo Station, Napoli, Italia
Monte Sant'Angelo Station di Napoli menjadi salah satu proyek yang paling mencolok dalam daftar tahun ini. Stasiun tersebut dirancang oleh seniman Anish Kapoor bersama Future Systems dan AL_A.
Desainnya dilaporkan terinspirasi dari Inferno, bagian pertama Divine Comedy karya penyair Italia Dante Alighieri yang menggambarkan perjalanan menuju Neraka. Berada sekitar 48 meter di bawah tanah, stasiun ini memiliki dua bukaan monumental yang dibuat menggunakan baja corten dan aluminium.
Bagian dalamnya membawa penumpang ke ruang bawah tanah dengan dinding dan langit-langit bertekstur kasar. Desain tersebut terinspirasi dari Gunung Vesuvius, gua, serta legenda Cumaean Sibyl. Monte Sant'Angelo merupakan stasiun aktif pertama di Jalur 7 dan memiliki luas sekitar 6.500 meter persegi. Selain melayani kawasan barat Napoli, stasiun ini juga mendukung akses menuju kampus Monte Sant'Angelo milik Federico II University.
5. National Museum Station, Riyadh, Arab Saudi
National Museum Station di Riyadh dirancang oleh firma arsitektur Arup sebagai salah satu pintu masuk menuju National Museum dan kawasan bersejarah di pusat kota. Bagian luar stasiun dilengkapi struktur beton berpola seperti kisi-kisi. Bentuknya terinspirasi dari topografi Gunung Tuwaiq yang menjadi salah satu lanskap khas Arab Saudi.
Struktur tersebut memiliki sejumlah bukaan berbentuk segitiga yang mengambil inspirasi dari arsitektur tradisional Najdi. Dari celah-celah tersebut, cahaya biru dari bagian interior stasiun dapat terlihat sehingga menciptakan tampilan kontras dengan bagian luarnya.
6. Western Station, Riyadh, Arab Saudi
Selain National Museum Station, Riyadh memiliki satu stasiun lain yang masuk dalam daftar, yaitu Western Station. Stasiun ini mengambil inspirasi dari lanskap gurun, khususnya bentuk bukit pasir.
Bangunannya memiliki dua ruang panjang dengan atap bergelombang. Bentuk atap tersebut memberikan area teduh sekaligus memungkinkan cahaya dan udara mengalir melalui bangunan.
Western Station juga dirancang sebagai bagian dari lingkungan perkotaan. Di sekitar jalur kereta terdapat toko, masjid, serta area pedestrian yang dapat digunakan masyarakat untuk berjalan kaki dan berkumpul.
Kedua bangunan utama stasiun tersebut dihubungkan oleh sebuah jalur yang terinspirasi dari bentuk wadi, yaitu aliran sungai atau lembah yang menjadi bagian dari lanskap gurun.
7. LAX/Metro Transit Center, Los Angeles, Amerika Serikat
LAX/Metro Transit Center di Los Angeles menjadi stasiun terakhir dalam daftar tujuh stasiun terindah versi Prix Versailles 2026. Stasiun ini memiliki kanopi besar berbentuk seperti pahatan serta bagian atap yang menggunakan kaca. Desain tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kondisi iklim setempat.
Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah penggunaan ventilasi alami dan kanopi untuk mengurangi kebutuhan terhadap pendingin udara. Selain itu, panel surya dipasang di bangunan dan mampu memenuhi sekitar setengah kebutuhan energi interiornya.
(dsd/tis)