Mengenal Bathing Carnival Bhutan, Festival Air di PemaGatshel

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 17:46 WIB
Ilustrasi. Ada festival air yang akan digelar di Bhutan. (iStockphoto/tonyzhao120)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bhutan kembali menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda melalui Bathing Carnival Bhutan (BCB). Festival yang memadukan aktivitas air, budaya, olahraga, dan hiburan itu akan digelar pada 6-8 November 2026 di Telung, Nganglam, PemaGatshel.

Penyelenggaraan BCB tahun ini merupakan edisi kedua. Festival tersebut diselenggarakan oleh Departemen Pariwisata, Kementerian Industri, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Bhutan bersama Administrasi PemaGatshel Dzongkhag. Mulai 2027, Bathing Carnival Bhutan direncanakan berlangsung setiap tahun pada 1-3 November di Telung, PemaGatshel.

Mengusung tema 'Celebrating the Joy of Water', festival ini terinspirasi dari tradisi Bhutan, Thruebab atau Hari Hujan Berkah. Dalam tradisi tersebut, masyarakat mandi menggunakan air alami yang dipercaya telah diberkahi.

Air memiliki makna khusus dalam budaya Bhutan. Selain menjadi simbol kehidupan, air juga dikaitkan dengan pembaruan, kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.

Pada penyelenggaraan pertamanya, Bathing Carnival digelar bertepatan dengan perayaan Thruebab. Tahun ini, festival dilaksanakan setelah perayaan tersebut sehingga pengunjung tetap dapat merasakan pengalaman yang terinspirasi dari tradisi mandi menggunakan air yang dianggap suci.

Selama tiga hari, pengunjung akan diajak menikmati berbagai kegiatan yang memadukan rekreasi, alam terbuka, budaya, dan interaksi dengan masyarakat setempat. Berbagai aktivitas berbasis air menjadi bagian utama festival. Pengunjung dapat mengikuti tarik tambang air, mandi bersama, perang air, hingga lomba estafet menggunakan ember berisi air.

Ada pula permainan seperti water balloon throwball, menembak balon, dan lempar cincin. Pada malam hari, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan laser light show. Bagi pencinta alam, tersedia pula aktivitas fly fishing mahseer hunt. Pengalaman bersantap di ruang terbuka juga ditawarkan melalui bamboo mat dining.

Tak hanya permainan dan hiburan, Bathing Carnival juga menjadi kesempatan untuk mengenal budaya lokal PemaGatshel dan wilayah sekitarnya. Pengunjung dapat mendatangi pasar lokal serta menyaksikan demonstrasi pembuatan kerajinan dan produk tradisional, termasuk Tsatshi Buram atau permen gula khas setempat. Alat musik tradisional Bhutan seperti Dung dan Jaling juga akan diperkenalkan dalam festival.

Rangkaian acara turut dilengkapi Valley Fruit Feast dan tarian bersama sebagai penutup perayaan. Dzongdag atau Gubernur PemaGatshel Singay Dorji mengatakan Bathing Carnival diharapkan dapat memperkenalkan PemaGatshel sebagai salah satu wilayah yang menarik untuk dijelajahi di Bhutan bagian timur.

"Bathing Carnival Bhutan berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar istimewa, menghadirkan kebahagiaan dan makna melalui alam serta perayaan kebersamaan," ujar Singay.

Menurut dia, penyelenggaraan kedua festival akan menghadirkan lebih banyak aktivitas, hiburan, dan program budaya. Keindahan alam PemaGatshel dan wilayah sekitarnya juga menjadi bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.

PemaGatshel sendiri menawarkan lanskap alam, kehidupan masyarakat lokal, serta warisan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bhutan bagian timur. Melalui Bathing Carnival, wisatawan diajak menikmati wilayah tersebut melalui aktivitas luar ruang sekaligus berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat setempat.

Sementara itu, Dzongdag Mongar Lungten Jamtsho mengatakan festival tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenal kembali tradisi yang berkaitan dengan air.

"Selamat datang di Bathing Carnival 2.0, sebuah perayaan warisan budaya yang terus hidup di Bhutan bagian timur," kata Lungten.

Ia juga menyoroti sungai-sungai alami di kawasan tersebut, termasuk potensi fly fishing yang menjadi salah satu aktivitas yang dapat dinikmati wisatawan. Direktur Departemen Pariwisata Bhutan Damcho Rinzin mengatakan Bathing Carnival tahun kedua akan memadukan budaya, masyarakat, alam, olahraga, dan hiburan.

Menurut dia, kolaborasi antara PemaGatshel dan Mongar Dzongkhag menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan festival tersebut.

"Melalui berbagai kegiatan seperti BCB, kami terus menciptakan pengalaman inovatif yang mendorong para wisatawan untuk menjelajah lebih jauh dari destinasi yang sudah dikenal," ujar Damcho.

Penyelenggara berharap Bathing Carnival dapat menjadi salah satu cara bagi wisatawan untuk mengenal sisi lain Bhutan, khususnya wilayah timur yang menawarkan pengalaman alam dan budaya di luar destinasi yang selama ini lebih dikenal wisatawan.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK