Tren di China, Foto Romantis Sama Model Pria Hingga Rp21 Juta per Jam
Perempuan single di China kini tak perlu khawatir mendapat 'judge' karena belum punya kekasih.
Jika hanya ingin pamer punya 'pacar' di media sosial, mereka bisa melakukan sesi foto romantis bersama model pria. Meski harus merogoh kocek hingga 8.000 yuan atau sekitar Rp21,4 juta untuk satu jam.
Jasa sesi foto romantis dengan model pria, akhir-akhir ini jadi tren di kalangan perempuan muda China. Tren ini jadi daya tarik sendiri di media sosial China.
Dalam sesi pemotretan, para model pria ini bisa diajak menampilkan pose-pose ala pasangan, seperti berpegangan tangan, pelukan, ciuman yang direkayasa, hingga menyentuh otot perut sang model.
Salah seorang pelanggan, yakni Wenji dari Chengdu, menghabiskan uang hingga 3.000 yuan (Rp8 juta) untuk sesi foto tersebut.
Bukan foto romantis, ia membuat plot cerita untuk sesi fotonya. Wenji seolah sedang bertengkar dengan sang 'pacar.' Kemudian sang pacar ternyata menunggu di depan pintu rumahnya, sedang menangis dan patah hati.
"Model hanyalah alat bagi saya untuk menciptakan gambar-gambar indah. Mengambil foto seperti menciptakan mimpi. Saya membayar untuk adegan yang membuat hati saya berdebar," kata Wenji, seperti dilansir SCMP pada Kamis (1/10).
Ada pula Xue Dinge, seorang blogger gaya hidup yang menghabiskan 4.520 yuan (Rp12 juta) untuk sesi foto romantis selama 30 menit dengan dua model pria di sebuah studio.
Dengan para model, ia melakukan berbagai pose intim, seperti pose saling berpegangan wajah dan dahi saling bersentuhan.
Adapun kedua model tersebut tampil tanpa baju, memamerkan otot perutnya sambil memeluk Xue dan berpose mesra.
Banyak pelanggan yang menggambarkan pengalaman sesi foto tersebut sebagai kesempatan untuk menikmati romansa sejenak.
Pengalaman ini dianggap sebagai salah satu cara untuk memenuhi semua fantasi pelanggan yang belum memiliki kekasih. Namun tak sedikit pula yang tak paham mengapa tren ini perlu ada.
"Mengapa saya harus menghabiskan uang untuk foto yang melibatkan orang asing? Mereka bukan teman saya atau selebriti," komentar salah satu warganet di China.
Warganet lainnya berkomentar, layanan ini kurang tepat dianggap sebagai layanan yang berorientasi pada perempuan. Soalnya, perempuan membayar untuk berdandan dan berfoto intim dengan lelaki, tetapi sepertinya justru model pria yang diuntungkan.
Lihat Juga : |
Biayanya tak murah, tergantung 'ketampanan' model
Mu Zhao Studio yang berlokasi di Nanjing, mengeklaim sebagai studio foto yang pertama kali menawarkan jasa sesi foto romantis ini.
Pendiri Mu Zhao membeberkan biayanya memang tak murah. Paket sesi foto paling murah seharga 7.200 yuan (Rp19,2 juta) untuk sembilan foto dengan hasil editan.
Adapun paket paling mahal seharga 28.000 yuan (Rp74,9 juta) yang memberikan 'pengalaman pasangan' selama seharian penuh dengan jumlah 120 foto menampilkan berbagai pakaian.
Para model yang bertugas, biasanya model komersial atau influencer media sosial. Adapun biaya masing-masing model bisa berbeda, tergantung faktor penampilan seperti ketampanan, tinggi badan, hingga jumlah pengikut di media sosial.
Alasan pelanggan menggunakan jasa ini, biasanya karena ingin merasakan berkencan dengan lelaki tampan atau sekadar mengurangi tekanan keluarga terkait pernikahan.
Adapun terkait pose intim, Mu Zhao menekankan masih dalam batasan sosial yang sesuai. Studio sendiri membatasi agar pelanggan dan model tak saling bertukar nomor kontak, meski memang ada beberapa klien yang akhirnya jatuh cinta pula pada sang model.
Mu Zhao sendiri percaya makin banyak perempuan yang terbuka mengekspresikan kebutuhan terkait penampilan, emosional, hingga keinginan intim mereka.
"Perempuan harus cukup berani untuk mengungkapkan kebutuhan mereka sendiri. Mengeluarkan uang untuk membuat diri mereka bahagia sudah cukup," ucapnya.
(rti)